Konten dari Pengguna

Pemanfaatan Limbah Kain: Peluang Berbisnis (Pot Handuk)

Riana Dea Marita

Riana Dea Marita

Mahasiswa Pendidikan Sejarah, Universitas Jember

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Riana Dea Marita tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Sumber: Dokumen Pribadi - Hasil dari pemanfaatan handuk bekas
zoom-in-whitePerbesar
Sumber: Dokumen Pribadi - Hasil dari pemanfaatan handuk bekas

Limbah merupakan sisa atau buangan dari hasil proses produksi, baik dari industri maupun rumah tangga. Banyak masyarakat yang mengatakan bahwa limbah yang ada tidak dapat digunakan kembali dan dimanfaatkan kembali. Pernyataan tersebut tidaklah sepenuhnya benar, karena masih ada limbah yang dapat digunakan kembali bahkan memiliki nilai jual yang tinggi.

Limbah kain yang dihasilkan setiap harinya akan terus menerus bertambah. Hal inilah yang menyebabkan perlu adanya penanganan untuk masalah tersebut. Limbah kain ini sebenarnya dapat dimanfaatkan kembali oleh masyarakat, namun sayang sekali sebagian besar masyarakat belum mengetahui bagaimana memanfaatkan limbah kain yang ada.

Maka dari itu, pembahasan pada kali ini akan menjelaskan tentang bagaimana memanfaatkan atau cara membuat produk yang memiliki nilai jual meskipun berasal dari limbah, yaitu limbah kain.

2.1 Alat dan Bahan

Dalam pembuatan produk pot dari handuk, memerlukan beberapa alat dan bahan yang harus disiapkan. Alat dan bahan yang diperlukan ini mudah untuk didapatkan.

2.1.1 Alat

Terdapat lima alat yang diperlukan, yaitu sebagai berikut;

1. Handuk bekas

Merupakan alat utama yang harus ada, karena dasar pembuatan produk ini adalah handuk. Ukuran yang digunakan dapat disesuaikan dengan keinginan. Apabila yang digunakan adalah kain lain, misalnya baju bekas, maka baju tersebut harus dihilangkan pada bagian lengan, atau hingga bentuk dari baju tersebut menjadi persegi. Namun, untuk mendapatkan hasil pot yang lebih kokoh sebaiknya gunakan kain yang tebal.

2. Timba

Alat yang digunakan sebagai cetakan pot tersebut. Timba yang digunakan dapat dari berbagai ukuran, disesuaikan dengan ukuran handuk yang akan digunakan. Apabila handuk yang digunakan berukuran besar, maka timba yang digunakan juga harus memiliki ukuran yang besar, karena apabila ukurannya lebih kecil, saat proses melepaskan handuk dari timba akan mengalami kesulitan.

3. Cetok

Alat yang digunakan untuk mengaduk semen, dan meratakan semen pada handuknya.

4. Kuas

Alat ini digunakan untuk mewarnai pot yang sudah kering dan siap untuk diberi warna.

5. Wadah

Wadah ini digunakan untuk tempat mencampurkan cat besi dan tiner. Jadi, wadah yang digunakan dapat berupa apa pun yang dirasa dapat digunakan untuk mencampurkan cat dan tiner.

2.1.2 Bahan

Terdapat tiga bahan yang diperlukan dalam pembuatan produk, yaitu sebagai berikut;

1. Semen

Ukuran semen ini dapat berubah, disesuaikan dengan ukuran handuk yang akan digunakan.

2. Cat Besi

Cat yang harus dipersiapkan ukuran sekitar ¼ kg. Namun, sebenarnya dengan ukuran ¼ kg dapat digunakan hingga 4-5 kali. Pemakaian warna untuk cat ini dapat disesuaikan dengan keinginan.

3. Tiner

Tiner ini digunakan untuk campuran cat besi, ½ liter sudah cukup dalam pembuatan produk ini.

2.2 Cara Pembuatan Produk

1. Pastikan handuk dalam keadaan kering, dan ukuran sudah dibuat menjadi 50 cm x 50 cm.

2. Siapkan adonan semen, dengan ½ kg semen yang dicampur dengan air secukupnya. Adonan semen ini tidak boleh terlalu cair, karena akan memengaruhi ke kokoh-an dari hasil akhirnya nanti.

3. Masukkan handuk ke dalam adonan semen yang sudah jadi. Aduk dengan cetok dan ratakan ke seluruh permukaan handuk hingga benar – benar merata.

4. Siapkan timba dengan posisi tengkurap, dan lapisi semua permukaan timba dengan plastik.

5. Handuk yang sudah rata atau sudah terlapisi seluruh permukaannya oleh adonan semen, posisikan atau letakkan ke atas timba yang sudah dilapisi oleh plastik.

6. Tata bentuk handuk yang sudah berada di atas timba. Maksudnya adalah lipatan – lipatan yang tidak sesuai diperbaiki dan posisi handuk yang diseimbangkan antara kanan dan kiri. Apabila adonan semen masih terdapat sisa, dapat ditambahkan pada handuk kembali pada posisi saat ini. Tambahkan semen pada bagian handuk yang dirasa masih kurang mendapatkan adonan semen.

7. Apabila posisi handuk yang menjuntai ke bawah mengenai tanah, maka posisikan timba di tempat yang lebih tinggi atau gunakan penyangga pada bagian tengah timba, agar handuk yang menjuntai ke bawah tidak mengenai tanah.

8. Diamkan selama satu malam, di dalam suhu ruangan.

9. Apabila sudah satu malam dibiarkan dalam suhu ruangan, maka lepaskan handuk dari cetakan atau timba. Usahakan pelan – pelan, sehingga handuk tidak retak atau rusak.

10. Keringkan kembali di bawah sinar matahari langsung hingga benar – benar kering, biasanya 2 – 3 hari. Apabila handuk sudah benar – benar kering dan kokoh, maka handuk sudah siap untuk tahap selanjutnya, yaitu pewarnaan.

11. Siapkan tiner dan cat yang sudah dibeli serta wadah yang sudah disiapkan.

12. Tuangkan cat besi dan tiner pada wadah yang sudah disiapkan. Usahakan cat lebih banyak dan gunakan tiner sedikit saja, agar tidak terlalu cair.

13. Warnai pot dengan kuas hingga seluruh permukaannya tertutupi warna, baik permukaan dalam maupun luar.

14. Keringkan di bawah sinar matahari langsung, sekitar 1 hari.

15. Apabila cat sudah kering, maka produk sudah siap digunakan ataupun dipasarkan.