Konten dari Pengguna

Renungan Sosial: Nilai Pendidikan Karakter dalam Universitas

Rianti Ardana Reswari

Rianti Ardana Reswari

I am a lecturer from Department of Management in Universitas Panca Bhakti at West Kalimantan. My academic interest involved in marketing literature such as social marketing, corporate social responsibility, global marketing and sustainability issue.

·waktu baca 3 menit

comment
33
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Rianti Ardana Reswari tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Pendidikan karakter berperan dalam mengembangkan nilai sosial dan membangun keterampilan bagi mahasiswa untuk kehidupan keluarga, karier dan kehidupan sosial. Foto: Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Pendidikan karakter berperan dalam mengembangkan nilai sosial dan membangun keterampilan bagi mahasiswa untuk kehidupan keluarga, karier dan kehidupan sosial. Foto: Shutterstock

Mendidik seorang anak merupakan pekerjaan terberat bagi orang tua. Pasalnya dengan pengetahuan dan pengalaman yang minim serta waktu terbatas orang tua dituntut untuk dapat menghasilkan anak yang “sempurna” dari segi fisik, sosial hingga mental. Dengan bantuan Internet dan kemajuan teknologi lainnya, hal ini dapat mempermudah perkerjaan orang tua, namun apa implikasinya pada pengembangan karakter seorang anak?

Orang tua memerlukan bantuan dalam mendidik seorang anak guna meringankan pekerjaan mereka. Disini terbentuk peran institusi pendidikan yang konkrit, yaitu untuk membangun mentalitas generasi penerus bangsa. Bahkan, sering kita saksikan pada media massa bahwa perilaku arogan seorang anak yang menimbulkan “ripple effect” atau “efek riak” kepada nasib orang tuanya.

Riset dari (Peng et al., 2023) menunjukkan bahwa karakter seorang orang tua dapat diturunkan kepada anak, tetapi hal tersebut tidak terjadi secara otomatis. Sehingga pola asuh yang digunakan oleh orang tua berpengaruh besar terhadap pendidikan dan pembentukan karakter anak. Adapun karakter orang tua dapat diturunkan kepada anak melalui pendidikan dan asuhan agama serta nilai-nilai budaya. Sehingga disimpulkan bahwa karakter kedua orang tua tidak dapat diwariskan secara genetik kepada seorang anak.

Pendidikan karakter bagi mahasiswa sangat penting untuk mengatasi krisis moral yang marak terjadi. Dalam tingkatan universitas, terdapat tantangan tersendiri dalam mengelola berbagai pemikiran dan perilaku mahasiswa. Karakter seorang anak terbentuk dari lingkungan internal dan eksternal. Secara eksternal melalui institusi pendidikan yaitu universitas, tentu terdapat program pendidikan karakter di masing-masing universitas sudah terlaksana namun umumnya terfokus terhadap sisi spiritualitas mahasiswa. Akan lebih baik jika kurikulum pendidikan karakter diiringi dengan penguatan materi dasar kehidupan sosial berupa norma, moralitas dan toleransi guna mendidik karakter generasi bangsa yang lebih baik. Terdapat banyak nilai budaya kolektivisme positif di Indonesia yang harus dipedomani dan dipertahankan setiap generasi penerus bangsa. Sedangkan sering kita amati di media sosial bahwa pola komunikasi bahkan media pembelajaran pada tingkat universitas telah bahan guyonan bagi mahasiswa. Sungguh disayangkan masih terdapat konten yang kurang mendidik malah dijadikan panutan bagi generasi-generasi muda di Indonesia. Padahal pada sejatinya hal itu ditujukan fungsi mendidik karakter bagi mahasiswa bertujuan agar mereka mampu berbaur dengan segala kalangan masyarakat lebih baik terutama dalam menghargai orang lain khususnya bagi orang yang berusia lebih tua. Pendidikan karakter ini merupakan salah satu aspek krusial dalam mengembangkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Indonesia. Penguatan pendidikan karakter di universitas melalui kegiatan kokurikuler, intrakurikuler dan ekstrakurikuler dibutuhkan pada lingkungan universitas sehingga dapat membentuk generasi muda Indonesia yang tangguh di masa mendatang.

Sumber:

Peng, X., Nakatani, H., Chen, H., Inoue, Y., Song, F., Yoshihara, M., & Lei, R. (2023). Cross-cultural metathemes of Chinese and Japanese university students' perspective on parental care. Frontiers in Public Health, 11, 1216831.