Menyulut Minat Belajar dengan Permainan Monopoli

Guru di SMA Negeri 13 Jakarta
ยทwaktu baca 2 menit
Tulisan dari Ria Tri Lestari tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Minat belajar adalah suatu dorongan dalam diri seseorang untuk melakukan sesuatu dengan perasaan senang. Dalam satu hari siswa menghabiskan waktu di sekolah selama kurang lebih 8 jam. Bukan hal yang mudah untuk tetap fokus belajar. Ada perasaan jenuh dan lelah yang mengakibatkan rendahnya minat belajar siswa. Guru sebagai fasilitator sudah selayaknya berperan meningkatkan minat belajar siswa melalui permainan edukasi.
Salah satu permainan edukasi yang dapat dimainkan untuk meningkatkan minat belajar siswa adalah monopoli yang dikaitkan dengan materi pembelajaran.
Pada umumnya, monopoli dimainkan dengan membagikan uang kepada pemain untuk membeli tanah, rumah, hotel, kemudian pemain wajib membayar sewa pada pemain lain ketika pemain tersebut menginjakkan kaki ke daerah yang telah dibeli pemain lain.
Sedangkan cara memainkan monopoli edukasi sebagai berikut :
Buat kelompok yang terdiri atas maksimal 4 orang
Setiap siswa (pemain) memilih karakter pemain
Setiap siswa (pemain) mendapat modal 5.000
Setiap siswa (pemain) bergantian melempar dadu menggunakan dice roller dan berjalan sesuai jumlah mata dadu yang ditampilkan. Contoh : A melempar dadu dan muncul angka 2, maka A harus berjalan 2 kotak pada papan monopoli
Setiap kotak bisa dibeli dengan biaya 1.000. Jika ada siswa (pemain) lain yang masuk di kotak tersebut maka harus membayar 1.000 dan menjawab 1 kartu soal. Jika siswa (pemain) salah menjawab maka siswa (pemain) membayar 1.000 ke pemilik kotak dan 1.000 ke bank
Jika semua kotak sudah terbeli, maka semua siswa (pemain) menghitung jumlah uang dan aset (jumlah kotak yang sudah terbeli x 1.000)
Siswa dengan uang terbanyak merupakan pemenang
Permainan monopoli edukasi ini menjadi salah satu alternatif solusi meningkatkan minat belajar siswa. Minat belajar ini tumbuh karena permainan ini memunculkan ambisi siswa untuk menyusun strategi untuk mengalahkan siswa lain.
Guru bisa memanfaatkan ambisi ini sebagai peluang mengarahkan siswa mempelajari konsep-konsep penting agar dapat menjawab pertanyaan di kartu soal permainan monopoli edukasi. Melalui permainan monopoli edukasi, siswa tidak hanya mendapatkan kebutuhan bermainnya tetapi juga meningkatkan minat belajarnya.
