Tentang KamiPedoman Media SiberKetentuan & Kebijakan PrivasiPanduan KomunitasPeringkat PenulisCara Menulis di kumparanInformasi Kerja SamaBantuanIklanKarir
2025 © PT Dynamo Media Network
Version 1.98.1
Konten dari Pengguna
Anak-anak dan mainannya.
22 Juli 2017 22:33 WIB
Diperbarui 14 Maret 2019 21:17 WIB
Tulisan dari Reza Aulia tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
ADVERTISEMENT

Berkaca pada anak-anak kota besar yang biasa disebut generasi nunduk karena mereka sibuk dengan gadgetnya masing-masing dan seolah mereka "dipaksa" melupakan waktu emas untuk tumbuh kembang dengan lingkungan sekitar. Hal tersebut tidak berlaku pada anak-anak di Banyuwangi yang turut ambil bagian dalam Lalare Orchestra Nandur Gendhing sebagai misi pelestarian budaya.
ADVERTISEMENT

Acara tersebut menampilkan anak-anak kecil hingga remaja Banyuwangi memainkan alat musik tradisional di hadapan ribuan pasang mata dengan cantik dan selaras. Acara ini dihadiri oleh Bupati dari Banyuwangi dan Bupati Sampang, puluhan turis mancanegara, dan ratusan warga lokal.

Anak-anak yang tampil tampak begitu menikmati memainkan mainannya yang menciptakan suatu karya daripada hanya menunduk asik sendiri memainkan "Burung Marah".
AR