Pengaruh Globalisasi terhadap Seni Tari Tradisional

Mahasiswa S1 Teknologi Hasil Perikanan Universitas Airlangga
·waktu baca 5 menit
Tulisan dari Renggita Arumdhani Pratiwi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Globalisasi merupakan suatu peristiwa yang menimbulkan banyak perubahan dalam segala aspek kehidupan masyarakat terutama generasi muda. Kemudahan dalam mendapatkan informasi mengubah pola pikir generasi muda menjadi lebih modern. Hal ini dapat mempengaruhi minat generasi muda dalam melestarikan kesenian tradisional Indonesia.
Seni adalah keahlian membuat karya yang bermutu dilihat dari segi kehalusan dan keindahan. Seni merupakan karya yang diciptakan dengan keahlian luar biasa, seperti tarian, lukisan, dan ukiran. Seni juga bisa dapat diartikan sebagai suatu aspek kehidupan yang merujuk pada keindahan atau merujuk pada estetis. Secara teoritis, seni atau kesenian didefinisikan sebagai manifestasi budaya pikiran dan rasa, kemauan, dan karya manusia yang memenuhi syarat-syarat estetik.
Keberadaan kesenian tradisional biasa dianggap sebagai ekspresi dan identitas kultural berbasis kearifan dan keunikan lokal suatu masyarakat. Selain itu, kesenian tradisional telah ada dan berkembang melalui tradisi atau kebiasaan dari suatu masyarakat, serta untuk mempertahankan kolektivitas sosial. Seiring dengan perkembangan zaman yang terus menerus berlangsung, seni sebagai bagian dari kebudayaan pun masih berlangsung dan berkembang.
Modernisasi adalah suatu proses perubahan dari sebuah arah atau asal ke arah yang lebih maju, dengan kata lain meningkat dalam berbagai aspek kehidupan manusia. Dewasa ini, tanpa disadari kesenian tradisional lama kelamaan terus terkikis dan mulai diminati. Banyak remaja atau generasi muda yang lebih memilih kesenian modern seperti western pop, korean pop, dan sebagainya. Hal seperti ini disebabkan oleh banyak faktor, salah satunya masuknya berbagai kesenian dan kebudayaan barat dari berbagai media yang telah berkembang.
Globalisasi dan Minat Generasi Muda
Globalisasi merupakan konsep yang berkaitan dengan internasionalisasi, universalisasi, liberalisasi, dan westernisasi. Globalisasi sangat mempengaruhi kehidupan dan pola pikir masyarakat dunia, demikian pula dengan masyarakat Indonesia.
Beragamnya budaya barat yang masuk menjadi sesuatu yang baru dan menjadi ketertarikan tersendiri bagi generasi muda untuk mempelajari dan menerapkan budaya tersebut dalam kehidupan sehari-hari yang mengakibatkan pudarnya budaya lokal atau kurang eksistensi budaya lokal ini diakibatkan oleh kurangnya atau hilangnya ketertarikan atau minat generasi muda terhadap budaya lokal.
Generasi muda memiliki potensi yang lebih besar untuk terpengaruh arus globalisasi ini, karena generasi muda memiliki pemikiran yang lebih terbuka untuk menerima berbagai pembaruan. Hal ini dapat mengubah pola pikir generasi muda menjadi lebih maju dan modern sehingga mampu membuat bangsa Indonesia lebih berkembang dan maju. Tetapi, tidak sedikit juga generasi muda yang lebih banyak mendapatkan pengaruh buruk dari perubahan ini, sehingga dapat berisiko terhadap banyaknya generasi muda yang kehilangan identitasnya sebagai bangsa Indonesia.
Beragamnya budaya barat yang masuk menjadi sesuatu yang baru dan menjadi ketertarikan tersendiri bagi generasi muda untuk mempelajari dan menerapkan budaya tersebut dalam kehidupan sehari-hari yang mengakibatkan pudarnya budaya lokal atau kurang eksistensi budaya lokal ini diakibatkan oleh kurangnya atau hilangnya ketertarikan atau minat generasi muda terhadap budaya lokal.
Generasi muda Indonesia memiliki potensi lebih, yang diharapkan mampu untuk mempertahankan kelestarian budaya Indonesia yang merupakan bagian dari identitas nasional bangsa Indonesia. Semakin majunya arus globalisasi membuat rasa cinta dan bangga terhadap budaya semakin berkurang, sehingga semakin lama, rasa bangga terhadap budaya sendiri bisa menghilang dan menurunkan rasa memiliki terhadap bangsa sendiri. Hal ini sangat berdampak negatif bagi jiwa nasionalisme generasi muda asli Indonesia.
