Konten dari Pengguna

Melihat Jauh ke dalam Bumi, Melihat Terowongan Gotthard Swiss

Reza Prama Arviandi

Reza Prama Arviandi

Insinyur dan Birokrat. Bermimpi mewujudkan infrastruktur yang inklusif untuk kesejahteraan Indonesia.

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Reza Prama Arviandi tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Apa yang kalian bayangkan apabila mendengar Pegunungan Alpen di Swiss? Deretan pegunungan tinggi? Pemandangan batu keras berselimut yang menjulang tinggi? Yap, Pegunungan Alpen yang nyatanya melewati 8 negara di Eropa ini terkenal ganas dan sangat sulit ditaklukan manusia sejak peradaban dimulai. Namun, puluhan tahun sebelum Masehi, seorang komandan suku dari Afrika mampu melintasi pegunungan Alpen ini. Komandan tersebut bernama Carthage, nama yang sering disebut dalam cerita peradaban Afrika kuno. Terinspirasi oleh kisah tersebut, sekelompok insinyur terbaik Swiss di masa kini mencoba untuk meniru semangat Carthage. Hingga akhirnya pada tahun 2016, mereka telah menuntaskan mahakarya proyek terowongan kereta bawah tanah yang dapat membawa manusia menembus dasar pegunungan Alpen di Swiss.

Terowongan kereta bawah tanah ini bernama Gotthard Base Tunnel. Terowongan ini memunyai rel kereta sepanjang 150 km, 53.8 km diantaranya merupakan terowongan bawah tanah. Selain itu, terowongan ini mempunyai kedalaman rel sedalam 2.3 km. Kedua fakta tersebut menjadikan Gotthard Base Tunnel merupakan terowongan kereta api terpanjang sekaligus terdalam dalam sejarah umat manusia. Panjang Terowongan Gotthard berhasil mengalahkan panjang Terowongan Channel yang menghubungkan antara Inggris dan Perancis dengan panjang 50 km, bahkan Terowongan Seikan dengan panjang 54 km di Jepang sebagai pemegang rekor sebelumnya.

Pembangunan Terowongan Gotthard yang membelah Pegungan Alpen ini cukup menarik dari sudut pandang kerekayasaan. Hal ini disebabkan oleh fakta bahwa pemegang rekor panjang terowongan bawah tanah terpanjang sebelumnya dibangun di bawah perairan yang cukup dangkal. Membelah sebuah pegunungan, apalagi Pegunungan Alpen bukanlah urusan yang mudah. Batuan dasar sebanyak 25 juta ton yang keras dan rumit menjadi permasalahan yang sangan kompleks. Belum pernah ada proyek dengan resiko sebesar Terowongan Gotthard yang mampu menembus jauh ke dalam gunung.

Pembangunan Terowongan yang menggali 25 juta ton batu ini cukup untuk mengisi muatan kereta barang yang berjajar dari kota Zurich di Swiss sampai kota New York di Amerika Serikat. Bahkan dengan jumlah batu yang sama, 5 piramida besar di Mesir mampu dibuat sesuai aslinya dengan menggunakan batuan hasil galian pegunungna alpen. Karena begitu dahsyatnya Terowongan Gotthard ini, waktu yang dibutuhkan untuk membuat terowongan ini sekitar 20 tahun, tepatnya dimulai sejak tahun 1996-2017.

Material batu berkualitas jelek yang tersisa dibuang di Danau Lucerne, dijadikan sebagai daerah lepas pantai untuk sekawanan burung. Batuan sisa yang layak dan masih berkualitas digunakan kembali sebagai campuran beton yang melapisi terowongan. Secara keseluruhan -terowongan Gotthard ini terdiri dari dua lorong utama, masing-masing 57 km, dengan total sepanjang 150 km digali dan dilapisi oleh batuan sisa yang didapatkan sebelumnya. Selain itu, berkilometer-kilometer sumuran aksen, jalan darurat, saluran ventilasi, dan ti

tik silang di bangun dengan ciamik. Sehingga ketika rel sedang diperbaiki, kereta dapat berpindah lorong tanpa mengganggu perjalanan kereta lainnya.

Dalam pembangunannya, Terowogan Gotthard menggunakan teknologi penggalian terkini dengan mesin merayap raksasa yang bernama The Worm. Mesin ini bekerja untuk meletakkan pipa drainase dan memasang beton bervolume mega besar. Selain itu, terdapat empat mesin yang lebih kuat lain bernama Tunnel Boring Machine, TBM, yang berdiameter 10 meter. Setiap hari, mesin yang berbobot 2.700 ton ini mampu mengebor 20-25 meter batuan padat. Selain itu mesin ini sekaligus memfungsikan diri untuk mengamankan terowongan yang baru digali dengan kawat baja, baut, dan beton semprot.

Jauh sedalam 2.4 kilometer batuan granit dan gneiss telah digali oleh para penambang di bagian terowongan yang berada di selatan desa Sedrun dan terowongan bagian utara dari desa Faido. Penggalian yang ada harus dilakukan dengan upaya ekstra dan konvensional. Hal ini disebabkan TBM tidak mampu menembus sejengkal pun batuan. Penggalian dilakukan dengan cara peledakan dengan bom dan penggalian dengan mesin biasa untuk menopanganya. Apabila tidak menggunakan cara konvensional seperti ini maka dibutuhkan waktu hampir seabad penuh. Sungguh tidak hemat waktu dan ekonomis dengan cara tersebut.

Perjalanan melihat proyek di daerah penggalian desa Sedrun merupakan tantangan yang sangat menarik. Untuk mencapai perut Pegunungan Alpen, penambang membuat dua terowongan di dekat lereng gunung. Belum cukup sampai disitu, sepasang sumur sedalam 800 meter dibuat -dua kali lipat tinggi dari Empire State Building- dan dipasang lift, satu untuk mengangkut peralatan berat, sedangkan yang satunya lagi untuk mengangkut manusia serta material.

Terowongan Gotthard yang begitu indah membuat kita menyatu dengan alam. Melihat jauh kedalam bumi membuat kita bersyukur lebih dalam. Sensasi kebahagiaan ketika ada disana yang sungguh tak terkira sebelumnya. Tentu Anda harus mencoba dengan datang ketika mampir ke Swiss.

Ditulis kembali dari rezaprama.com