People Pleaser dan Kesehatan Mental: Saat Terlalu Peduli pada Orang Lain

Mahasiswa aktif prodi Ilmu komunikasi, Universitas Pamulang
ยทwaktu baca 3 menit
Tulisan dari Rhesma Wati Syahdila tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

People Pleaser adalah seseorang yang cenderung mengutamakan kebutuhan dan kebahagiaan orang lain dibandingkan dirinya sendiri. Pernahkah kamu merasa tidak enak menolak permintaan teman meskipun sedang lelah atau memiliki urusan lain? Atau mungkin kamu sering mengalah agar tidak dianggap egois? Jika hal tersebut sering terjadi, bisa jadi kamu memiliki kecenderungan sebagai people pleaser.
Pada dasarnya, membantu dan membuat orang lain merasa nyaman bukanlah hal yang buruk. Bahkan, sifat ramah dan kooperatif dapat membantu seseorang membangun hubungan sosial yang baik. Namun, masalah muncul ketika keinginan untuk menyenangkan orang lain dilakukan secara berlebihan hingga mengorbankan kebutuhan diri sendiri.
Orang yang memiliki kecenderungan people pleaser biasanya sulit mengatakan "tidak". Mereka khawatir akan mengecewakan orang lain, dianggap tidak peduli, atau bahkan ditolak oleh lingkungan sekitarnya. Akibatnya, mereka lebih sering mengabaikan perasaan dan kepentingan pribadi demi memenuhi harapan orang lain.
Tanda-Tanda People Pleaser
1. Sulit Mengatakan "Tidak" Salah satu ciri utama people pleaser adalah kesulitan menolak permintaan orang lain. Mereka sering merasa bersalah jika harus mengatakan "tidak", bahkan ketika sedang sibuk atau kelelahan. 2. Takut Mengecewakan Orang Lain Orang dengan sifat people pleaser cenderung khawatir jika tindakannya membuat orang lain tidak senang. Karena itu, mereka sering mengutamakan kepentingan orang lain dibandingkan diri sendiri. 3. Selalu Mencari Persetujuan Mereka merasa lebih percaya diri ketika mendapatkan pujian atau pengakuan dari orang lain. Akibatnya, banyak keputusan yang diambil berdasarkan harapan lingkungan sekitar, bukan keinginan pribadi. 4. Menghindari Konflik People pleaser sering memilih mengalah agar tidak terjadi pertengkaran atau perbedaan pendapat. Mereka lebih nyaman menjaga suasana tetap tenang meskipun harus mengorbankan keinginan pribadi. 5. Mudah Merasa Bersalah Ketika tidak bisa membantu seseorang, mereka sering merasa bersalah secara berlebihan. Padahal, setiap orang memiliki keterbatasan yang perlu dihormati.
Dampak Menjadi People Pleaser.
Menjadi people pleaser dalam jangka panjang dapat memberikan dampak negatif terhadap kesehatan mental. Seseorang dapat merasa kelelahan karena terus-menerus berusaha memenuhi harapan orang lain. Selain itu, mereka juga berisiko mengalami stres, kehilangan waktu untuk diri sendiri, hingga merasa tidak dihargai ketika usaha yang dilakukan tidak mendapatkan respons yang diharapkan. Kebiasaan ini juga dapat membuat seseorang kesulitan mengenali kebutuhan dan keinginannya sendiri. Akibatnya, mereka lebih mudah merasa tertekan dan kurang puas dengan kehidupan yang dijalani.
Cara Mengatasi Kebiasaan People Pleaser.
1. Belajar Mengatakan "Tidak" Menolak permintaan orang lain bukan berarti menjadi pribadi yang egois. Mengatakan "tidak" ketika memang tidak mampu merupakan bentuk menghargai diri sendiri. 2. Menetapkan Batasan yang Sehat Menentukan batasan atau boundaries penting dilakukan agar hubungan dengan orang lain tetap sehat dan tidak membuat diri merasa terbebani. 3. Mengutamakan Kebutuhan Diri Sendiri Membantu orang lain memang baik, tetapi kebutuhan diri sendiri juga perlu diperhatikan. Luangkan waktu untuk beristirahat dan melakukan hal yang disukai. 4. Mengurangi Ketergantungan pada Validasi Orang Lain Cobalah untuk tidak selalu mencari pengakuan dari orang lain. Nilai diri seseorang tidak ditentukan oleh seberapa banyak ia menyenangkan orang lain. 5. Meningkatkan Kepercayaan Diri Kepercayaan diri dapat membantu seseorang lebih berani menyampaikan pendapat dan membuat keputusan tanpa takut dinilai oleh orang lain.
Menjadi pribadi yang peduli terhadap orang lain merupakan hal yang positif. Namun, kepedulian tersebut perlu diimbangi dengan perhatian terhadap diri sendiri. Dengan belajar menetapkan batasan, berani mengatakan "tidak", dan menghargai kebutuhan pribadi, seseorang dapat menjaga kesehatan mental sekaligus membangun hubungan yang lebih sehat dengan orang lain.
Sumber: Alodokter. Ini Tanda dan Cara untuk Berhenti Menjadi People Pleaser.
