Ledakan di Kompleks Ruko San Antonio Surabaya Diduga Berasal dari Gas Elpiji

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ledakan di kompleks ruko San Antonio di Jalan Kalisari Utara I, Mulyorejo, Surabaya, Selasa (6/10/2026). Foto: Farusma Okta Verdian/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Ledakan di kompleks ruko San Antonio di Jalan Kalisari Utara I, Mulyorejo, Surabaya, Selasa (6/10/2026). Foto: Farusma Okta Verdian/kumparan

Ledakan keras terjadi di kompleks ruko San Antonio di Jalan Kalisari Utara I, Kecamatan Mulyorejo, Surabaya, Selasa (6/10). Ledakan itu diduga bersumber dari kebocoran pipa gas Elpiji (LPG).

Pantauan kumparan, sejumlah ruko di Jalan Kalisari Utara I nampak mengalami kerusakan. Di sisi kiri, terlihat sekitar 4 ruko mengalami rusak parah.

Atap dan tembok jebol, kaca-kaca pecah, serta puing-puing berserakan. Kemudian di ruko lainnya mengalami rusak sedang seperti kaca-kaca pecah dan beberapa puing juga rusak.

Kemudian, di ruko deretan sebelah kanan jalan juga terdampak kerusakan seperti pintu kaca yang pecah. Kendaraan roda dua dan roda empat yang terparkir di sekitar lokasi juga terdampak akibat ledakan tersebut.

Saat ini, petugas BPBD Surabaya serta polisi dan TNI berjaga di sekitar lokasi. Garis polisi juga sudah terpasang dengan jarak sekitar 100 meter dari sumber ledakan.

Warga sekitar nampak berkerumun menyaksikan dampak dari ledakan tersebut.

Kapolrestabes Surabaya, Kombes Pol Luthfie Sulistiawan, mengatakan ledakan tersebut berada di salah satu rumah makan di kompleks ruko tersebut sekitar pukul 07.00 WIB.

Berdasarkan keterangan para saksi bahwa ketika ledakan tersebut tercium aroma gas. Sehingga, dugaan ledakan ini berasal dari tiga tabung gas Elpiji berukuran 50 kilogram di resto atau rumah makan tempong.

"Ketika koki sedang masak, memang sempat mencium bau gas ya. Kemudian dalam sekejap terjadi semacam ledakan," kata Luthfie kepada wartawan di lokasi, Selasa (6/10).

"Ya, dari yang ada di TKP memang LPG itu tiga tiga buah LPG, masing-masing 50 kg. Saat ini kondisinya kalau untuk tabungnya tidak meledak, tapi kan itu diduga karena kebocoran. Kebocoran itu diduga karena dari pipanya ya, sementara dugaan," tambahnya.

Luthfie menyampaikan, berdasarkan olah TKP, sejauh ini tidak ada bahan peledak yang ditemukan akibat ledakan keras tersebut.

"Dan untuk TKP sudah kita lakukan olah TKP, saat ini Jibom juga sudah melakukan olah TKP dan meyakinkan sampai dengan saat ini tidak ditemukan kandungan yang berbau atau bahan peledak. Sehingga kemungkinan besar dari keterangan saksi-saksi yang ada juga menyatakan diduga keras dari akibat kebocoran gas tersebut," ujar dia.

"Dan ini dari Jibom yang tadi mengolah TKP menyatakan memang enggak ada, enggak ada indikasi," imbuhnya.

Luthfie memastikan bahwa ketiga tabung gas Elpiji tersebut saat ini sudah dalam kondisi kosong.

"Sudah dipastikan bahwa untuk saat ini ketiga LPG itu juga sudah kosong ya. Artinya memang gasnya sudah keluar semua dan mudah-mudahan semuanya aman," katanya.

Sementara itu, Komandan Detasemen (Danden) Gegana Satbrimob Polda Jatim, Kompol Dyan Vicky Sandhi, menambahkan bahwa dari hasil pemeriksaan sejauh ini memang tidak ada bahan peledak yang mengakibatkan ledakan kompleks ruko itu.

"Sampai sekarang kami dari hasil penyelidikan dari kami, untuk unsur bahan peledak ataupun unsur-unsur yang mengandung dari bom itu tidak kami temukan. Tapi lebih ke arah ini ledakan sebenarnya LPG. Jadi karena ada tekanan gas yang terkumpul dalam satu ruangan, sehingga setelah terpicu itu akan meledak mengakibatkan dengan kerusakan yang tadi disampaikan oleh Kapolres," kata Sandhi.