Kesenian Tradisional di Indonesia
Banyak orang menganggap bahwa kesenian tradisional adalah kesenian yang telah berumur lama atau kuno yang telah lahir berpuluh-puluh bahkan beratus-ratus tahun yang lalu. Tarian tradisional merupakan salah satu bentuk seni pertunjukan yang tak terpisahkan dari kebudayaan suatu masyarakat atau kelompok etnis tertentu. Dalam keragaman jenis, gaya, dan bentuknya, tarian tradisional mencerminkan latar belakang geografis, sejarah, serta kepercayaan budaya dari masyarakat yang menghasilkannya.
Lewat tarian tradisional, masyarakat bisa merasa bersatu, menghormati leluhur, serta memperkuat identitas kolektif mereka. Walaupun sering kali dianggap sebagai bagian dari masa lalu, upaya-upaya terus dilakukan untuk melestarikan dan menghidupkan kembali seni tari tradisional di era modern. Di zaman modern, tari tradisional mengalami tantangan dan perubahan yang signifikan. Perkembangan teknologi, arus globalisasi, dan pergeseran budaya telah merubah cara masyarakat memahami, menikmati, dan menghargai tari tradisional.
Kesenjangan generasi juga berperan penting dalam menentukan minat dan partisipasi dalam praktik tari tradisional. Sebagai contoh, generasi muda cenderung lebih terpapar pada hiburan modern seperti musik populer dan film Hollywood, yang dapat mengurangi minat mereka terhadap tari tradisional seperti Tari Kecak di Bali atau Tari Saman di Aceh. Dampak zaman modern terhadap praktik tari tradisional Indonesia tercermin dalam perubahan pola konsumsi hiburan, preferensi budaya, dan minat generasi muda dalam menjaga serta mengembangkan warisan budaya tari tradisional.
Selain itu, popularitas dance K-pop di kalangan generasi muda Indonesia juga mencerminkan pengaruh zaman modern terhadap praktik tari tradisional. Dance K-pop telah menjadi tren yang sangat diminati, dengan banyaknya penggemar yang aktif menirukan gerakan yang ditampilkan oleh idola K-pop mereka. Seiring dengan meningkatnya popularitas dance Kpop, minat terhadap tari tradisional bisa tergerus karena kurangnya promosi dan paparan di kalangan masyarakat yang lebih muda.
Dampak Globalisasi terhadap Kesenian Tradisional
Dampak positif globalisasi dalam aspek sosial budaya, yaitu:
Nilai sosial dan budaya Indonesia dapat diperkenalkan kepada dunia internasional.
Indonesia dapat mengikuti kunjungan sosial budaya dari negara lain sehingga kita bisa menyerap nilai budaya yang baik untuk dikembangkan di Indonesia tanpa merubah jati diri Bangsa Indonesia.
Adapun dampak negatif globalisasi dalam aspek sosial budaya, diantaranya:
Ada pertukaran seni dan budaya atau pengakuan kepemilikan oleh negara lain.
Bangsa Indonesia lebih mengadopsi nilai-nilai yang dianut bangsa barat.
Terjadinya akulturasi seni dan budaya antara budaya barat dan budaya timur.
Penyebab Utama terhadap Pergeseran Tari Tradisional
Penyebab utama dari pergeseran tari tradisional dapat bervariasi, namun sejumlah faktor yang umumnya berkontribusi meliputi:
Perubahan gaya hidup, transisi dalam kebiasaan hidup masyarakat bisa mengakibatkan menurunnya ketertarikan pada praktik tari tradisional.
Kemajuan teknologi, perkembangan teknologi dan media massa telah mengubah cara masyarakat memperoleh informasi dan hiburan.
Pengaruh globalisasi, budaya populer dari negara lain cenderung lebih dominan dalam pasar hiburan global, mengalihkan minat masyarakat dari tari tradisional ke hiburan modern yang lebih populer.
Generasi, preferensi yang berbeda antara generasi yang lebih muda dan generasi yang lebih tua juga dapat menjadi faktor memengaruhi pengakuan terhadap tari tradisional.
Kesimpulan
