Mengenal Penyakit TBC dan Cara Pencegahannya

Mahasiswa UIN Syarif Hidayatullah Jakarta
Tulisan dari Resty Noor Fitria tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Tahukah Anda? Tuberkulosis adalah suatu penyakit menular yang dapat disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis. Sampai saat ini, Tuberkulosis menjadi penyakit menular sangat berbahaya di dunia, Ada beberapa jenis Mycobacterium, yaitu Mycobacterium tuberculosis, Mycobacterium africanum, Mycobacterium bovis, dan Mycobacterium leprae dll. Penyakit tersebut dapat Anda ketahui sebagai Bakteri Tahan Asam (BTA). Adapun kelompok bakteri Mycobacterium selain Mycobacterium tuberkulosis yang dapat menyebabkan penyakit saluran pernafasan disebut MOTT (Mycobacterium Other Than Tuberculosis) dan dapat memengaruhi diagnosis dan pengobatan tuberkulosis.
Terdapat beberapa gejala utama penderita tuberkulosis paru yang perlu kita ketahui adalah batuk disertai dahak selama 2 Minggu berturut-turut. Setelah batuk, gejala tambahan nya yaitu :
• Batuk berdahak disertai dengan darah
• Terjadinya batuk darah
• Sesak napas
• Lemas pada tubuh
• Tidak nafsu makan
• Turun nya berat badan
• Malaise (tidak enak badan)
• Keluarnya keringat malam tanpa aktivitas fisik
• Demam pada tubuh yang berkelanjutan lebih dari 1 bulan.
Untuk pasien yang terkena HIV positif, batuk tidak selalu menjadi gejala tuberkulosis, sehingga batuk tidak selalu berlangsung lebih dari dua minggu. Organisasi Kesehatan Dunia menggunakan tiga indikator : TBC, TBC/HIV, dan MDR-TBC, untuk menentukan negara dengan paparan TB tertinggi (HBC), daftar tersebut mencakup 48 negara. Negara dapat dimasukkan dalam salah satu, kedua, atau ketiganya. Indonesia dan 13 negara lainnya, sudah memasuki dalam daftar tiga indikator HBC. Hal tersebut berarti Indonesia mempunyai masalah besar dalam pengobatan tuberkulosis.
Adapun jumlah penderita baru tuberkulosis yang terjadi di Indonesia pada tahun 2017 sebanyak 420.994 kasus. Berdasarkan jenis kelamin manusia, terdapat beberapa jumlah kasus tuberkulosis baru di tahun 2017 1,4 kali lebih tinggi pada pria dibandingkan pada wanita. Berdasarkan dari hasil survei prevalensi tuberkulosis tersebut, prevalensi laki-laki tiga kali lipat lebih tinggi dari perempuan. Hal serupa juga terjadi di negara lain.
Mengapa pria mudah terpapar faktor risiko tuberkulosis?
Hal tersebut dikarenakan banyak pria yang mengonsumsi rokok dan tidak mematuhi untuk meminum obat secara teratur. Studi tersebut menemukan bahwa dari 68,5 partisipan pria yang merokok, dan hanya terdapat 3,7% partisipan wanita yang merokok. TBC paru dapat disebabkan ketika sistem kekebalan tubuh semakin memburuk. Faktor risiko ini dapat diselidiki dari sudut pandang epidemiologi, melihat kejadian penyakit sebagai hasil interaksi antara tiga komponen yaitu :
- Host (pejamu)
Di sisi ini, kerentanan terhadap infeksi M. tuberculosis pada saat ini sangat dipengaruhi pada sistem kekebalan tubuh kita. Orang yang terinfeksi HIV/AIDS atau yang kurang gizi lebih besar kemungkinannya untuk terinfeksi TBC
- Agent (penyebab)
Agent dari penyakit TBC paru adalah Mycobacterium tuberculosis. Tuberkulosis berbentuk batang dengan panjang 1-4 um dan ketebalannya 0,3-0,6 um tergolong pada batil asam (BTA). Pada bagian luar tubuh kita, bakteri ini hidup di lingkungan yang sangat lembap, namun tidak kuat terhadap sinar matahari.
- Environment (lingkungan).
Keadaan lingkungan tempat tinggal yang dapat memengaruhi timbulnya penyakit TBC tersebut yaitu tidak muncul sinar ultraviolet pada rumah kita, tidak terdapat ventilasi udara, lingkungan yang lembap, suhu ruangan, dan kepadatan penghuni pada rumah kita.
Apa saja hal yang dapat mencegah faktor risiko TBC?
Pencegahan faktor risiko TBC dapat kita lakukan dengan cara berikut ini, yuk simak baik-baik langkah pencegahan nya :
Meningkatkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS)
Perilaku Hidup Bersih dan Sehat atau dapat disingkat PHBS adalah bentuk upaya pelayanan kesehatan sebagai pencegahan dari segala macam penyakit termasuk TBC. PHBS sebenarnya sangat mudah untuk dilaksanakan, tetapi banyak sekali orang yang meremehkan hal tersebut dan berdampak buruk bagi kesehatan kita. PHBS merupakan perilaku kesehatan yang dapat kita lakukan untuk menjaga kesehatan dengan baik dan berperan aktif dalam kesehatan masyarakat.
Membudayakan perilaku etika batuk
TBC dapat menular melalui dahak dan air liur yang keluar pada mulut. Maka dari itu, kita diharuskan untuk menutup mulut ketika hendak ingin bersin dan batuk, hal tersebut merupakan termasuk cara yang dapat dilakukan seorang pasien TBC agar mencegah dari penularan penyakit tersebut.
Sebaiknya setelah Anda bersentuhan atau berjabat tangan, hendaklah untuk segera menggunakan tisu lalu membuang tisu tersebut ke tempat sampah agar penularan penyakit tidak mudah menyebar, dan segera mencuci tangan Anda menggunakan sabun atau hand sanitizer yang mengandung alkohol agar diri Anda dapat terhindar dari penyakit tersebut.
Meningkatkan daya tahan tubuh
Salah satu upaya untuk meningkatkan daya tahan tubuh yaitu dengan cara rajin berolah raga dan mengonsumsi makanan yang sehat. Dengan adanya aktivitas tersebut dapat memenuhi kekebalan daya tahan tubuh agar tetap sehat dan terhindar dari berbagai penyakit.
Mencegah infeksi TBC pada Fasilitas Pelayanan
Salah satu cara pencegahan faktor TBC lainnya yaitu dengan penerapan pencegahan dan pengendalian infeksi TBC pada pelayanan sekitar contohnya puskesmas atau rumah sakit, karena sangat berperan penting pada pengendalian pasien yang terinfeksi TBC.
