Konten dari Pengguna

Peningkatan Penggunaan QRIS di Indonesia ? Pendesaan Juga Butuh QRIS ?

Rendi Dwi Andika

Rendi Dwi Andika

Mahasiswa tingkat akhir Prodi Perbankan Syariah di UIN Raden Fatah

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Rendi Dwi Andika tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

KKN UIN Raden Fatah Palembang – Desa Tanjung Baru mengedukasi penggunaan QRIS untuk memudahkan transaksi digital bagi pelaku UMKM desa
zoom-in-whitePerbesar
KKN UIN Raden Fatah Palembang – Desa Tanjung Baru mengedukasi penggunaan QRIS untuk memudahkan transaksi digital bagi pelaku UMKM desa

QRIS (Quick Response Code Indonesian Standard) adalah standar kode QR yang dikembangkan oleh Bank Indonesia dan Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia (ASPI) untuk memudahkan transaksi pembayaran digital di Indonesia. Penggunaan QRIS di Indonesia terbilang cukup tinggi yaitu sebesar 47,8 juta pengguna untuk tahun sekarang (2025). Tentu ini merupakan angka yang cukup tinggi, akan tetapi penggunaan QRIS di Indonesia saat ini masih belum merata.

Menjadi Perbincangan Hangat di Negeri Paman Sam, Amerika Serikat

Kabar membahagiakan datang dari negeri kita tercinta yakni Indonesia , usai menjadi sorotan hangat dan perhatian oleh Amerika Serikat terhadap alat pembayaran QRIS ( QUICK RESPONSE CODE INDONESIAN STANDARD ), Tercatat kenaikan pesat yang sangat signifikan. Pada bulan mei 2025, jumlah transaksi QRIS di negri kita ini mencapai 151 %. Angka kenaikan ini memberikan antusiasme dan kepercayaan / masyarakat, serta juga para pelaku usaha bagi alat pembayaran digital kebanggan kita semua ini. Pedangang – pedagang dan UMKM di Indonesia, inilah konkrit kemajuan QRIS, teruslah menjadi bagiann dari ekosistem digital di Indonesia

Lonjakan Pesat Penggunaan QRIS di Indonesia pada bulan Mei 2025

Pertumbuhan alat pembayaran QRIS sebesar 151 % di bulan Mei 2025 , dan ini menjadi hal konkrit walaupun menjadi perbincangan di kancah internasional, adopsi QRIS di negeri ini justru semakin kuat. Keamanan, Kecepatan, dan Kemudahan yang ditawarkan QRIS menjadi alas an utama mengapa semakin banyak masyarakat dan pelaku usaha yang memilih metode pembayaran ini.

Mengapa Desa Minim Penggunaan QRIS ?

Penggunaan QRIS di Desa sangatlah minim ,seperti yang saya alami selama KKN di Desa Tanjung Baru, Kabupaten ogan ilir, kecamatan indralaya. Saya mengamati di Desa tersebut para pelaku UMKM kebanyakaan tidak menggunakan QRIS, dan hanya menggunakan CASH saja. Kenapa? di karenakan agen BRI link dan agen Dana, cukup jauh dari Desa tersebut, saya juga sempat kesulitan selama KKN karena tidak bisa menemui agen dana untuk menukarkan uang. Dan saya sebagai konsumen tidak bisa membayar menggunakan QRIS, sebab para pedagang belum banyak yang menggunakan alat pembayaran tersebut.

Desa Membutuhkan QRIS ?

Desa di Indonesia mempunyai kemampuan besar dalam sector ekonomi, terkhusus dengan banyaknya usaha mikro, kecil, dan menengah ) yang menjadi tulang punggung ekonomi Desa. Tapi, salah satu halangan terbesar yang ditemui oleh pelaku UMKM di desa adalah kendala akan akses ke system keuangan modern, Seperti perbankan dan layanan pembayaran digital . Penggunaan QRIS menjadikan pembayaran yang lebih mudah dan Praktis untuk para pelaku Konsumen, Pedagang dan pelaku UMKM di Kota maupun di Desa, yang ingin serba cepat juga praktis. Hadirnya QRIS UMKM di desa kini lebih praktis mengakses alat pembayaran digital tanpa bergantung pada infrastruktur perbankan yang rumit. Dengan menggunakan telpon seluler atau smartphone, Para pelaku usaha bisa menerima pembayaran dari berbagai, platform e- wallet dan mobile banking. Hal ini menjadikan kemudahan bagi para pelanggan yang mau bertansaksi tanpa harus menggunakan uang cash.