Konten dari Pengguna

Blok M: Dari Kebayoran Lama hingga Jadi Panggung Kreatif Gen Z Jakarta

Betari Arumi Ayuningtyas

Betari Arumi Ayuningtyas

Siswi SMA Citra Berkat Tangerang

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Betari Arumi Ayuningtyas tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Kalian pasti sering lihat konten di TikTok tentang Blok M, kan? Mulai dari photobooth estetik, roti buaya khas Betawi, kopi susu kekinian, sampai kuliner legendaris kayak gultik Blok M, yang katanya sekali duduk bisa habis 13 piring! Tapi pertanyaannya, kok bisa Blok M sehits sekarang? Bagaimana sih sejarahnya?

Ilustrasi dihasilkan oleh AI melalui ChatGPT - Open AI, atas permintaan penulis.
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi dihasilkan oleh AI melalui ChatGPT - Open AI, atas permintaan penulis.

Sedikit mundur ke belakang, Blok M dulunya merupakan bagian dari kawasan Kebayoran Baru yang dibangun pada tahun 1950-an sebagai kota satelit Jakarta. Kawasan ini dirancang sebagai pusat hunian modern lengkap dengan fasilitas terminal, pusat belanja, dan ruang publik. Seiring waktu, Blok M tumbuh jadi ikon hiburan dan pusat pergaulan anak muda pada era 1980–1990-an. Mall, terminal, sampai kios kuliner berjejer rapat, membuat kawasan ini tak pernah sepi.

Ilustrasi dihasilkan oleh AI melalui ChatGPT - Open AI, atas permintaan penulis.

Namun, perkembangan zaman menghadirkan tantangan baru. Mall-mall megah di berbagai sudut Jakarta sempat menggeser pamor Blok M. Untungnya, kawasan ini tidak berhenti di situ. Modernisasi justru membawa napas baru. Generasi Z hadir dengan ide-ide segar yang mampu menghidupkan kembali Blok M. Photobooth Instagramable, kafe dengan konsep unik, hingga ruang kreatif seperti M Bloc Space berhasil mengisi kekosongan lama dan menarik ribuan pengunjung setiap minggunya.

Bukan cuma itu, Blok M kini rutin dipenuhi event menarik: konser musik, pameran seni, hingga festival kuliner yang membaurkan berbagai lapisan masyarakat. Ditambah lagi fasilitas publik seperti Taman Literasi, perpustakaan yang nyaman untuk baca buku, nongkrong, atau sekadar melepas penat. Semua ini membuat Blok M bukan hanya sekadar tempat belanja, tetapi juga ruang hidup yang “chill” dan ramah generasi muda.

Ilustrasi dihasilkan oleh AI melalui ChatGPT - Open AI, atas permintaan penulis.

Yang menarik, kreativitas Gen Z di Blok M adalah contoh perilaku positif menghadapi modernisasi. Alih-alih pasif menerima arus global, mereka menciptakan tren sendiri yang khas Jakarta. Dari membuka bisnis kopi lokal, menghidupkan komunitas seni, sampai mempopulerkan kembali kuliner legendaris, ide-ide ini membuktikan bahwa generasi muda punya peran penting dalam melestarikan sekaligus meregenerasi ruang kota.

Kesimpulannya, Blok M adalah bukti nyata bahwa ruang kota bisa terus relevan ketika mampu beradaptasi. Dari sejarahnya sebagai bagian Kebayoran, hingga transformasinya menjadi ruang kreatif anak muda, Blok M menegaskan satu hal: modernisasi bukanlah ancaman, melainkan peluang untuk tumbuh bersama identitas kota.