Cara Sederhana Menerapkan Self-Love, Setop Merasa Insecure!

Dalam hubungan itu butuh tips dan zodiak
Konten dari Pengguna
12 Februari 2021 8:53
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Tulisan dari Relationship Goals tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Foto: Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Foto: Unsplash
ADVERTISEMENT
Self-love tidak sama dengan bersikap narsis. Mencintai diri sendiri berarti mencintai segala aspek yang ada pada diri kita dengan menerima kekurangan dan kelemahan yang ada. Dengan menumbuhkan rasa cinta pada diri maka hal ini akan banyak memberikan pengaruh positif bagi seluruh aspek dalam hidup. Tidak hanya akan meningkatkan rasa percaya diri, namun kita juga mampu menghargai diri kita sebagaimana mestinya.
ADVERTISEMENT
Kurangnya rasa cinta pada diri sendiri dapat membuat kita tidak menghargai diri sendiri. Kita cenderung bersikap rendah diri dan tidak jarang menyalahkan diri atas apa yang sebenarnya bukan menjadi kesalahan kita.
Kita juga seringkali diliputi oleh rasa insecure. Kita selalu saja merasa kurang dan tidak cukup baik dibandingkan dengan orang lain. Kurangnya self-love atau rasa cinta kepada diri sendiri adalah salah satu penyebab dari rasa insecure yang kita rasakan.
Jika hal ini dibiarkan terus menerus tentu saja akan berakibat buruk bagi kesehatan diri kita, baik fisik maupun mental. Oleh karena itu, penting bagi kita semua untuk menerapkan self-love. Dan untuk menerapkannya, kita bisa mencoba dari hal yang paling sederhana seperti cara-cara berikut ini.
ADVERTISEMENT
1. Mengenali dan menerima emosi
Dalam kehidupan yang kita jalani tentu tidak setiap saat kita merasa bahagia. Terkadang kita merasa sedih, kecewa, marah, khawatir, kaget, atau beragam emosi lainnya. Langkah awal untuk mencintai diri sendiri adalah dengan mengenali apa yang diri kita rasakan dan belajar menerima perasaan itu.
Tidak jarang kita menipu diri kita sendiri dengan berpura-pura baik-baik saja ketika yang sebenarnya terjadi bukanlah demikian. Kita menolak untuk terlihat lemah atau menyedihkan di depan orang lain.
Memang baik untuk terus mempertahankan kepositifan diri dengan bersikap optimis. Namun, hal itu bukan berarti kita jadi tidak jujur dengan perasaan kita. Hati-hati, hal ini bisa mengarahkanmu pada kepositifan toksik.
Jadi, mulai sekarang sedikit demi sedikit belajarlah untuk lebih mengenali emosimu dan menerimanya dengan baik.
Foto: Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Foto: Unsplash
2. Meluangkan waktu untuk diri sendiri
ADVERTISEMENT
Kita seringkali terlalu sibuk menghabiskan waktu untuk pekerjaan, tugas, atau bahkan orang lain. Tanpa sadar segala sesuatu yang kita lakukan bukan murni untuk diri kita sendiri.
Maka, langkah selanjutnya yang perlu dilakukan adalah meluangkan waktu untuk diri sendiri atau me time. Hal ini rupanya dapat membuat kita lebih memahami apa yang sebenarnya diri kita butuhkan.
Jika jadwalmu padat, maka cukup luangkan waktu selama 10-15 menit untuk melakukannya. Ingatlah bahwa diri kita layak untuk menikmati waktu yang kita miliki seorang diri tanpa adanya gangguan dari luar.
3. Tidur cukup
Saat diri kita sudah memasuki dunia yang sesungguhnya tanpa terasa waktu istirahat untuk tidur jadi berkurang. Seiring bertambahnya usia, pengetahuan, ataupun pengalaman, kita disibukkan dengan berbagai macam hal yang menyita waktu istirahat kita.
ADVERTISEMENT
Oleh karena itu, penting bagi diri kita menjaga waktu istirahat yang cukup. Meski terlihat sepele, namun tidur yang cukup akan membawa banyak perubahan bagi tubuh dan pikiran kita.
Tubuh dan pikiran yang kelelahan cenderung membuat kita tidak optimal dalam beraktivitas. Hal itu juga berpengaruh pada emosi diri kita.
Jadi, mulai saat ini kurangi begadang sampai larut malam. Mulai disiplin dengan waktu yang kamu miliki dan manfaatkanlah sebaik mungkin. Beraktivitaslah pada waktunya dan tidurlah saat waktu istirahat tiba.
Foto: Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Foto: Unsplash
4. Makan dengan teratur
Selain tidur yang cukup, kita juga harus makan dengan teratur. Pastikan asupan yang diterima oleh tubuh kita mencukupi nutrisi yang kita perlukan. Dan yang pasti, makanlah tepat waktu.
Tubuh yang sehat adalah kunci bagi hidup yang sehat pula. Jadi, jangan pernah sepelekan persoalan makan secara teratur dan tepat waktu ini.
ADVERTISEMENT
5. Berolahraga
Banyak orang yang merasa malas untuk berolahraga. Padahal sudah jelas hal ini baik bagi kesehatan tubuh dan tentu saja tubuh yang sehat akan berdampak baik bagi kesehatan mental.
Tidak perlu melakukan olahraga yang berat apalagi ekstrem. Cukup luangkan waktumu setiap pagi untuk melakukan peregangan tubuh. Jika kamu memiliki waktu luang yang lebih banyak, tidak ada salahnya untuk berolahraga ringan seperti jogging.
6. Memaafkan diri sendiri
Foto: Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Foto: Unsplash
Setiap orang pasti pernah melakukan kesalahan dalam hidup mereka. Itu adalah hal yang wajar. Kesalahan membuat kita belajar untuk memperbaikinya dan menghindarinya di kemudian hari.
Tetapi sayangnya, banyak orang yang masih dibayangi oleh kesalahan yang pernah mereka perbuat. Rasa sesal seakan terus menghantui langkah yang membuat diri kita merasa takut untuk memulai sesuatu.
ADVERTISEMENT
Jika demikian, maka yang perlu kita lakukan adalah belajar memaafkan diri sendiri. Memaafkan orang lain saja terkadang sulit untuk dilakukan, begitu pula dengan memaafkan diri sendiri. Namun, bukan berarti hal itu mustahil untuk dilakukan bukan?
Melepaskan segala perasaan negatif tentang diri sendiri akan membebaskanmu dari segala macam perasaan bersalah. Ingatlah bahwa kamu tidak bisa mengubah apa yang telah terjadi, tapi kamu bisa mencegah hal itu untuk terjadi lagi. Jadi, mari melanjutkan hidup dengan memaafkan diri sendiri.
7. Berkomitmen untuk mencintai diri sendiri
Semua cara yang sudah disebutkan sebelumnya tidak akan berarti apa-apa atau tidak akan berjalan dengan lancar jika kita tidak berkomitmen untuk mencintai diri sendiri.
Mungkin dalam perlajanan self-love kita akan menemukan berbagai macam hambatan dan gangguan yang mengalihkan diri kita. Namun, jika kita sudah berkomitmen dengan kuat dalam hati, maka kita akan dapat mengatasi segala hal yang menjadi hambatan kita.
ADVERTISEMENT
Jadi, tunggu apa lagi? Niatkan dalam hati bahwa kita siap berkomitmen untuk mencintai diri sendiri.
Baca Lainnya
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
·
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020
Sedang memuat...
S
Sedang memuat...
comment0 01 April 2020