Konten dari Pengguna

Penerapan Konsep Shokuiku dan Cemilan Bergizi ala Jepang di Desa Minggarharjo

Reynaldi Trisetyo

Reynaldi Trisetyo

Mahasiswa Universitas Diponegoro jurusan Bahasa dan Kebudayaan Jepang

·waktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Reynaldi Trisetyo tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Foto bersama setelah sosialisasi dilakukan (dokumentasi pribadi)
zoom-in-whitePerbesar
Foto bersama setelah sosialisasi dilakukan (dokumentasi pribadi)

PENDAHULUAN

Mahasiswa KKN Universitas Diponegoro (UNDIP), Reynaldi Trisetyo, telah melaksanakan program sosialisasi mengenai konsep Shokuiku dan pola makan sehat ala Jepang di Dusun Ngratan, Desa Minggarharjo, Kecamatan Eromoko, Wonogiri. Kegiatan yang dilaksanakan pada Rabu, 7 Februari 2025 ini bertempat di kediaman Ketua RT Dusun Ngratan dan dihadiri oleh ibu-ibu warga setempat.

LATAR BELAKANG

Menurut Reynaldi pola makan masyarakat Indonesia, khususnya di daerah pedesaan, seringkali kurang memperhatikan aspek gizi seimbang dan kesehatan. Hal ini dapat dilihat dari banyaknya kasus anak stunting khususnya yang ada di Desa Minggarharjo. Program sosialisasi konsep Shokuiku dan cemilan bergizi ala Jepang yang diadakan oleh Reynaldi Trisetyo, mahasiswa KKN Universitas Diponegoro, tidak hanya sekadar memberikan pengetahuan baru, tetapi juga membuka mata masyarakat Dusun Ngratan akan pentingnya pola makan sehat. Kegiatan ini menjadi momen yang tepat untuk mengajak masyarakat, khususnya ibu-ibu, untuk lebih peduli terhadap asupan gizi keluarga, terutama anak-anak.

Salah satu hal menarik dari program ini adalah pengenalan Dorayaki kacang merah sebagai alternatif cemilan sehat. Dorayaki, yang biasanya dikenal sebagai kue tradisional Jepang, ternyata dapat diolah dengan bahan-bahan lokal yang mudah ditemui di Desa Minggarharjo. Kacang merah, sebagai bahan utama Dorayaki, kaya akan protein dan serat, sehingga cocok dijadikan cemilan bergizi untuk anak-anak. Selain itu, proses pembuatannya yang sederhana membuat ibu-ibu antusias untuk mencoba membuatnya di rumah.

“Saya baru tahu kalau kacang merah bisa diolah menjadi cemilan yang enak dan sehat. Selama ini saya hanya mengolahnya menjadi sup atau kolak. Ternyata, dengan sedikit kreativitas, kita bisa membuat variasi makanan yang menarik dan bergizi,” ujar alah satu peserta sosialisasi.

TUJUAN PROGRAM

1. Memperkenalkan konsep Shokuiku dan filosofi pola makan sehat ala Jepang kepada masyarakat Dusun Ngratan.

2. Meningkatkan pemahaman masyarakat tentang pentingnya gizi seimbang dalam makanan sehari-hari.

3. Memberikan alternatif cemilan sehat melalui pengenalan Dorayaki kacang merah.

4. Mendorong perubahan perilaku masyarakat dalam memilih dan mengolah makanan sehat.

MANFAAT PROGRAM

1. Meningkatnya pengetahuan tentang pola makan sehat dan gizi seimbang.

2. Bertambahnya wawasan tentang budaya makanan sehat dari Jepang.

3. Kemampuan membuat cemilan sehat alternatif (Dorayaki kacang merah).

4. Terbukanya kesempatan untuk mengembangkan variasi makanan sehat dalam menu sehari-hari.

Program ini juga memberikan dampak positif dalam hal pemberdayaan masyarakat. Dengan adanya sosialisasi ini, ibu-ibu di Dusun Ngratan tidak hanya mendapatkan pengetahuan baru, tetapi juga keterampilan untuk membuat cemilan sehat yang dapat dikembangkan menjadi peluang usaha.

Sebagai ibu rumah tangga, saya melihat banyak anak-anak yang kurang memperhatikan asupan gizi mereka. Kegiatan seperti ini sangat bermanfaat karena tidak hanya mengedukasi banyak orang tua, tetapi juga bisa menjadi bekal untuk mendidik anak-anak agar terbiasa makan makanan sehat sejak dini,” (Sularmi, wawancara, 7 Februari 2025)