Konten dari Pengguna

Mahasiswa KKN Undip Kenalkan Biopori dari Plastik Bekas, Warga Antusias

Renny Kusuma Dewi

Renny Kusuma Dewi

Mahasiswi Program Studi Agribisnis Fakultas Peternakan dan Pertanian Universitas Diponegoro

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Renny Kusuma Dewi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Program Sosial Kemasyarakatan Tim KKN IDBU-86 Universitas Diponegoro di Penggaron Kidul

Dokumentasi Bersama Peserta Sosialisasi KKN IDBU 86 Universitas Diponegoro di RW 02 Penggaron Kidul, Semarang.
zoom-in-whitePerbesar
Dokumentasi Bersama Peserta Sosialisasi KKN IDBU 86 Universitas Diponegoro di RW 02 Penggaron Kidul, Semarang.

Semarang, 26 Juli 2025 – Pemerintah Kota Semarang saat ini tengah gencar mendorong gerakan pilah sampah dan pembuatan bank sampah sebagai upaya untuk mengurangi permasalahan sampah di lingkungan perkotaan. Melihat peluang tersebut, mahasiswa KKN Universitas Diponegoro, Renny yang tergabung dalam Tim II KKN IDBU 86 yang dibimbing oleh Pak Fajrul Falah, S.Hum., M.Hum, Bu Riris Tiani, S.S., M.Hum., dan Pak Bagus Nuari Priambudi, S.T., M.T, menyelenggarakan sosialisasi yang berjudul “Pembuatan Biopori Sederhana dari Limbah Plastik Bekas”. Sosialisasi tersebut merupakan program penunjang dari tema besar yang diusung dalam pelaksanaan program Kuliah Kerja Nyata (KKN) di RW 02 Kelurahan Penggaron Kidul, Kecamatan Pedurungan yakni mengenai Pilah Sampah dan Bank Sampah. Latar belakang dipilihnya sosialisasi ini sebagai program penunjang karena adanya permasalahan masyarakat mengenai penumpukan sampah rumah tangga yang kerap menimbulkan bau tidak sedap.

Dalam sosialisasi tersebut, mahasiswa KKN Undip menjelaskan bahwa pembuatan media biopori sederhana dari sampah plastik sementara isi lubang biopori berasal dari sampah organik rumah tangga seperti sisa makanan dan kulit buah dapat menjadi solusi alternatif untuk menanggulangi permasalahan terkait penumpukan sampah dan menjadi cara untuk memanfaatkan kembali sampah organik maupun anorganik. Tim II KKN Undip memperkenalkan metode pembuatan biopori menggunakan galon atau botol plastik bekas yang dilubangi menggunakan solder panas. Warga juga dijelaskan cara untuk mengisi lubang tersebut dengan sampah organik rumah tangga seperti sisa sayuran, kulit buah, dan daun kering yang nantinya akan terurai menjadi kompos alami.

Prototype Biopori Sederhana dari Limbah Plastik yang digunakan pada Proses Sosialisasi di RW 02 Kelurahan Penggaron Kidul, Kecamatan Pedurungan, Kota Semarang

Program ini merupakan salah satu dari beberapa rangkaian program edukatif dan sebagai bentuk dukungan mahasiswa Undip terhadap sistem pengelolaan sampah berbasis masyarakat yang tengah digencarkan oleh pemerintah melalui bank sampah. Dengan biopori, sampah tidak hanya dipilah, tetapi juga dimanfaatkan kembali secara sederhana dan terjangkau sehingga masyarakat dapat langsung menerapkannya di rumah masing-masing.

“Dengan memanfaatkan limbah plastik sebagai wadah biopori, dan limbah organik sebagai isinya, warga dapat berkontribusi langsung dalam mengurangi jumlah sampah yang menumpuk,” terang salah satu anggota tim saat sosialisasi berlangsung.

Warga Penggaron Kidul menyambut positif program ini. Antusiasme terlihat dari partisipasi aktif dan keinginan warga untuk mencoba menerapkan di rumah ketika sosialisasi pembuatan biopori sederhana berlangsung. Selain bermanfaat bagi lingkungan, biopori juga dapat menyuburkan tanah, mengurangi genangan air, dan mendukung pertanian skala rumah tangga.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa Undip berharap budaya pilah sampah dan pengelolaan sampah organik ini dapat tumbuh secara mandiri di masyarakat. Sejalan dengan gerakan kota Semarang menuju kota yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan.