Aksi TANAM Mahasiswa Unisa Yogyakarta di Panti Asuhan Lewat Proyek Fiqih Hijau

Saya Retno Anggi Kusuma Dewi, Mahasiswa Ilmu Komunikasi Universitas Aisyiyah Yogyakarta, yang memiliki minat dalam media, public relation dan komunikasi digital.
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Retno Anggi Kusuma Dewi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

SLEMAN – Mahasiswa Program Studi Ilmu Komunikasi Universitas ‘Aisyiyah (Unisa) Yogyakarta menggelar kegiatan penanaman pohon dan sayuran di Panti Asuhan Putri Muhammadiyah yang terletak di Dusun Jamblangan, Purwobinangun, Pakem, Sleman pada Minggu (6/7/2025). Kegiatan ini merupakan bagian dari proyek “Fiqih Hijau” yang mengangkat isu kepedulian terhadap lingkungan melalui pendekatan nilai-nilai Islam.
Mengusung tema TANAM: Tata Asrama Nyaman dan Asri Melalui Penanaman, acara berlangsung dari pukul 08.30 hingga 11.30 WIB. Selain penanaman, mahasiswa juga melakukan penyuluhan kepada anak-anak panti asuhan mengenai pentingnya menjaga lingkungan dan memanfaatkan lahan kosong secara produktif.
Asrama yang menjadi lokasi kegiatan ini sebenarnya memiliki lahan yang cukup luas, namun masih belum termanfaatkan secara optimal. Banyak area yang kosong, minim tanaman, dan kurang terawat. Oleh karena itu, kegiatan reboisasi dianggap penting untuk menciptakan lingkungan yang lebih hijau dan nyaman.
Dalam Islam, merawat alam merupakan bagian dari tanggung jawab manusia sebagai khalifah di bumi. Ajaran fiqih hijau menekankan pentingnya menanam, menjaga kelestarian lingkungan, dan tidak melakukan kerusakan. Hal ini sejalan dengan sabda Nabi Muhammad SAW: “Jika kiamat tiba sementara di tangan salah seorang di antara kalian ada benih tanaman, maka tanamlah ia.” (HR. Ahmad).
Dalam upaya memaksimalkan pemanfaatan lahan sekaligus mendorong ketahanan pangan lokal, kegiatan penanaman berbagai jenis tanaman produktif telah dilaksanakan dengan melibatkan partisipasi aktif asrama. Kegiatan ini tidak hanya bertujuan menghijaukan lingkungan, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi dan gizi melalui hasil panennya.
Salah satu tanaman utama yang ditanam adalah ketela pohon, yang dikenal luas sebagai sumber karbohidrat alternatif. Ketelanya dapat diolah menjadi berbagai jenis makanan, mulai dari makanan pokok hingga camilan bergizi. Selain itu, daun ketela juga dapat dimanfaatkan sebagai sayuran hijau yang kaya akan nutrisi.
Tak hanya itu, berbagai tanaman rempah-rempah turut ditanam dalam kegiatan ini. Tanaman-tanaman ini tidak hanya memperkaya cita rasa masakan, tetapi juga memiliki nilai jual dan khasiat kesehatan yang tinggi. Di antara yang ditanam adalah pohon jeruk purut yang daunnya sering digunakan sebagai penyedap masakan khas Indonesia, serta daun pandan yang terkenal dengan aroma khasnya dan kerap digunakan dalam pembuatan kue tradisional.
Kegiatan ini juga mencakup penanaman sayuran cepat panen seperti sayur bayam dan kangkung, yang dapat dipanen dalam waktu singkat dan menjadi sumber pangan harian keluarga. Kehadiran sayuran-sayuran ini menjadi solusi cerdas untuk pemenuhan gizi.
Selain kegiatan penanaman, mahasiswa juga membuat papan edukasi yang berisi informasi seputar jenis tanaman yang ditanam. Papan ini dipasang di sekitar area tanam untuk membantu penghuni asrama lebih memahami pentingnya merawat tanaman serta meningkatkan keterlibatan mereka dalam menjaga keberlanjutan program TANAM.
Manfaat kegiatan TANAM ini pun sangat terasa, mulai dari meningkatkan kesadaran lingkungan, mengurangi genangan dan sampah liar, menumbuhkan rasa kebersamaan antar penghuni asrama, hingga menjadikan lahan kosong lebih produktif dan bernilai.
Kegiatan ini mendapatkan dukungan penuh dari pengurus panti asuhan dan masyarakat sekitar. Dengan adanya projek ini semoga bisa menjadi langkah awal anak-anak di panti asuhan untuk menanamkan nilai-nilai cinta lingkungan dan menjaga masa depan bumi yang lebih hijau dan sehat. Para mahasiswa berharap, pohon-pohon yang ditanam akan tumbuh besar dan memberikan manfaat untuk anak-anak di Panti Asuhan Putri Muhammadiyah Pakem dan masyarakat sekitar.
