Konten dari Pengguna

Code Switching dan Code Mixing Bahasa oleh Generasi Z Indonesia Populer Saat Ini

Renda Adi kusuma

Renda Adi kusuma

halo salam kenal semua, profesi saya disini bekerja sebagai karyawan di salah satu perusahaan di Karawang dan saya sedang berkuliah di UNPAM, semoga dapat menambah pengetahuan dan relasi, terima kasih

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Renda Adi kusuma tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Soure : AI
zoom-in-whitePerbesar
Soure : AI

Apakah kamu lahir antara tahun 1997 hingga 2012? Kalau iya, berarti kamu termasuk Generasi Z, atau biasa.

Disebut Gen Z. Generasi ini dikenal dekat banget dengan teknologi, media sosial, dan tentu saja—bahasa yang fleksibel dan serba campur. Salah satu ciri khasnya adalah penggunaan code switching dan code mixing dalam komunikasi sehari-hari. Tapi, kamu tahu nggak sih apa arti sebenarnya dari kedua istilah itu?

Apa itu Code Switching?

Code switching merupakan perpindahan atau peralihan dari satu bahasa ke bahasa lain, biasanya terjadi antar kalimat atau antar bagian ucapan. Singkatnya, ini merupakan gaya bicara yang berpindah-pindah bahasa, sering kali antara Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris. Misalnya, ketika kita sedang ngobrol dalam Bahasa Indonesia, lalu diselipin kalimat dalam Bahasa Inggris. Gen Z sering banget ngelakuin ini, baik di chat, story, bahkan saat ngobrol langsung.

Contoh:

  1. “Tadi aku belajar akuntansi, but it was so hard!”

  2. “Aku lagi sibuk, I don’t have time buat ketemu sekarang.”

  3. “Aku lagi males makan, let’s just order food aja.”

  4. “Aku lagi on the way ke sekolah”

  5. “Udah noted, besok kita berangkat”

  6. “Aku tadi ketemu Crush kamu loh”

Apa itu Code Mixing?

Berbeda dengan code switching, code mixing merupakan pencampuran dua bahasa atau lebih dalam satu kalimat. Jadi, sebagian besar kalimat masih dalam satu bahasa, tapi disisipi kata atau frasa dari bahasa lain. Biasanya campuran ini nggak terlalu disadari karena udah jadi bagian dari keseharian.

Contoh:

  1. “Aku lagi capek banget today.”

  2. “Aku harus update aplikasi biar akses fitur terbaru.”

  3. “Aku belum makan siang, but lazy.”

  4. “Aku harus punya target agar mencapai achieve goal”

  5. “Aku suka banget fashion style kamu yang simple”

  6. “Aku lagi browsing internet buat cari referensi yang menarik”

  7. “aku lagi scroll timeline di instagram”

  8. “aku lagi online shoopping di marketplace favoritku”

Kata dan Istilah Populer yang Sering Digunakan Gen Z

Gen Z punya kosakata khas yang sering muncul di media sosial, obrolan, atau konten digital. Ini dia beberapa kata/istilah bahasa Inggris yang sering dipakai dalam code mixing, lengkap dengan artinya:

  1. Shock = Terkejut

  2. On the way = Dalam perjalanan

  3. Cool = Keren/parah banget

  4. Glow up = Perubahan fisik/penampilan positif

  5. Ghosting = Menghilang tanpa kabar

  6. I’m tired = Aku capek

  7. Love bombing = Kasih perhatian berlebihan di awal hubungan

  8. Crush = Gebetan

  9. OOTD = Outfit of the day

  10. Bad mood = Suasana hati jelek/ngambek

  11. Circle = Lingkaran pergaulan

  12. Typo = Salah ketik

  13. ILY = I love you

  14. Pick me = Cari perhatian berlebihan

  15. Flexing = Pamer

  16. Clingy = Manja

  17. Red flag = Tanda bahaya dalam hubungan

  18. Green flag = Memiliki hungan yang sehat

  19. Trust issue = Sulit percaya orang lain

  20. Love language = Cara seseorang menunjukkan cinta

  21. Body shaming = Menghina fisik

  22. Single era = Fase menikmati kesendirian

  23. Deep talk = Obrolan mendalam

  24. Positive vibes = Aura positif

  25. Morning person = Orang yang suka bangun lebih awal dan produktif di pagi hari

  26. Better = Lebih baik

  27. Noted = Dicatat

  28. Fine = Baiklah

  29. Cut off = Memutus hubungan

  30. Dramatic = Masalah yang dilebih-lebihkan (ekstra istilah tambahan)

Kesimpulan

Code switching dan code mixing bukanlah kesalahan berbahasa. Sebaliknya, keduanya adalah bentuk dinamika dan kreativitas bahasa, terutama di kalangan Gen Z Indonesia. Campur kode ini menunjukkan kemampuan adaptasi, daya ekspresi, dan pengaruh budaya global dalam keseharian. Jadi, kalau kamu sering ngomong campur-campur, itu artinya kamu adalah bagian dari perubahan cara komunikasi generasi baru—yang santai, ekspresif, dan fleksibel. khususnya di kalangan Generasi Z, menunjukkan bagaimana bahasa dan budaya terus berkembang dalam era globalisasi menjadi lebih dinamis dan adaptif dalam menghadapi perubahan zaman

Bahasa terus berkembang, dan Gen Z adalah buktinya.