5 Pertanyaan untuk Pasangan Saat Curiga Diselingkuhi

Dalam hubungan itu butuh tips dan zodiak
Tulisan dari Relationship Goals tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Dalam suatu hubungan, sebuah hal yang normal jika salah satu pihak takut atau curiga pasangannya berselingkuh, terutama jika sebelumnya pernah diselingkuhi. Kita hanyalah manusia dan wajar saja untuk merasa cemas.
Meski demikian, jika kamu terbebani akan rasa cemas diselingkuhi, kamu harus mengatasi kekhawatiran tersebut dengan pasangan, alih-alih membiarkan ketakutan mengendalikan dan memengaruhi hubungan kamu.
Jadi, jika ingin berbicara dengan pasangan tentang kekhawatiran kamu terkait perselingkuhan, berikut lima pertanyaan yang dapat kamu tanyakan kepada pasangan menghindari kecurigaan-kecurigaan yang berlanjut, dikutip dari Bustle.
1. Hal Apa yang Kamu Anggap sebagai Tindak Perselingkuhan?
Untuk meredakan kekhawatiran akan perselingkuhan, kamu dan pasangan harus berada di halaman yang sama tentang batas-batas hubungan seperti apa yang dianggap sebagai tindak perselingkuhan.
"Banyak orang memiliki gagasan berbeda tentang apa yang sebenarnya merupakan tindak perselingkuhan. Banyak orang yang tidak setia, namun tidak menyadarinya. Mengobrol tentang batasan-batasan dalam hubungan itu sehat, terutama jika memiliki definisi perselingkuhan yang ketat atau longgar," kata Jonathan Bennett, pakar hubungan dan kencan dari Double Trust Dating.
2. Bagaimana Cara Kita Meningkatkan Kepercayaan Satu Sama Lain?
Fondasi dari setiap hubungan yang langgeng adalah rasa saling percaya yang kuat dan saling menguntungkan. Meredakan kecemasan tentang perselingkuhan dengan berbicara langsung, membantu menciptakan lebih banyak kepercayaan dan keterbukaan dalam hubungan secara keseluruhan.
"Memiliki percakapan yang terbuka dan jujur tentang kepercayaan dan transparansi dapat membantu menjernihkan suasana dan meningkatkan hubungan. Menyetujui untuk lebih terbuka dan jujur, kemudian menemukan cara untuk mencapai tujuan itu dapat benar-benar membantu meredakan kecemasan tentang perselingkuhan," ujar Bennet.
3. Apa Pandanganmu tentang Menggombali Pria/Wanita Lain?
Beberapa orang mungkin tidak memiliki masalah jika pasangannya menggombali pria atau wanita lain dan menganggapnya hanya becanda. Namun tidak sedikit orang yang tidak suka tindakan tersebut meski sekadar becanda.
Oleh karena itu, kamu harus berbicara secara terbuka dan jujur tentang gombal-menggombal tersebut, terutama jika kamu khawatir dari gombalan tersebut menuju ke tindak perselingkuhan yang lebih serius.
4. Apa Kamu Pernah Selingkuh atau Diselingkuhi?
Mungkin hal terpenting yang ditanyakan pada pasangan ketika membahas ketakutan kamu akan perselingkuhan adalah tentang sejarah pribadi mereka terkait perselingkuhan; apakah mereka pernah selingkuh atau justru diselingkuhi.
Mengetahui pengalaman pasangan kamu yang pernah selingkuh atau tidak, dapat membantu lebih memahami perspektif pasangan tentang perselingkuhan. Selain itu juga dapat membuka pintu bagi hubungan untuk memiliki percakapan yang sehat.
Memang tidak mudah berdiskusi semacam ini, tetapi setidaknya dapat menghilangkan kekhawatiran kamu kepada pasangan dan mengatasi ketakutan kamu tentang perselingkuhan.
5. Apa yang Kamu Pahami tentang 'Rusaknya Sebuah Kepercayaan'?
Selingkuh bukanlah satu-satunya kepercayaan dalam suatu hubungan dapat hancur. Ada kebiasaan-kebiasaan lain yang menimbulkan salah seorang dari sebuah hubungan merasa kepercayaannya disia-siakan. Ada baiknya untuk berdiskusi dengan pasangan bagaimana cara menjaga kepercayaan satu sama lain.
"Biarkan pasangan Anda tahu betapa pentingnya Anda berdua dapat saling percaya. Diskusikan hal-hal apa yang kalian anggap dapat merusak sebuah kepercayaan dalam suatu hubungan (di luar tindak perselingkuhan)," kata Davida Rappaport, pembicara, penasihat spiritual, dan pakar kencan.
