Tentang KamiPedoman Media SiberKetentuan & Kebijakan PrivasiPanduan KomunitasPeringkat PenulisCara Menulis di kumparanInformasi Kerja SamaBantuanIklanKarir
2025 © PT Dynamo Media Network
Version 1.100.8
Konten dari Pengguna
Suasana Haru dan Bahagia Warnai Sholat Ied di Desa Arenan
2 April 2025 15:38 WIB
·
waktu baca 3 menitTulisan dari Reyhand Guvara Nashidik tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

ADVERTISEMENT
Purbalingga, 31 April 2025 - Setiap tahun, Hari Raya Idulfitri selalu disambut dengan penuh suka cita oleh umat Muslim di seluruh dunia. Salah satu momen paling sakral dan ditunggu-tunggu yaitu adalah pelaksanaan salat Idulfitri atau salat Ied, mereka mengumandangkan takbir sejak malam habis Isya sampai pagi sebelum salat Ied di mulai. Suasana salat Ied yang digelar di berbagai masjid dan lapangan terbuka mencerminkan kebersamaan, keikhlasan, serta kemenangan setelah sebulan penuh menjalankan ibadah puasa, salat Ied tahun ini berlangsung lancar diiringi cuaca cerah yang menambah khusyuk ibadah.
ADVERTISEMENT
Sejak pagi buta, masyarakat Muslim Desa Arenan telah bersiap untuk melaksanakan salat Ied di Masjid Jami “Baitussalam”, Senin (31/3). Suasana di berbagai daerah menjadi lebih ramai dari biasanya. Anak-anak, remaja, hingga orang tua mengenakan pakaian terbaik mereka, sebagian besar berwarna putih sebagai simbol kesucian dan kemenangan. Masjid dan lapangan tempat salat dipenuhi oleh jamaah yang membawa sajadah serta mukena, bersiap untuk menunaikan ibadah di hari yang suci.
Sebelum salat dimulai, gema takbir berkumandang dari masjid-masjid, pengeras suara, hingga para jamaah yang berjalan menuju tempat salat. Lantunan “Allahu Akbar, Allahu Akbar, Allahu Akbar, Laa ilaaha illallah, Allahu Akbar wa lillahilhamd” terdengar begitu syahdu, menciptakan suasana haru dan rasa syukur yang mendalam.
Di Masjid Jami “Baitussalam”, pemandangan ratusan jamaah yang berbaris rapi menghadap kiblat menjadi pemandangan yang menakjubkan karena satu desa berkumpul untuk melaksanakan salat Ied. Salat Ied yang hanya dilakukan setahun sekali ini selalu menjadi ajang berkumpul bagi seluruh umat Islam, tanpa memandang status sosial atau latar belakang. Semua bersatu dalam satu shaf, bersujud dan berdoa bersama dalam kebersamaan.
ADVERTISEMENT
Usai salat, momen berharga lainnya adalah mendengarkan khutbah Idulfitri. Khatib menyampaikan pesan-pesan penuh makna tentang pentingnya menjaga ketakwaan, mempererat silaturahmi, serta makna kemenangan setelah sebulan penuh berpuasa. Tidak jarang, isi khutbah membuat jamaah meneteskan air mata, terutama saat disinggung tentang kasih sayang kepada orang tua dan pentingnya memaafkan sesama.
Setelah khutbah selesai, suasana haru semakin terasa. Jamaah saling berjabat tangan dan berpelukan, mengucapkan “Minal aidin wal faizin, mohon maaf lahir dan batin.” Anak-anak mencium tangan orang tua mereka, sementara sahabat, teman dan tetangga saling memaafkan dengan tulus. Momen ini menjadi salah satu yang paling berkesan dalam perayaan Idulfitri.
Setelah salat Ied, jalanan menjadi lebih hidup dengan aktivitas warga yang pulang ke rumah masing-masing untuk makan bersama atau langsung mengunjungi sanak saudara ke rumahnya untuk bersilaturahmi. Senyum bahagia terlihat di wajah setiap orang, mencerminkan kebahagiaan dan kedamaian yang dibawa oleh Hari Raya Idul Fitri.
ADVERTISEMENT
Sebagai puncak perayaan Idul Fitri, salat Ied menjadi momen yang penuh makna bagi umat muslim. Dengan penuh khidmat, umat Islam berkumpul di masjid dan lapangan untuk menunaikan ibadah ini sebagai wujud syukur setelah sebulan berpuasa. Suasana Lebaran semakin hangat dengan tradisi saling bermaafan, mempererat silaturahmi, dan berbagi kebahagiaan. Hari yang suci ini menjadi pengingat akan pentingnya kebersamaan, keikhlasan, dan kasih sayang antar sesama.
Suasana salat Ied selalu menghadirkan kehangatan, kekhusyukan, dan kebersamaan. Setiap tahunnya, momen ini menjadi pengingat akan pentingnya rasa syukur, kebersamaan, dan saling memaafkan. Selamat Hari Raya Idulfitri, mohon maaf lahir dan batin!