Berkenalan dengan 31 sesar aktif di Pulau Jawa

Layanan Informasi Wisata, Itinerary Creator, Virtual Traveling, dan Academy
Tulisan dari Atourin tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Sesar aktif adalah salah satu sumber pemicu gempa bumi (gempa) yang terletak di darat. Dalam buku Pusat Studi Gempa Nasional (PuSGeN) 2017, disebutkan bahwa jumlah segmen sesar aktif yang dimiliki Indonesia adalah 295 sesar aktif. Keberadaan sesar aktif mutlak perlu diketahui guna meminimalkan risiko akibat gempa bumi yang timbul apabila sesar aktif ini bergerak. Hal yang perlu diketahui meliputi lokasi, sebaran, zona sesar aktif, dan karakteristik sumber gempa bumi.
Dari 295 sesar aktif yang sudah dipetakan, 31 diantaranya berada di Pulau Jawa. Tidak heran jika penduduk di Pulau Jawa sering merasakan gempa bumi terjadi di sekitarnya. Tulisan ini bertujuan agar pembaca dapat mengetahui nama, lokasi sesar aktif serta karakteristik gempa bumi, tidak bermaksud untuk membuat kepanikan. Berikut adalah peta sebaran sesar aktif yang berada di Pulau Jawa.

Pada peta diatas, pembaca dapat melihat peta Pulau Jawa yang berwarna kuning, berikutnya mari kita memahami legenda dari peta tersebut. Kotak-kotak yang berada di peta adalah nama sesar aktif yang diikuti oleh potensi gempa bumi yang bisa ditimbulkan, kemudian garis-garis merah yang berada di peta adalah lokasi sesar aktif tersebut berada, setiap garis merah memiliki ciri khas masing-masing untuk menandakan jenis sesar dan kategori sesar aktif apakah sudah dikonfirmasi, disimpulkan atau diperkirakan (dapat dilihat di Legenda).
Lebih rinci lagi, inilah 31 nama sesar aktif di Pulau Jawa dari buku Pusat Studi Gempa Nasional (PuSGeN) 2017:
Sesar Cimandiri, berada di Jawa Barat dan memiliki potensi M6,7 dan pergeseran 0,55 mm/tahun;
Sesar Cimandiri Nyalindung Cibeber, berada di Jawa Barat dan memiliki potensi M6,6 dan pergeseran 0,4 mm/tahun;
Sesar Cimandiri Rajamandala, berada di Jawa Barat dan memiliki potensi M6,6 dan pergeseran 0,1 mm/tahun;
Sesar Lembang, berada di Jawa Barat dan memiliki potensi M6,8 dan pergeseran 2 mm/tahun;
Sesar Subang, berada di Jawa Barat dan memiliki potensi M6,5 dan pergeseran 0,1 mm/tahun;
Sesar Garsela Kencana, berada di Jawa Barat dan belum di identifikasi secara rinci;
Sesar Garsela Rakutai, berada di Jawa Barat dan belum di identifikasi secara rinci;
Sesar Ciremai, berada di Jawa Barat dan memiliki potensi M6,5 dan pergeseran 0,1 mm/tahun;
Sesar Cirebon, berada di Jawa Barat dan memiliki potensi M6,2 dan pergeseran 0,5 mm/tahun;
Sesar Cirebon-2, berada di Jawa Barat dan memiliki potensi M6,5 dan pergeseran 0,1 mm/tahun;
Sesar Brebes, berada di Jawa Tengah dan memiliki potensi M6,5 dan pergeseran 0,1 mm/tahun;
Sesar Ajibarang, berada di Jawa Tengah dan memiliki potensi M6,5 dan pergeseran 0,1 mm/tahun;
Sesar Tegal, berada di Jawa Tengah dan memiliki potensi M6,5 dan pergeseran 0,1 mm/tahun;
Sesar Pemalang, berada di Jawa Tengah dan memiliki potensi M6,3 dan pergeseran 0,1 mm/tahun;
Sesar Pekalongan, berada di Jawa Tengah dan memiliki potensi M6,5 dan pergeseran 0,1 mm/tahun;
Sesar Semarang, berada di Jawa Tengah dan memiliki potensi M6,5 dan pergeseran 0,1 mm/tahun;
Sesar Ungaran, berada di Jawa Tengah dan memiliki potensi M6 dan pergeseran 0,1 mm/tahun;
Sesar Ungaran-2, berada di Jawa Tengah dan memiliki potensi M6 dan pergeseran 0,1 mm/tahun;
Sesar Rawa Pening, berada di Jawa Tengah dan memiliki potensi M6,5 dan pergeseran 0,1 mm/tahun;
Sesar Merapi-Merbabu, berada di Jawa Tengah dan memiliki potensi M6,6 dan pergeseran 0,1 mm/tahun;
Sesar Opak, berada di Yogyakarta dan memiliki potensi M6,6 dan pergeseran 0,75 mm/tahun;
Sesar Muria, berada di Jawa Tengah dan memiliki potensi M6,2 dan pergeseran 1 mm/tahun;
Sesar Pati, berada di Jawa Tengah dan memiliki potensi M6,5 dan pergeseran 0,1 mm/tahun;
Sesar Purwodadi, berada di Jawa Tengah dan memiliki potensi M6,5 dan pergeseran 0,1 mm/tahun;
Sesar Cepu, berada di Jawa Timur dan memiliki potensi M6,5 dan pergeseran 0,1 mm/tahun;
Sesar Blumbang, berada di Jawa Timur dan memiliki potensi M6,6 dan pergeseran 0,05 mm/tahun;
Sesar Waru, berada di Jawa Timur dan memiliki potensi M6,5 dan pergeseran 0,05 mm/tahun;
Sesar Surabaya, berada di Jawa Timur dan memiliki potensi M6,5 dan pergeseran 0,05 mm/tahun;
Sesar Pasuruan, berada di Jawa Timur dan belum di identifikasi secara rinci;
Sesar Probolinggo, berada di Jawa Timur dan belum di identifikasi secara rinci;
Sesar Wonorejo, berada di Jawa Timur dan belum di identifikasi secara rinci.
Dilihat dari potensinya, Pulau Jawa memiliki tingkat bahaya gempa relatif tinggi yang dapat dihasilkan oleh 31 sesar aktif di darat, maka dari itu dihimbau kepada masyarakat agar lebih waspada terhadap lingkungan sekitar, yang penting dan harus dibangun adalah mitigasi, kesiapsiagaan, kapasitas stakeholder dan masyarakat.
