Si Cantik Matik yang Digemari Banyak Pria

RESA SEPTIANA
Mahasiswa Institut Teknologi Telkom Purwekerto
Konten dari Pengguna
12 Juli 2021 9:51 WIB
·
waktu baca 4 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Tulisan dari RESA SEPTIANA tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Yamaha Aerox 155 VVA , ( Sumber foto Pixabay )
zoom-in-whitePerbesar
Yamaha Aerox 155 VVA , ( Sumber foto Pixabay )
ADVERTISEMENT
Skuter Matik 155 cc?
Mungkin buat remaja zaman sekarang sudah banyak yang tau tentang motor matik yang satu ini, Skutik dengan desain aerodinamis tergolong unik karena tampil sporty dan kapasitas besar.
ADVERTISEMENT
Di awal kemunculannya pada tahun 2016 hingga saat ini, Yamaha sudah melakukan beberapa kali perubahan pada salah satu keluarga Maxi-Yamaha tersebut.
Meskipun masih kalah dengan saudaranya, yakni NMAX, keduanya mendominasi pasar skutik kelas 155cc. Lantas, apa yang menarik dari Aerox 155 VVA?
Aerox 155 VVA dirancang memiliki karakteristik body yang gagah dan aerodinamis dengan ciri khas "X" motif yang memberikan kesan sporty dan memberikan rasa bangga bagi pengendaranya. Desain bagasi yang luas berkapasitas 25 liter mampu menampung banyak barang bahkan helm.
Dibekali dengan LCD DISPLAY seluas 5,8 inci, Speedometer Full Digital Multifunction Information Display (MID) memberikan kesan futuristik bagi pengendara.
Speedometer Yamaha Aerox 155 VVA , ( Sumber foto Pixabay )
Body Aerox 155 VVA cukup besar dan bongsor. Yamaha Aerox 155 VVA memiliki panjang 1.990 mm, lebar 700 mm, dan ketinggian 1.125 mm serta memiliki bobot hingga 116 Kg dengan jarak sumbu rodanya mencapai 1350 mm.
ADVERTISEMENT
Motor ini memakai suspensi depan teleskopik dan suspensi belakang Unit Swing dengan dua buah shock breaker. Dengan kedua suspensi tersebut, Yamaha Aerox 155 VVA dianggap mampu meredam setiap guncangan ketika berkendara.
Kontrol pengereman pada roda depan yang lebih maksimal dengan Anti-Lock Braking System (ABS) membuat berkendara lebih aman.
Aerox 155 VVA Dibekali dengan tipe Mesin Liquid cooled 4-stroke, SOHC. Kapasitasnya 155 cc generasi baru yang dilengkapi dengan "Variable Valve Actuation" (VVA). Diklaim akan mampu menghasilkan performa tarikan mesin lebih bertenaga dan sangat gahar untuk kelas skutik, dengan torsi maksimum 13.8 Nm /6250 rpm.
Mengapa Yamaha Aerox Diminati Banyak Pria?
Walau tidak masuk ke dalam keluarga MAX-Series, Yamaha Aerox 155VVA mencatat angka penjualan lebih dari 10.000 unit sejak inden online dibuka pada Januari lalu. Saat ini Yamaha Aerox 155 VVA terbilang sukses di pasar Indonesia.
ADVERTISEMENT
PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) menjelaskan kenaikan penjualannya ini terlalu tajam. Artinya, sambutan konsumen di Tanah Air sangat luar biasa. Tentu ada alasan kenapa Aerox 155 VVA diincar konsumen.
Abidin, GM Aftersales & Motorsport PT YIMM menjelaskan, “Konsumen merasa surprise, berbeda dari melihat foto, begitu liat aslinya motornya lebih gede. Dan mereka bilang worth banget dengan harga segini. Bannya lebar, powernya juga enak," ujarnya. Selain itu, ada satu alasan kenapa Aerox 155 VVA begitu digemari.
Yaitu kemudahan mendapatkan komponen aftermarket, serta paket modifikasi dari motor bermesin 155 cc pendingin cair tersebut di Indonesia, makanya motor ini diburu pecinta skuter sport. "Racun modifikasinya tiba-tiba sudah menyebar. Saya juga bingung idenya darimana.
ADVERTISEMENT
Menurut saya sekarang ini sudah bukan era industrial, tapi era custom and customized. Meski yang namanya aksesoris kita nggak pernah ngasih ke mereka. Tapi tiba-tiba mereka sudah punya suspensi, atau parts lain.
