Peran Orang Tua dalam Perkembangan Anak di Masa Pandemi

Mahasiswa UIN Syarif Hidayatullah Jakarta
Tulisan dari Renardi Ariza tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Di masa pandemi Covid-19 sekarang ini, tentu saja sekolah yang ada di Indonesia ditutup dan digantikan dengan Pembelajaran Jarak Jauh atau biasa dikenal dengan belajar daring. Dengan kegiatan ini, tentu saja kegiatan belajar anak-anak tidak mendapatkan pengawasan langsung dari guru seperti layaknya di sekolah. Hal ini tentu memaksa para orang tua untuk mengawasi kegiatan belajar mengajar anak mereka di rumah. Sedangkan, tidak semua orang tua tetap tinggal di rumah melainkan ada beberapa anak yang kedua orang tuanya bekerja. Banyak orang tua yang menyayangkan karena dirinya tidak bisa mengawasi putra putrinya menjalani belajar daring.
Seperti kita tahu, perkembangan adalah masa yang sangat penting dan ditunggu para orang tua, namun tidak setiap mereka dapat memantau setiap perkembangan anaknya. Dengan itu para orang tua berusaha semaksimal mungkin agar perkembangan anaknya terpenuhi dan tidak ada yang terlewat sedikitpun. Bagi para orang tua yang bekerja, mereka berusaha untuk tetap meluangkan waktunya untuk mendampingi dan melihat perkembangan anaknya baik itu sepulang kerja maupun akhir pekan. Bisa juga dengan memberi kebebasan untuk anaknya dalam menjelajah berbagai kegiatan yang tentu dapat meningkatkan perkembangannya. Dan yang sangat penting ialah membuat suasana rumah senyaman mungkin agar anak-anak betah di rumah dalam melakukan pembelajaran maupun hal lainnya dengan nyaman.
Perkembangan anak bisa saja terganggu karena orang tuanya. Mulai dari orang tua yang tidak memberikan kebebasan kepada anaknya, orang tua yang terlalu mengekang setiap kegiatan anaknya. Hal yang menjadi masalah cukup besar adalah suasana rumah yang tidak nyaman bagi sang anak. Dari orang tua yang bertengkar di hadapan sang anak, orang tua yang tidak menghargai dan tidak mendukung kegiatan anaknya, dan yang paling berkenan dalam diri sang anak adalah ketika orang tuanya memarahi ketika sang anak membuat kesalahan baik itu kesalahan kecil yang bisa dibicarakan dengan baik. Hal ini membuat sang anak akan merasa ketakutan jika ingin memulai hal baru dalam melakukan sesuatu
Menurut saya, anak yang mungkin mentalnya terganggu karena perlakuan orang tua terhadap dirinya bisa saja menghambat perkembangan dalam diri anak. Anak bisa saja menjadi pribadi yang tertutup bahkan kepada orang tuanya sendiri. Bisa juga menjadi orang yang pembangkang atau selalu melawan setiap perkataan orang tuanya. Oleh karena itu, himbauan bagi para orang tua agar tidak terlalu strict atau ketat dalam artian melarang seluruh kegiatan anaknya dan mewajibkan untuk selalu mengikuti perkataan orang tua tanpa memberi kebebasan berekspresi pada sang anak.
