Konten dari Pengguna

Mahasiswa dan Media Sosial

Rayhan Iqbalul H

Rayhan Iqbalul H

Mahasiswa Aqidah Filsafat Islam UIN Sunan Ampel Surabaya

ยทwaktu baca 4 menit

google
Tambah ke Prefensi Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Rayhan Iqbalul H tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Media sosial populer : https://pixabay.com/id/photos/telepon-menampilkan-aplikasi-layar-292994/
zoom-in-whitePerbesar
Media sosial populer : https://pixabay.com/id/photos/telepon-menampilkan-aplikasi-layar-292994/

Kehadiran media sosial saat ini telah memberikan dampak perubahan yang cukup besar bagi perkembangan kehidupan manusia. Terutama pada kalangan mahasiswa,media sosial sangat bermanfaat untuk digunakan sebagai alat bantu mereka mengerjakan beberapa tugas yang dosen berikan.

Selain itu mahasiswa juga seringkali menggunakan media sosial ini sebagai keperluan mereka bertukar informasi kepada mahasiswa lainnya ataupun sebagai tempat mereka menyalurkan aspirasi terhadap persoalan yang sedang hangat dibicarakan. Media sosial bagi mahasiswa juga telah dijadikan sarana dalam menunjukkan eksistensi diri secara virtual dan kebutuhan gaya hidup yang sama pentingnya dengan makan dan minum.

Namun disisi lain,media sosial juga memiliki pengaruh negatif yang cukup besar jika dalam penggunaannya tidak bijaksana. Di antara pengaruh negatif yang umum kita dengar adalah kecanduan,timbulnya sifat individual dan rasa kecemasan sosial.

Dari sedikit penjabaran mengenai topik di atas mari kita kupas dampak yang ditimbulkan media sosial, dimulai dari yang negatif. Di antara banyaknya pengaruh negatif media sosial,yang paling umum dibicarakan yaitu tentang kecanduan. Kecanduan yang disebabkan dari media sosial sangat berpengaruh buruk bagi mahasiswa yang terlalu mengutamakan kehidupan virtual dalam pikiran mereka.

Sangat disayangkan bukan? Terlalu sering bermain media sosial atau biasa dikenal dengan candu bermedia sosial ternyata dapat merangsang produksi hormon kesenangan dopamine di otak kita meningkat. Ketika tubuh kita menerima lebih banyak hormon tersebut,maka dengan otomatis otak akan menganggap bahwa aktivitas yang kita lakukan seperti bermain media sosial ialah salah satu kegiatan yang bermanfaat dan perlu kita ulangi.

Akan tetapi perasaan positif yang kita alami ketika menggunakan media sosial pada dasarnya bersifat hanya sementara. Hal inilah yang ternyata dapat menjadikan mahasiswa kecanduan dengan media sosial. Pada akhirnya mereka sendirilah yang sulit terlepas dari rasa malas yang mendarah daging dan akhirnya fokus mereka terhadap perkuliahan akan terganggu.

Pengaruh media sosial bagi mahasiswa yang mungkin tidak asing lagi ialah timbulnya sikap individual dalam setiap diri mahasiswa. Meskipun media sosial mengandung kata sosial tapi jika mahasiswa dalam penggunaannya sama sekali tidak bijaksana, akibatnya malah menyebabkan kita tidak peduli dengan lingkungan di sekitar karena terlalu fokus dengan kehidupan virtual yang berada di media sosial. Dan lama-lama akan menyebabkan timbulnya rasa canggung serta kurangnya sikap bersosialisasi dengan lingkungan sekitar.

Pengaruh lainnya ialah rasa kecemasan sosial,hal ini dapat diartikan sebagai perasaan takut dan khawatir ketika kita berada pada situasi sosial tetapi secara tidak sadar kita memilih untuk tidak berinteraksi secara langsung karena khawatir dengan penilaian yang diberikan masyarakat kepada kita. Akibatnya kita lebih memilih untuk berdiam diri atau menjadikan media sosial sebagai solusi untuk tidak berkomunikasi secara tatap muka.

Mahasiswa yang mengalami gejala demikian kebanyakan hanya mengenalkan diri mereka di dunia virtual dengan pengenalan yang sebaik mungkin dan tidak jarang berbeda dengan diri aslinya di dunia nyata, tujuannya supaya mendapat kesan penilaian yang positif. Itulah beberapa pengaruh negatif yang menjadikan penurunan kualitas hidup pada sebagian mahasiswa.

Dan selanjutnya mari kita bahas mengenai hal-hal positif yang dapat kita peroleh sebagai mahasiswa ketika menggunakan media sosial. Sebelum adanya media sosial mahasiswa sering sekali mengalami kendala saat datang di kampus namun dosen tidak ada di tempat padahal sudah terjadwal untuk melakukan pertemuan.

Tetapi dengan adanya media sosial, hal yang demikian dapat dicegah. Bahkan dosen juga dapat memanfaatkan media sosial sebagai alat untuk memberitahukan tentang jadwal yang dimiliki kepada para mahasiswanya sehingga tidak akan ada lagi waktu terbuang hanya karena menunggu dosen tanpa mengetahui kapan beliau datang.

Dampak positif lain yang dapat diperoleh ialah semua orang dapat mengakses segala jenis informasi dengan lebih mudah yakni dengan mengetik beberapa kata kunci di mesin pencarian, setelah itu akan banyak bermunculan referensi yang dibutuhkan. Jelas hal tersebut sangatlah menguntungkan bagi mahasiswa yang ketika mengerjakan tugas dari dosen harus disertai dengan referensi yang valid.

Media sosial bisa dijadikan mahasiswa sebagai media menyampaikan aspirasi terhadap segala hal. Seperti dalam perihal politik, yang sekarang seakan-akan sudah dijadikan pembahasan wajib di kampus. Zaman dahulu sebelum ada media sosial untuk menyampaikan aspirasi kepada pemerintah harus melalui selembaran surat ataupun email dan melakukan aksi demo turun ke jalan. Tapi karena semakin maju zaman, sekarang mahasiswa jika ingin menyampaikan aspirasi hanya perlu lewat media sosial seperti yang pernah dilakukan Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia yaitu membuat pamflet berisikan kritik terhadap Presiden Joko Widodo.

Kehadiran media sosial telah mempengaruhi pola kehidupan mahasiswa. Mulai dari efek kecanduan hingga pengaruh kehidupan sosial di lingkungan masyarakat. Tetapi media sosial juga begitu diminati karena kemudahan-kemudahan yang diberikan dan tidak ditemukan di media lain seperti media cetak. Oleh karena itu sebagai mahasiswa sudah sepantasnya kita mengetahui segala hal yang menyebabkan timbulnya dampak negatif media sosial, sehingga kita juga dapat lebih waspada ke depannya dan bisa menghindari penyebab - penyebab dampak negatif tersebut.