Konten dari Pengguna

FC Barcelona Kembali dari Keterpurukan

Rezky Kamal

Rezky Kamal

Seorang Mahasiswa Ilmu Komunikasi tahun ke-3 dari Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Rezky Kamal tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Logo FC Barcelona. Foto: reuters.com
zoom-in-whitePerbesar
Logo FC Barcelona. Foto: reuters.com

Seperti yang kita ketahui kepergian mega bintang Lionel Messi dari FC Barcelona merupakan sebuah pukulan besar bagi klub maupun penggemar FC Barcelona di seluruh dunia. Banyak penggemar sepak bola di seluruh dunia berpikir bahwa FC Barcelona akan mengalami keterpurukan lebih parah dari sebelumnya. Posisi FC Barcelona pada saat itu sedang dalam situasi yang mengkhawatirkan, yang di mana utang klub sangat lah banyak, pemecatan pelatih Ronald Koeman, dan kepergian Lionel Messi.

Hal ini menyebabkan banyak orang di seluruh dunia mengatakan bahwa FC Barcelona sudah tamat. Namun FC Barcelona membuktikan kepada dunia bahwa mereka mampu bersaing lagi di level tertinggi dan membantah semua hinaan yang sebelumnya di lontarkan. Berikut adalah faktor-faktor yang membuat FC Barcelona bisa bangkit kembali.

1. Manajemen Klub yang Baik

Presiden Joan Laporta (Presiden FC Barcelona). Foto: reuters.com

Pergantian posisi presiden sangat mempengaruhi situasi FC Barcelona sekarang. Sebelumnya FC Barcelona mengangkat Josep Maria Bartomeu sebagai presiden barunya pada tahun 2015. Diketahui Bartomeu melakukan kesalahan fatal dalam memimpin klub yang mengakibatkan utang klub membengkak, para pemain tidak menyukainya, dan masih banyak lainnya. Pada akhirnya tahun 2020 Bartomeu dipecat dari kursi kepresidenan nya dan digantikan oleh Joan Laporta. Joan Laporta dikenal sebagai presiden FC Barcelona yang membuat klub ini sukses dari segi politiknya.

Dengan terpilihnya kembali menjadi presiden FC Barcelona, Laporta langsung melakukan beberapa perubahan dalam manajemen klub dan tidak segan untuk mengeluarkan para pejabatnya yang dianggap bermasalah. Sampai saat ini Presiden Laporta sudah melakukan banyak perubahan di dalam klub dan menghasilkan hasil yang positif, mulai dari membayar utang, mendatangkan pemain berkelas dunia, sampai memulangkan Xavi Hernandez untuk menjadi pelatih baru FC Barcelona.

2. Pelatih yang Cocok dengan Para Pemain

Xavi Hernandez. Foto: reuters.com

Tidak mudah bagi seorang Xavi untuk membentuk tim yang mampu bersaing seperti sekarang. Pada awal kedatangannya diri nya sangat diragukan banyak orang karena pengalamannya sebagai pelatih masih sangat minim. Dirinya pernah menjadi pelatih di klub Qatar bernama Al-Sadd dan sukses disana, tetapi dirinya belum pernah menjadi pelatih di klub eropa manapun. Hasil kerja kerasnya pun mulai terlihat saat dirinya melakukan perombakan pada skuad. Terlihat dirinya sangat mempercayai anak-anak asuhannya yang membuat para pemain sangat dihargai oleh dirinya.

Terlihat Xavi pun mencoba untuk menghidupkan kembali permainan tiki-taka yang pernah ia terapkan dulu. "Xavi Ball" pun mulai di gemari oleh orang-orang yang menjadi kunci keberhasilan Xavi dalam mengatur tim sejauh ini.

3. Pemain Muda yang Berkualitas

Riqui Puig (Kiri) dan Gavi (Kanan). Foto: reuters.com

Di balik kemenangan yang diraih oleh tim, para pemain muda memiliki peran yang sangat krusial dalam memberikan kontribusi mereka untuk tim. Pemain muda seperti Pedri, Gavi, Nico, Araujo, dan masih banyak lagi, memiliki potensi yang sangat besar untuk menjadi pemain kelas dunia dan bisa menjadi generasi penerus yang akan menjadi kunci kesuksesan barca kedepannya.

4. Sponsor Baru yang Menguntungkan

Spotify menjadi sponsor baru FC Barcelona musim depan. Foto: reuters.com

Pada beberapa hari yang lalu, FC Barcelona sudah melakukan perjanjian kerja sama dengan Spotify untuk menjadi sponsor baru. Spotify ini nantinya akan ditampilkan pada bagian depan jersey pemain dan nama stadion FC Barcelona pun juga akan berubah menjadi Spotify Camp Nou.