Inflasi dan Daya Beli Masyarakat: Mengapa Uang Terasa Makin Cepat Habis?

Mahasiswi Program Studi Pendidikan Ekonomi di Universitas Pamulang
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Revalina putri Pratami tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pernah merasa uang yang baru diterima sudah cepat habis untuk kebutuhan sehari-hari? Harga makanan, transportasi, dan kebutuhan rumah tangga yang meningkat membuat masyarakat harus semakin bijak mengatur pengeluaran. Kondisi ini berkaitan erat dengan inflasi.
Badan Pusat Statistik mencatat inflasi Indonesia pada September 2026 sebesar 3,28 persen secara tahunan. Angka tersebut masih dalam sasaran inflasi, tetapi kenaikan harga tetap dapat dirasakan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari.
Ketika Harga Naik, Daya Beli Tertekan
Inflasi merupakan kenaikan harga barang dan jasa secara umum dan terus-menerus. Ketika harga meningkat sementara pendapatan tidak naik secara sebanding, daya beli masyarakat ikut tertekan.
Misalnya, uang Rp100.000 yang sebelumnya dapat digunakan untuk membeli beberapa kebutuhan, mungkin tidak lagi mampu membeli jumlah barang yang sama ketika harga meningkat. Akibatnya, masyarakat perlu menentukan kembali kebutuhan yang harus diprioritaskan.
Peran Kebijakan Moneter
Pengendalian inflasi merupakan salah satu bagian penting dari kebijakan moneter. Bank Indonesia berperan menjaga stabilitas harga melalui berbagai kebijakan, salah satunya suku bunga.
Pada September 2026, Bank Indonesia mempertahankan BI-Rate sebesar 5,75 persen. Kebijakan tersebut dilakukan untuk menjaga stabilitas rupiah, mengendalikan inflasi, dan tetap mendukung pertumbuhan ekonomi.
Perubahan suku bunga juga dapat memengaruhi masyarakat melalui bunga kredit, konsumsi, tabungan, dan keputusan investasi. Artinya, kebijakan moneter yang terlihat seperti kebijakan di tingkat nasional sebenarnya dapat memberikan dampak hingga kehidupan sehari-hari.
Menjaga Daya Beli Bersama
Inflasi tidak selalu berarti perekonomian sedang buruk. Inflasi yang terkendali justru diperlukan agar aktivitas ekonomi tetap berjalan. Namun, kenaikan harga yang terlalu tinggi dapat mengurangi kemampuan masyarakat memenuhi kebutuhan.
Karena itu, menjaga daya beli membutuhkan peran berbagai pihak. Bank Indonesia berperan melalui kebijakan moneter, pemerintah menjaga ketersediaan dan distribusi barang, sedangkan masyarakat dapat mengatur keuangan dengan menentukan prioritas pengeluaran.
Pada akhirnya, inflasi bukan sekadar angka dalam laporan ekonomi. Inflasi dapat terasa dari harga makanan, biaya transportasi, hingga jumlah uang yang tersisa setelah berbelanja. Menjaga inflasi tetap terkendali berarti ikut menjaga agar masyarakat tetap mampu memenuhi kebutuhan hidupnya.
Revalina Putri Pratammi, Universitas Pamulang
