Konten dari Pengguna

Soroti Isu Lingkungan, Mahasiswa UNJ Kembangkan Board Game Edukatif

Revan Faisal Rafi

Revan Faisal Rafi

Mahasiswa Psikologi Universitas Negeri Jakarta

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Revan Faisal Rafi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Proses Uji coba board game kepada anak kelas 6 di Jakarta (Sumber : Dokumentasi pribadi)
zoom-in-whitePerbesar
Proses Uji coba board game kepada anak kelas 6 di Jakarta (Sumber : Dokumentasi pribadi)

Jakarta - Lima Mahasiswa UNJ yang berasal dari Program Studi Psikologi menjawab permasalahan lingkungan melalui solusi tak terduga yaitu board game bernama “Sobat Bumi”. Riset ini dilaksanakan oleh Qireina Adelya Ekapaksi (ketua) bersama Fitra Mochamad Farel, Novia Putri Ardana, Muhammad Iqbaal Nabawi, dan Kartiko Rahman Sadewo, di bawah bimbingan Gita Irianda Rizkyani Medellu, M.Psi., Psikolog, riset PKM-RSH ini bertajuk "Sobat Bumi: Pengembangan Papan Permainan Berbasis Teori Pembelajaran Eksperiensial untuk Mengultivasi Konsep Keadilan Ekologis pada Anak-anak Urban Jakarta".

Targetnya menanamkan ecological justice yaitu cara pandang bahwa alam bukan objek eksploitasi, melainkan memiliki hak untuk diperlakukan adil setara manusia. Papan permainan berlatar Jakarta ini punya tiga area yaitu pemukiman, Sungai Ciliwung, dan wilayah perkotaan dengan dua indikator yang terus bergerak: banjir dan polusi. Pemain memilih satu dari empat karakter (Pemimpin Kota, Pengusaha, Relawan, Warga), lalu selama empat ronde harus merespons kartu Peristiwa dengan kartu Aksi.

“Mekanisme lain seperti adanya token hewan dan tumbuhan dibuat sebagai cara agar anak dapat belajar bahwa setiap keputusan yang diambil berdampak pada hewan dan tumbuhan.” Ujar Qireina, Jumat (4/9/2026).

Hasil Uji Coba

Saat melakukan uji coba pada anak - anak usia 10 - 12 tahun (Kelas 5 dan 6 SD) di 5 sekolah yang berada di Jakarta. Terdapat peningkatan pemahaman siswa mengenai konsep keadilan ekologis dan cara menjaga lingkungan. Menurut tim, lebih menarik saat melakukan proses wawancara bahwa, anak-anak mulai berani menjelaskan alasan memilih kartu, mengaitkan tindakan dengan naik-turunnya indikator, bahkan mengubah strategi di ronde berikutnya. Melalui hasil tersebut membuktikan bahwa anak belajar melalui proses bermain dan tidak hanya mengikuti alur permainan saja

Melalui hasil tersebut tim berharap bahwa papan permainan “Sobat Bumi” mampu menjadi media pembelajaran pendukung mengenai lingkungan. Sehingga, anak - anak tidak hanya mempelajari lingkungan melalui buku tetapi, melalui proses bermain yang tentunya sangat sesuai dengan usia anak di masa nya.

Di tengah berbagai isu lingkungan yang kian mengkhawatirkan, lima mahasiswa ini membuktikan: perubahan cara pandang generasi muda terhadap bumi bisa dimulai dari suatu hal yang sederhana.