Bagaimana Google Maps Memetakan Jalan

Investigator Keselamatan Transportasi Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) Republik Indonesia
ยทwaktu baca 4 menit
Tulisan dari Renan Hafsar tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Mungkin sebagian warganet penasaran bagaimana Google Maps bisa memetakan hampir semua jalan yang ada di sekitar kita. Mulai dari jalan tol, jalan raya, sampai jalan kampung semua masuk ke Google Maps. Tentu saja aplikasi yang diluncurkan awal tahun 2005 ini melakukannya bukan tanpa alasan atau karena gabut. Peta ini sangat bernilai mahal ketika sudah diberikan informasi tambahan, misalnya lalu lintas.
Lantas bagaimana Google bisa membuat peta jalan dan informasi lalu lintas tersebut? Simak beberapa cara yang lazim digunakan oleh Google Maps, diolah dari berbagai sumber.

Penyedia data lalu lintas
Traffic data provider atau penyedia data lalu lintas swasta bekerja sama dengan Google untuk pertukaran data lalu lintas. Data ini dapat berupa rute, kecepatan, arah, waktu, gangguan di perjalanan, dan jenis kendaraan. Kadang, beberapa informasi tambahan juga dimasukkan, misalnya informasi lokasi stasiun pengisian bahan bakar, restoran, dan sebagainya.
Lokasi gawai
Para pengguna gawai yang sistem operasinya Android beserta berbagai aplikasi yang terhubung dengan Google atau memancarkan informasi lokasi gawai (device location) secara otomatis mengirimkan data posisi dan lalu lintas. Misalkan kamu sedang menggunakan aplikasi Google Navigation untuk menuju ke suatu lokasi. Meskipun kamu mendapatkan informasi real time tentang kondisi lalu lintas di rute yang kamu lalui, pada saat itu kamu juga berbagi informasi perjalananmu (tentunya secara anonymous) ke Google Maps. Jutaan pengguna aplikasi Google di seluruh dunia juga mengalami hal yang sama.
Google bisa mengetahui posisi kamu dari IP address yang sedang kamu gunakan. Ketika kamu berpindah/bergerak, perubahan dari BTS (menara pemancar sinyal selular) yang satu ke yang berikutnya mengindikasikan bahwa kamu sedang bergerak. Bahkan, perubahan itu juga menginformasikan seberapa cepat kamu berpindah.
Data posisi gawai ini sangat penting bagi Goole untuk mengetahui apakah di suatu area sedang ada kegiatan melibatkan orang banyak dari informasi adanya keberadaan orang banyak di tempat dan waktu yang sama. Google juga bisa memperkirakan apakah seseorang sedang bergerak menggunakan moda transportasi apa berdasarkan rute yang dilalui dan kecepatannya berpindah. Ketika ada banyak orang yang awalnya bergerak, lalu berhenti bersama, Google tahu bahwa di sana ada kemacetan. Google membutuhkan data navigasi dari data posisi gawai.
Data dari satelit
Citra satelit yang ditangkap oleh Google diolah menjadi informasi yang berguna menggunakan suatu algoritma. Hasilnya, objek dan fitur dari citra tersebut menjadi data yang dapat dimasukkan ke suatu peta. Contohnya jalan, gedung, patung, lahan terbuka, dll. Semua informasi ini kemudian diolah lebih lanjut menjadi suatu peta.
Street view images atau gambar jalanan juga menjadi informasi penting yang mengonfirmasi citra satelit. Google menggunakan suatu machine learning untuk mengolah dan melakukan verifikasi beragam sumber informasi. Misalkan suatu gedung terlihat dari satelit seperti suatu objek datar saja karena hanya atapnya yang terlihat. Dengan adanya street view, Google Maps bisa melakukan verifikasi apakah citra tersebut gedung atau lapangan terbuka atau objek lainnya, termasuk ukurannya (panjang, lebar, tinggi). Selanjutnya, Google bisa menentukan kendaraan seperti apa yang bisa melewati suatu jalan, misalnya roda dua saja (two-wheeler) atau bisa untuk mobil, atau bisa untuk keduanya dari gabungan informasi tersebut.
Kamu juga bisa melihat jadwal pembaruan street view di daerahmu melalui tautan ini: https://www.google.com/intl/en/streetview/how-it-works/#district-filter
Data geospasial
Geographic information systems (GIS) memungkinkan Google untuk mendapatkan, menyimpan, analisis, dan menampilkan data geografis secara akurat. Data ini juga sangat dibutuhkan dalam aplikasi Google Earth. Data GIS dapat berasal dari pemerintah maupun swasta.
Data tambahan
Google juga memerlukan data tambahan terkait jalan. Data unik ini kadang tidak ada di perencanaan GIS. Sebagai contoh, suatu ruas jalan yang ditutup karena kecelakaan, banjir, atau bencana alam dibutuhkan oleh Google. Pemerintah maupun pengguna layanan Google dapat memberikan masukan data ini. Contoh lain adalah data apakah suatu jalan menerapkan pembatasan seperti ganjil-genap, satu arah, dan sebagainya.
Semua informasi tersebut kemudian dipilah-pilah dan dipasang di berbagai layer yang tersedia agar pengguna Google Maps dapat menentukan layer mana saja yang diperlukan atau tidak diperlukan.