Bagaimana sih Pengalaman Memakai Yamaha Aerox 155?
Touring Yamaha Aerox 155 VVA , ( Sumber Foto Pribadi )
Yamaha Aerox punya teman saya alias si Roxi dipakai short escape ke Puncak Taraju. Waktu berangkat bertiga, Saya yang masih memakai motor beat waktu itu meminjam motor teman saya si Roxi.
Jujur, dengan komposisi duduk dua orang penumpang dewasa dan, porsi jok masing-masing penumpang sangat luas. Karena Yamaha Aerox terhitung punya bodi yang gambot dan jarak antar sumbu roda yang panjang.
Ini benar-benar sangat terasa nyaman, Yamaha Aerox menurut saya tidak cocok sebagai motor keluarga. Ini adalah skutik sport buat individu yang ingin motor laki tapi pengin rileks, gak direpotkan urusan tarik kopling dan ganti gigi.
ADVERTISEMENT
Yamaha Aerox juga cocok pacaran. Posisi joknya yang berundak, itu membuat pengemudi bakalan makin intim sama boncengannya…:)
Selain bukan untuk motor keluarga, Yamaha Aerox juga gak pas untuk mobilitas di jalan yang sempit. Pasalnya dengan jarak antar sumbu roda 1350 mm dan bodi yang gambot, agak lumayan merepotkan saat ingin berputar di ruas jalan sempit.
Lalu untuk kebutuhan seperti apa Yamaha Aerox paling pas, selain buat pecinta motor sport yang gak mau pakai gigi dan kopling, serta kendaraan romantis buat pacaran? Ini sudut pandang khas secangkir kopi.
Desainnya yang gagah, kekar dan seksi; Yamaha Aerox dapat diklasifikasikan sebagai simbol suatu pencapaian dengan harga yang relatif terjangkau. Sederhananya, Yamaha Aerox adalah skutik gaya hidup yang nebusnya relatif hemat.
ADVERTISEMENT
Posisi berkendara individual, atau dengan satu boncengan (khususnya pacar atau bini), Yamaha Aerox enak banget dipakai jalan jauh atau touring. Ada kesan angkuh dan bangga saat duduk di atas dan mengendarainya.
Kalau mau bawa teman, paling banyak satu dengan komposisi duduk seperti itu, penumpang (dua dewasa) masih okelah.
Impresi Mesin: Performa mesin dengan hitung-hitungan (versi pabrikan) tenaga puncak 14,7 hp / 8.000 rpm dan torsi maksimal 13,8 Nm / 6.250 rpm, terhitung cukup (tidak luar biasa) untuk melibas jalur tikungan dan tanjakan ke arah Puncak Taraju.
Impresi Kaki-Kaki: Urusan kinerja kaki-kaki, Saya suka. Kinerja sokbreker yang rada keras dan bunyi 'jedug' ketika melibas jalan rusak atau polisi tidur, justru mencipta impresi yang lumayan enak buat melibas tikungan.
ADVERTISEMENT
Untuk pengereman terhitung cukup pakem buat mengurangi laju kendaraan, terhitung standar meski tidak bisa disebut juga luar bisa tapi cukup.
Kinerja ban standar berukuran gambot IRC SCT-005 110/80-14 (depan) dan IRC SCT-005R 140/70-14 (belakang) yang sudah tubeless pun mantap gripnya di berbagai kondisi permukaan jalan yang kami lalui.
Ada di satu waktu di sebuah tikungan selepas Taraju menuju jalan raya Puncak, ada ceceran pasir di permukaan jalan yang berakibat ban depan sedikit slip kehilangan grip, Tapi terhitung minim dan tetap bisa dikontrol dengan cukup mudah.
Ini menunjukkan ban standar IRC yang ada di Yamaha Aerox memang sebuah kombinasi yang pas. Perjalanan short escape (alias kabur bentaran) ke Puncak Taraju kemarin terhitung cukup menyenangkan buat hiburan sejenak, menghirup udara sejuk dan dingin kawasan pegunungan, menikmati pandangan indah kawasan perkebunan teh, sekaligus bersyukur dengan setiap karunia hidup.
ADVERTISEMENT
Hmm, itu saja dulu share alias bagi-bagi pengalamannya, Semoga ada manfaatnya, nanti kalau ada pengalaman baru lagi soal skutik naik si Roxi ini akan ceritakan kembali.