Polisi Jamin Tak Ada Lagi Ormas Masuk ke Lingkungan TKIP-SDIP Pamulang

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
TK-SD Islam Pembangunan, Pamulang, Tangerang Selatan, Rabu (26/8/2026). Foto: Joakhim Tharob/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
TK-SD Islam Pembangunan, Pamulang, Tangerang Selatan, Rabu (26/8/2026). Foto: Joakhim Tharob/kumparan

Polres Tangerang Selatan memastikan tidak ada lagi organisasi kemasyarakatan (ormas) maupun pihak luar yang berada di area sekolah TKIP-SDIP Pamulang di tengah sengketa lahan antara yayasan dan UIN Jakarta.

Kepastian itu merupakan bagian dari hasil mediasi yang dilakukan kedua pihak bersama kepolisian pada Senin (24/8).

Kasi Humas Polres Tangerang Selatan Ipda Yudhi Susanto mengatakan mediasi yang diterima langsung oleh Kapolres menghasilkan kesepakatan agar proses belajar mengajar tetap berjalan normal dan tidak terganggu.

“Dalam rangka mediasi yang diterima langsung oleh Kapolres. Intinya masing-masing pihak sepakat proses belajar mengajar tidak akan terganggu dan berjalan normal,” kata Yudhi, saat dihubungi kumparan, Rabu (26/8).

kumparan post embed

Yudhi menegaskan pihak kepolisian akan memastikan tidak ada ormas ataupun pihak luar yang kembali masuk ke area sekolah.

“Kami menjamin dan memastikan tidak ada lagi ormas ataupun pihak luar yang berada di area sekolah,” ujarnya.

Selain itu, kedua pihak juga telah sepakat menjamin keamanan para siswa agar dapat kembali mengikuti kegiatan belajar mengajar di sekolah.

“Kedua belah pihak sepakat, baik wali murid maupun pihak UIN, untuk menggaransi bahwa anak-anak dapat kembali bersekolah dengan aman,” kata Yudhi.

kumparan post embed

Sengketa Berujung Ricuh-Murid Harus PJJ

Sebelumnya, pada Sabtu (22/8), terjadi kedatangan sejumlah pihak ke area sekolah TKIP-SDIP Pamulang di tengah sengketa lahan antara yayasan dan UIN Jakarta.

Situasi tersebut kemudian menjadi perhatian orang tua murid karena menyangkut keamanan siswa di lingkungan sekolah.

Akibat situasi tersebut, kegiatan belajar mengajar pada Senin (24/8) sempat dialihkan menjadi pembelajaran jarak jauh (PJJ).