Tetap berbuat Benar Meskipun Tidak Ada yang Melihat

ASN di OPD PROVINSI JAWA BARAT yang berkantor di Kota Bogor, berdinas di UPTD di bawah naungan PEMERINTAH PROVINSI JAWA BARAT, bekerja di bidang keuangan
·waktu baca 4 menit
Tulisan dari Ria Gustinah tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Aparatur Sipil Negara merupakan ujung tombak dalam penyelenggaraan pemerintahan dan pelayanan publik , sebagai abdi negara dan abdi masyarakat , ASN memiliki peran strategis dalam mewujudkan tata Kelola pemerintahan yang baik dalam menjalankan tugasnya. ASN dituntut untuk tidak hanya kompeten dalam teknis, tetapi juga memiliki etika dan integritas yang tinggi. Etika dan integritas bukan hanya sebagai nilai tambah tetapi sebagai fondasi yang kuat dan utama dalam membentuk kepercayaan publik terhadap pemerintah dan negara. Integritas ASN di uji Ketika tidak ada pengawasan. Kejujuran dan ketaatan bukan saat ada atasan atau kamera pengawas.
Etika menjadi pedoman bagi ASN dalam bersikap, bertindak dan menjalankan tugas. Sedangkan integritas untuk ASN Adalah menempatkan kepentingan publik di atas kepentingan pribadi. ASN yang berintegritas akan menjalankan tugasnya sesuai aturan, jujur dan bertanggung jawab. Meskipun tidak ada yang melihat dan mengawasi. ASN akan menempatkan kepentingan masyarakat di atas kepentingan pribadi.
ASN yang berintegritas harus sejalan dengan nilai dasar ASN Ber AKHLAK, yaitu Berorientasi Pelayanan, Akuntabel, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif dan Kolaboratif. Nilai tersebut bukan hanya untuk dihafalkan tetapi untuk diterapkan dalam pekerjaan sehari-hari. Memberikan pelayanan yang baik kepada masyarakat, bertanggung jawab kepada pekerjaannya dan menghargai sesama rekan kerja nya.
undang undang no 20 tahun 2023 menegaskan bahwa ASN memiliki fungsi yaitu sebagai pelaksana kebijakan publik , pelayan publik, serta perekat dan pemersatu bangsa. Artinya kita sebagai ASN memiliki tanggung jawab yang besar, salah satu nya adalah kepercayaan dari Masyarakat kepada pemerintah. . Integritas itu menjunjung tinggi prinsip jujur, nilai-nilai etika, moral dalam setiap tindakan. Seseorang yang berintegritas akan bertindak kepada hati nurani, keyakinan tanpa tergoda oleh kepentingan pribadi. Seseorang berintegritas biasanya akan berusaha meyakini dengan apa yang diyakini dan dikatakan. Kesetiaan terhadap nilai-nilai dasar seperti tanggung jawab, kejujuran, komitmen untuk menolak segala bentuk penyimpangan merupakan salah satu dari integritas dari ASN.
Menurut saya membangun integritas ASN tidak cukup hanya dengan memberikan aturan dan sanksi, diperlukan lingkungan kerja yang sehat serta pemimpin yang memiliki teladan sehingga menularkan keteladanannya kepada semua pegawai yang ada di lingkungan pemerintah daerah tersebut, karena semua itu dimulai dari atasnya baru ke bawah, serta diperlukan pengawasan yang konsisten tidak hanya saat akan ada pemeriksaan saja, karena pemimpin adalah kunci dari keberhasilan dari setiap budaya kerja di dalam organisasi.
Di era digital ini semua harus transparan, semua kegiatan pemerintahan harus diketahui oleh publik, tantangan etika ASN semakin kompleks. Karena perilaku ASN di ruang digital dapat mempengaruhi citra pribadi dan instansi. Kita sebagai ASN harus mampu menjaga profesionalitas serta harus berhati hati dalam menyampaikan opini dan informasi kepada publik, serta harus menggunakan media sosial dengan bijak.
Dalam lingkungan Pemerintah Daerah tantangan etika dan integritas masih menjadi pekerjaan bersama, tidak sedikit perilaku yang awalnya dianggap sebagai hal kecil, seperti menerima jamuan dari penyedia jasa dengan alasan ucapan terima kasih, yang pada akhirnya akan membuka ruang terjadinya konflik kepentingan. Hal itu tidak terlepas dari budaya kerja di organisasi tersebut, kurangnya pengawasan dan contoh keteladanan dari pemimpinnya.
Program E-Learning ASN Berintegritas sebagai bagian dari strategi nasional pencegahan korupsi melalui penguatan budaya integritas dan pendidikan antikorupsi bagi lebih dari 6,7 juta Aparatur Sipil Negara (ASN) di Indonesia. Menurut saya, program seperti ini penting, tetapi hasil akhirnya tetap kembali kepada kemauan setiap ASN untuk menerapkannya dalam pekerjaan sehari-hari.
Pada akhir nya, Etika dan Integritas menjadi kewajiban untuk setiap ASN dalam menjalankan tugasnya, ASN yang berintegritas akan menolak setiap gratifikasi mulai dari yang kecil sampai yang besar, ASN yang ber Etika dan berintegritas akan selalu ingat menjaga kejujuran, disiplin dalam waktu dengan datang tepat waktu dan menjalankan tugasnya dengan baik, menghindari konflik kepentingan dengan tidak menggunakan fasilitas kantor dan jabatan untuk kepentingan pribadi, serta memberikan contoh yang baik untuk Masyarakat.
Menjadi ASN harus mampu menjadi ASN yang ber komitmen memberikan pelayanan prima demi kepuasan Masyarakat. ASN yang berintegritas tidak hanya takut ketika diawasi. Kita sebagai ASN yang tetap memilih melakukan yang benar meskipun tidak ada yang melihat. Karena kepercayaan Masyarakat tidak dibangun dalam waktu satu hari, tetapi dari setiap tindakan kecil yang dilakukan dengan penuh tanggung jawab.
