5 Tanda Kamu Orang yang Caper

Dalam hubungan itu butuh tips dan zodiak
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Relationship Goals tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Asal kamu tahu, caper itu bukan hal yang baik. Karena kamu cenderung akan melakukan apa pun hanya untuk mendapatkan perhatian. Biasanya mereka yang mempunyai karakter seperti ini termasuk dalam kategori orang-orang dengan pemikiran yang dangkal dan sempit.
Tidak heran jika kamu juga seringkali terjebak dalam hubungan yang toxic dan penuh kepura-puraan, karena kamu hanya peduli tentang penampilanmu di mata orang lain.
Jika kamu masih belum yakin atau bahkan masih menyangkal kalau kamu memang salah satunya. Kamu bisa terus membaca artikel ini agar bisa mengetahui bagaimana ciri-ciri seseorang yang haus akan perhatian. Menurut Love Panky berikut ini adalah 5 tanda yang menunjukkan kalau kamu adalah orang yang caper.
Jumlah like itu penting!
Jika kamu adalah tipe orang yang selalu memeriksa jumlah like pada postinganmu di media sosial, maka bisa dipastikan kalau kamu adalah orang yang caper, karena itu artinya kamu benar-benar menghitung seberapa banyak perhatian yang kamu dapatkan.
Kamu akan merasa risau saat tidak mendapatkan cukup like, bahkan berpikir untuk menghapus postingan tersebut karena merasa malu. Lalu kamu sadar kalau ternyata tidak banyak orang yang memperhatikan kamu. Seorang attention seeker biasanya lebih peduli dengan apa yang dipikirkan orang lain daripada apa yang mereka pikirkan tentang diri mereka sendiri.
Benci diabaikan
Kamu akan merasa kesal kalau seseorang tidak merespons chatmu dengan cepat. Kamu selalu berpikir jika orang-orang berkewajiban untuk menanggapimu dan memperhatikanmu. Kamu juga mudah sekali tersinggung saat orang lain membicarakanmu, padahal mereka belum tentu bergosip tentang keburukanmu. Pada dasarnya, kamu ingin menjadi pusat perhatian.
Berpakaian mencolok
Tidak hanya caper di sosial media, biasanya kamu juga akan melakukannya di dunia nyata. Salah satunya dengan berpakaian terbuka, tujuannya tentu saja hanya untuk menarik perhatian orang lain, terlebih lagi lawan jenis.
Memang sih merias diri dengan baik itu bisa membuatmu lebih percaya diri dengan menonjolkan bagian tubuh yang tampak menarik. Tapi kalau niatmu hanya untuk flirting, mungkin kamu mencari jenis perhatian yang salah.
Kamu tidak berpakaian seperti itu untuk menunjukkan kepercayaan diri, melainkan untuk mencari persetujuan, pujian, dan perhatian.
Playing victim
Kalau kamu seringkali memposting mengenai masalah yang kamu punya, betapa menyebalkannya harimu atau seberapa buruk penampilanmu. Bisa jadi kamu adalah orang yang caper. Kamu jelas-jelas tengah berusaha mencari pujian dan menunggu seseorang yang bisa membuat kamu merasa lebih baik melalui komentar yang akan mereka berikan padamu. Kamu senang jika orang lain merasa kasihan padamu hanya untuk mendapatakan sebuah perhatian.
Kamu berpura-pura baik kepada semua orang
Kamu sangat peduli dengan image yang kamu punya, bahkan kamu tidak keberatan jika harus berpura-pura baik kepada siapa pun yang kamu temui. Kamu berusaha mati-matian untuk memberikan kesan yang sempurna agar orang-orang menyukaimu.
Karena semakin banyak orang yang menyukaimu, semakin banyak pujian yang akan kamu dapatkan.
Satu hal yang amat disayangkan dari kamu yang suka caper. Saking sibuknya kamu mencari perhatian, kamu jadi lupa siapa diri kamu yang sebenarnya.
