Konten dari Pengguna

7 Tips Menjaga Persahabatan Tetap Awet

Relationship Goals

Relationship Goals

Dalam hubungan itu butuh tips dan zodiak

·waktu baca 3 menit

google
Tambah ke Prefensi Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Relationship Goals tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Satu hal yang menjadi sangat terlihat jelas ketika melewati usia 20 dan 30-an adalah betapa berbedanya kehidupan yang kita jalani dengan teman-teman di sekitar kita. Ada hal-hal nyata dan berdampak besar dalam kehidupan yang harus diambil seperti memutuskan untuk kuliah dimana, menetap dimana, karir yang diambil, menikah, hingga memiliki anak.

Foto: Melissa Askew (Unsplash)
zoom-in-whitePerbesar
Foto: Melissa Askew (Unsplash)

Hubungan persahabatan tidak lagi menjadi prioritas utama dan terkadang, kita merasa hubungan ini menjadi punya sedikit kesamaan dibanding dulu. Namun, berada di posisi yang berbeda dengan teman kita tidak berarti kita harus memutus persahabatan kita dengan mereka.

Menurut The Every Girl, ada 7 cara untuk menjaga persahabatan tetap awet meski berada di jalan yang berbeda-beda.

1. Ingat apa yang menyatukan kalian

Mengingat kembali apa yang menyatukan persahabatanmu sejak awal bisa membantu persahabatan tersebut tetap bertahan lama.

Foto: Priscilla Du Preez (Unsplash)

Ceritakan lagi kenangan-kenangan yang kalian miliki, pengalaman lucu. Hal ini dapat membuatmu merasa dekat meski berada di tempat yang berbeda dan tidak bisa bertemu sesering mungkin. Temukan kesempatan untuk mengenang, tertawa, dan berbagi hal-hal di masa lalu.

2. Ciptakan kenangan baru

Memang selalu menyenangkan untuk bicara dan mengenang masa lalu, tapi hubungan tidak akan bertahan lama jika kita tidak menciptakan kenangan baru.

Foto: S.Ratanak (Unsplash)

Cobalah aktivitas baru bersama di sela waktu luang untuk saling berbagi dan bercerita tentang kehidupan masing-masing. Di fase ini, rasanya sulit jika mengadakan rencana yang spontan. Sebaliknya, atur waktu sebaik mungkin agar semua orang bisa bersiap dan memiliki waktu luang yang cukup.

Ketika berkumpul, jadilah dirimu apa adanya. Ceritakan kegagalan, rayakan keberhasilan, dan bagikan harapan untuk masa depan kalian bersama.

3. Pahami keterbatasan

Menemukan waktu yang cocok untuk bertemu bukanlah isu utama. Ada banyak kendala lain, seperti berjibaku dengan toddler yang sulit ditinggal atau menyeimbangkan waktu bekerja dan bersosialisasi. Atau mungkin kendala keuangan akan memengaruhi kegiatan yang bisa dilakukan bersama.

Sangat penting untuk bersikap terbuka dan realistis tentang apa yang kamu harapkan dari teman-temanmu. Ambillah inisiatif untuk menyarankan ide atau alternatif dengan mempertimbangkan keterbatasan teman-temanmu saat ini.

4. Antisipasi akan kejutan

Ketika kamu berada dalam tahap hidup yang berbeda dengan seseorang, akan sangat lumrah jika membuat asumsi tentang apa yang sedag dialami oleh orang lain. Masalahnya, asumsi sering kali salah dan membuat jarak dengan teman-temanmu.

Foto: Nathan Dumlao (Unsplash)

Misalnya, temanmu selalu bicara tentang bayinya ketika berkumpul. Meski kamu menyukai bayi, dan anaknya tentu saja, kamu tidak bisa menemukan kata yang tepat untuk mengungkapkan keinginanmu bicara tentang hal yang lain. Ternyata temanmu justru menantikan cerita liburanmu ke pantai minggu lalu.

Well, itulah pentingnya untuk tidak langsung mengambil kesimpulan.

5. Hindari membandingkan

Kita semua selalu membandingkan diri dengan teman dari waktu ke waktu. Tetapi ketika kamu berada di tahap hidup yang berbeda, kamu mungkin akan terbawa suasana dan mencoba menentukan ‘siapa yang lebih baik’ atau ‘siapa yang lebih maju’.

Membandingkan seperti ini justru dapat menghalangi persahabatanmu. Alih-alih merasa tertinggal atau terlalu kritis kepada diri sendiri, ingatlah bahwa semua orang memiliki pasang surutnya masing-masing. Kamu tidak tahu apa yang benar-benar diperjuangkan oleh seseorang, bahkan teman dekat sekalipun.

6. Ubah perspektif

Jika kamu merasa kesal karena kesulitan mempertahankan persahabatanmu, justru ini mungkin membantumu untuk fokus pada kehidupanmu saat ini. Kamu punya kebebasan untuk melakukan apapun yang kamu mau dan bersikap spontan.

Foto: Rowan Chestnut (Unsplash)

Mengubah pandanganmu akan sebuah situasi bisa terasa sulit. Namun, hal ini justru membantu untuk memberi pandangan sekilas tentang kehidupan yang berbeda.

7. Temukan teman baru

Pada akhirnya, sangat umum jika persahabatan akan berubah saat kita melewati transisi dalam kehidupan. Jadi, selain menyesuaikan persahabatan dengan sahabat lamamu, kamu mungkin bisa mencari teman baru yang berada di tahap sama dengan kamu. Misal teman sesama single, atau ada di tahap karir yang sama.

Foto: Docusign (Unsplash)

Tentu saja ini bukan berarti kamu melupakan sahabat-sahabat lamamu. Hanya saja membuka cakrawala pertemanan baru akan terasa menyenangkan juga.