Konten dari Pengguna

Ulang Tahun Gempa Bumi Flores

Atourin

Atourin

Layanan Informasi Wisata, Itinerary Creator, Virtual Traveling, dan Academy

·waktu baca 1 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Atourin tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Tidak banyak yang mengingat bahwa 29 tahun yang lalu, tepatnya pada tanggal 12 Desember 1992 wilayah NTT dan sekitarnya dilanda oleh gempabumi, tsunami dan likuefaksi akibat aktivitas Sesar Naik sepanjang busur belakang (back arc thrust) atau yang dikenal dengan Sesar Naik Flores (Flores back arc thrust).

Selasa, 14 Desember 2021 terulang kembali fenomena gempabumi oleh Sesar Naik Flores berkekuatan sama M7.4 seperti 29 tahun yang lalu diikuti dengan beberapa gempabumi setelahnya (aftershock).

Mengapa bisa terjadi gempabumi di Flores? Secara sederhana itu terjadi akibat adanya akomodasi gaya dari tubrukan antar lempeng (subduksi) di selatan Nusa Tenggara.

Menurut kabar dari teman-teman di Pulau Koja Doi, Kab. Sikka, saat ini Masyarakat sedang mencoba mengungsi ke tempat yang lebih tinggi namun banyak masyarakat yang panik. Masyarakat di Pulau Koja Doi mengingat fenomena 29 tahun yang lalu dengan cara membuat monumen bencana alam Gempabumi, Tsunami dan Likuefaksi di Pulau tersebut, berikut adalah gambar monumen yang dibuat oleh Masyarakat Pulau Koja Doi:

Monumen yang dibuat masyarakat Desa Koja Doi, diambil pada Agustus 2021 oleh penulis