Konten dari Pengguna

6 Cara Melatih Diri untuk Saling Menghargai dalam Hubungan

Relationship Goals

Relationship Goals

Dalam hubungan itu butuh tips dan zodiak

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Relationship Goals tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi pasangan. Foto: Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi pasangan. Foto: Unsplash

Saling menghargai antar pasangan merupakan salah satu pondasi agar hubungan tetap kokoh. Ini mengindikasikan bahwa kamu dan dia sama-sama adil. Tidak ada perasaan merasa tidak didengarkan atau tidak diperhatikan.

Ketika kamu dan pasangan saling menghargai, maka kalian akan menjadi individu yang bebas melakukan apapun yang disukai, beropini, dan memiliki pikiran yang terbuka tanpa menyakiti hati pasangan.

Namun, bagi sebagian orang, saling menghargai tidaklah mudah. Melansir dari Fatherly, berikut ini jurus jitu dalam melatih diri untuk saling menghargai dalam hubungan.

Komunikasi dan keterbukaan adalah kunci

Ilustrasi pasangan. Foto: Unsplash

Melalui penegasan, pasangan dapat melakukan apapun yang diinginkan, dengan saling menghargai, serta mengerti. Ketika ada keraguan dan kecurigaan, lebih baik dibicarakan satu sama lain agar tidak terjadi salah interpretasi. “Hubungan sehat adalah pasangan yang tahu bahwa perasaan bukan tentang salah atau benar,” kata Thomas Gagliano, pembicara dan penulis ‘The Problem Was Me’.

Tidak ada yang siapa yang menang

Seringkali, pasangan dihadapkan pada keegoisan diri untuk siapa yang paling benar atau siapa pemenangnya dalam sebuah pertengkaran. Ketika hubungan menghargai satu sama lain, maka pasangan akan menerima dan tidak akan merusak kesehatan hubungan dengan menunjukkan egoisme dari diri sendiri. “Pasangan yang sukses tahu bagaimana pertengkaran justru dapat meningkatkan kualitas hubungan,” Gagliano berkata.

Saling penasaran

Ilustrasi pasangan. Foto: Unsplash

Pasangan yang menghargai akan bertanya banyak hal satu sama lain. Ini dilakukan untuk mencari tahu apa yang sedang dirasakan pasangannya dan apa yang sedang dibutuhkan. Dr. Fran Walfish, meyakinkan pasangan untuk saling memiliki rasa kepo yang tinggi. Walfish menyarankan untuk memberi pertanyaan terbuka. Bukan seperti “Bagaimana kabarmu?” yang cenderung akan dijawab satu kata, seperti “Baik”. Ajukan pertanyaan seperti “Ceritain dong hari ini kamu ngapain aja?”

Saling menguatkan

Pasti ada saat ketika satu individu tidak dapat melakukan sesuatu sendirian. Mereka akan membutuhkan bantuan pasangannya, seperti contoh, ketika salah satunya sakit, mengurus anak atau melakukan pekerjaan rumah. “Hubungan yang baik adalah ketika pasangan tidak menganggap segala sesuatu pada perbandingan 50:50,” kata Gagliano. Dalam beberapa kesempatan, pasangan dapat memberikan lebih dan berharap lebih sedikit, begitupun sebaliknya.

Tidak takut akan kejujuran

Ini memang kedengaran tidak mudah. Hanya sedikit pasangan yang mampu membuat pertengkaran hebat menjadi sesuatu yang dapat merefleksikan atau mengoreksi diri masing-masing. Hal ini harus membutuhkan kejujuran ekstra, meskipun itu sangat pahit. “Kejujuran penting untuk membuat pasangan merasa aman dan nyaman, meskipun kejujuran itu sakit untuk didengar,” Gagliano menambahkan.

Mampu menjaga diri sendiri

Ilustrasi pasangan. Foto: Unsplash

“Pasangan sempurna adalah mereka yang mampu menjaga dirinya sendiri,” Gagliano menjelaskan. Hal itu juga menegaskan betapa pentingnya hubungan yang dimulai dengan kecintaan pada diri sendiri. Ingatlah, waktumu tidak habis untuk memanjakan dia saja, kamu harus melihat dirimu sendiri lebih banyak. Dengan menyisihkan waktu untuk diri sendiri, maka itu menunjukkan bahwa kamu sedang memperbaiki kualitas diri.