Konten dari Pengguna

Sebelas Tahun Tak Kunjung Lulus

Reihan Rachman

Reihan Rachman

Seseorang yang terlahir di Jakarta, memiliki hobi olahraga, dan sedang belajar jurnalistik di Politeknik Negeri Jakarta.

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Reihan Rachman tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Dok. Pribadi
zoom-in-whitePerbesar
Dok. Pribadi

Pernah terbenak di otakku bahwa ada yang tidak benar dengan perkuliahan Abang. Sejak aku kelas lima SD, bahkan hingga lulus SMA, ia tidak kunjung lulus dalam kuliahnya.

Padahal, Abang merupakan lulusan terbaik di SMA. Ia bahkan mendapatkan kuota untuk masuk ke universitas terbaik di Indonesia. Tanpa ragu Abang mengambil kesempatan itu.

Saat itu aku sangat bangga pada Abang. Aku menilai Abang sebagai orang yang pintar dan cerdas. Bahkan aku yang saat itu masih duduk di bangku Sekolah Dasar sangat termotivasi untuk dapat menjadi lebih baik daripada Abang.

Namun masa kuliah Abang terlalaikan begitu saja. Tahun demi tahun orang tuaku tidak berhenti bertanya, meminta kejelasan perihal perkuliahan Abang, tapi alasan yang diberikan tidak pernah masuk akal. Bahkan ketika ditanya soal sidang, orang tuaku diminta untuk menunggu hingga dua tahun.

Semua anggota keluarga sangat kecewa dengan tingkah laku Abang selama ini. Bahkan Abang keduaku jauh lebih cepat lulus dibanding Abang pertama. Padahal jika dilihat secara kasatmata, Abang kedua merupakan orang yang tidak peduli dengan lingkungan dan tidak banyak berbicara mengenai pendidikannya. Tetapi ia lebih cepat lulus, bahkan sebelum waktunya.

Mungkin dibalik semua kesalahan Abang, dirinya terlalu sibuk dengan pekerjaan di salah satu perusahaan swasta yang cukup besar, yang sudah Abang jalani selama lima tahun. Tapi harapan yang diinginkan keluarga bukan hanya soal materi, pendidikan juga nomor satu. Ayah bekerja di salah satu perguruan tinggi, maka Ayah sangat disiplin terhadap pendidikan. Maka dari itu, Ayah sangat berharap anak-anaknya mempunyai riwayat pendidikan yang mumpuni.

Tapi dibalik semua kesalahan Abang, banyak pelajaran yang dapat aku ambil, salah satunya adalah materi bukan segalanya. Sopan santun harus ada pada diri sendiri, karena hal itu akan menciptakan kualitas diri yang baik ketika bekerja. Aku juga harus lebih giat dalam mengerjakan tugas kuliah agar dapat memberikan yang terbaik untuk orang tua.