5 Hal yang Perlu Dilakukan saat Mendengar Kabar yang Bikin Trauma

Dalam hubungan itu butuh tips dan zodiak
Tulisan dari Relationship Goals tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pandemi COVID-19 membawa banyak kabar duka untuk kita semua. Tak hanya di kehidupan nyata, pembertiaan mengenai kematian juga disiarkan di berbagai media sosial.
Untuk sebagian orang mungkin kabar duka itu adalah hal yang biasa, tapi bagaimana jadinya jika kamu malah merasa trauma dengan pemberitaan penuh duka tersebut?
Ahli psikolog klinis, Joshua Klapow, mengatakan setiap orang terprogram untuk memiliki respons fisiologis terhadap apa pun yang dianggap sebagai trauma, ancaman atau bahaya.
Nah, Bustle memberikan tips bagaimana memberikan pertolongan pada diri sendiri saat mendengar berita yang bikin kamu trauma.
Temukan apa yang kamu butuhkan
Jika kamu mendengar sesuatu yang bikin kamu trauma, kemungkinan kamu enggak akan bisa tidur dan terus terjaga sepanjang malam. Agar kesehatan mental dan fisikmu terjaga, pastikan kamu menanyakan beberapa pertanyaan dasar ini pada diri sendiri, “Apakah makananmu relatif sehat? Apakah kamu berolahraga? Apakah kamu tidur cukup?” Praktik kesehatan ini dapat membantu kamu menjaga kesehatan mental dan fisik tetap kuat selama siklus berita yang penuh trauma.
Menerima apa yang kamu rasakan
Kunci lain untuk merasa lebih baik adalah bersikap lembut pada diri sendiri. Selain itu, istirahatlah jika merasa perlu.
Mengakui perasaan bahwa kamu sedang trauma dan enggak baik-baik saja adalah langkah penting, karena melawan perasaan negatif itu enggak akan menghilangkan rasa sakit.
"Biarkan diri kamu merasa kesal tentang apa yang terjadi tanpa menghakimi diri sendiri atau berpikir bahwa kamu merasa buruk," kata psikolog klinis berlisensi, Lata K. McGinn, Ph.D.
Bedakan welas asih dan empati
Mengambil rasa sakit orang lain melalui empati dapat menyebabkan konsekuensi kesehatan mental yang lebih serius. Sementara belas kasihan biasanya muncul di antara penolong dan pengasuh, hal itu mungkin juga terjadi karena berita yang didengar.
Untuk melindungi diri sendiri, cobalah beralih dari empati ke welas asih. "Welas asih adalah tindakan mengharapkan seseorang terbebas dari penderitaan,” kata psikoterapis Katie Krimer.
Fokus pada pernapasan
Bernapas dengan benar adalah kunci untuk mengembalikan tubuh dari keadaan cemas. “Ketahuilah bahwa napas memiliki hubungan spesial dengan sistem saraf. Jika kamu kesal karena sesuatu yang baru saja terjadi, pastikan mengambil napas dalam-dalam secara teratur dengan menghembuskan napas lebih lama daripada menarik napas," terapis kecemasan Eileen Purdy, MSW, memberi tahu Bustle.
Cari berita yang positif
Saat keadaan menjadi sulit, kamu enggak harus berpura-pura semuanya indah, tetapi ingatkan diri kamu bahwa enggak setiap hal buruk. "Sadarilah hal-hal positif yang terjadi setiap hari," kata Purdy. Jika berita penting bagi kamua, temukan sumber yang mencakup semua hal positif yang terjadi di dunia dan seimbangkan informasi yang kamu terima. Jangan sampai berita buruk semakin membuat kamu stres.
