4 Alasan Sebagian Wanita Kerap Menyudutkan Wanita Lain dan Cara Mengatasinya

Dalam hubungan itu butuh tips dan zodiak
Tulisan dari Relationship Goals tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Banyak wanita yang mengalami masa kecil mendapatkan perlakukan tidak baik dari orang-orang sekitarnya, seperti perundungan hingga olokan. Fenomena ini masih sangat jelas terlihat hingga saat ini.
Sayangnya, ada banyak sekali kasus di mana pelakunya adalah sesama wanita. Alih-alih saling mendukung, ini malah saling menjatuhkan. Melansir Girls Go Networking, ini alasan mengapa perempuan kerap kali menyudutkan perempuan lain dan cara mengatasi hal tersebut.
Kamu Melihat Wanita Lain Sebagai Saingan
Setiap kali kamu bertemu wanita baru, kamu menilai dia dengan apa yang dapat kamu lihat, baik secara fisik, gaya hidup, dan strata sosialnya. Kalimat seperti “Bagaimana rambutnya sangat berkilah?”, “Bagaimana dia bisa begitu sukses saat usia muda?” atau “Kenapa dia sangat cantik?” seringkali muncul dalam pikiranmu. Hal ini masih sebatas wajar, meskipun jika berlebihan secara tidak langsung kamu membandingkan dirinya dengan dirimu. Oleh karena itu, cara mengatasinya adalah tanyakan produk shampo apa yang dia gunakan, minta tips sukses usia muda, atau berteman dengannya.
Kamu Iri dengan Apa yang Wanita Lain Miliki
Mengapa ketika kamu melihat seseorang yang begitu muda dan cantik serta dia melakukan hal yang mewah, kamu langsung berpikir dia tidak pantas mendapatkannya? Mereka bisa saja terlahir dari keluarga yang kaya raya, sehingga mereka memiliki liburan ke tempat-tempat indah dan mahal pula. Biarkan ini memotivasi untuk kamu melakukan perjalan serupa di masa depan. Sadarilah bahwa mereka sama sekali tidak merugikanmu. Berhentilah untuk membuang-buang energi untuk pikiran dan gosip negatif. Alih-alih, curahkan energi kamu untuk menyadari mengapa kamu iri dan langkah apa yang kamu ambil untuk bisa menjadi seperti mereka.
Kamu Tidak Membuka Pergaulan Luas dengan Sesama Wanita
Banyak kasus dimana wanita sering menghakimi atau menilai wanita lain yang dianggap “kurang baik” tanpa bukti dan informasi yang akurat. Orang yang kamu hakimi memang bisa saja hobi dunia malam, tapi kamu tidak pantas menilai mereka sebagai wanita murahan atau sejenisnya. Mungkin tidak ada yang tahu bahwa mereka suka kegiatan relawan dan membantu orang lain. Oleh karena itu, buka lah jaringan pertemanan dengan lebih banyak wanita. Ini akan membuat kamu lebih terbuka dan meminimalisir penghakiman kepada sesama wanita.
Media Sosial Bisa Menjadi Sangat Menakutkan
Media sosial adalah alat yang ampuh, bukan positif atau negatif. Bukan hanya tentang foto dan cerita tentang perjalanan yang indah dan mewah, model cantik dengan tata rias terbaik, atau ahli kebugaran dengan bikini seksinya. Media sosial dapat menjadi sarana belajar, hiburan, dan membangun koneksi dengan orang-orang baru. Namun, tindakan penghakiman justru banyak terjadi di media sosial melalui komentar yang dapat diunggah. Hindari rasa dengki dengan komentar propokatif dan tidak sopan. Alih-alih menjadi netizen julid, ada baiknya kamu temukan grup yang memiliki kegemaran yang sama denganmu.
