Konsumtif Berbelanja di Marketplace Digital

Mahasiswi Ilmu Komunikasi, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta
Tulisan dari Ria Rahma Sukmawardani tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Budaya populer adalah budaya yang lahir atas keterkaitan dengan media. Artinya, media mampu memproduksi sebuah bentuk budaya, maka publik akan menyerapnya dan menjadikannya sebagai sebuah bentuk kebudayaan. Populer yang dibicarakan disini tidak terlepas dari perilaku konsumsi dan determinasi media massa terhadap publik yang bertindak sebagai konsumen (Strinati, 2007: 40). Salah satu budaya yang sedang berkembang di khalayak masyarakat ialah budaya berbelanja. Budaya berbelanja saat ini sudah berbeda dengan budaya berbelanja dahulu. Dulu, masyarakat selalu berbelanja langsung dengan mendatangi dan bernegosiasi di tempat perbelanjaan tersebut secara langsung. Kini, masyarakat banyak yang lebih memilih untuk berbelanja melalui marketplace. Sebenarnya apa itu marketplace?
Marketplace merupakan media online berbasis internet (web based) tempat melakukan kegiatan bisnis dan transaksi antara pembeli dan penjual. Pembeli dapat mencari supplier sebanyak mungkin dengan kriteria yang diinginkan, sehingga memperoleh sesuai harga pasar. Sedangkan bagi supplier/penjual dapat mengetahui perusahaan-perusahaan yang membutuhkan produk/jasa mereka (Opiida, 2014). Sedangkan menurut Strauss, marketplace adalah penggunaan data elektronik dan aplikasi untuk perencanaan dan pelaksanaan konsepsi, distribusi dan harga sebuah ide, barang dan jasa untuk menciptakan pertukaran yang memuaskan tujuan individu dan organisasi (Strauss, 2001).
Berbelanja merupakan aktivitas yang menyenangkan bagi kebanyakan orang terutama wanita dari usia remaja maupun dewasa. Karena dapat dijadikan tempat untuk refreshing dari segala kepenatan yang ada. Kehadiran marketplace memudahkan masyarakat untuk berbelanja tanpa harus meluangkan banyak waktu. Bagi sebagian orang waktu adalah hal yang paling sulit untuk dibagi apalagi hanya untuk datang ke pusat perbelanjaan. Hanya bermodal gadget dan internet banking barang yang dicari sudah terbeli dan datang sampai di depan rumah. Tetapi tak sedikit orang juga tetap gemar berbelanja secara langsung karena lebih mendapatkan kepuasan dalam memilih barang yang diinginkan. Karena banyak kasus yang ketika barang pesanan datang tidak sesuai ekspektasi atau gambar yang tercantum di marketplace tersebut.
Beberapa marketplace ternama yang sering digunakan oleh masyarakat ialah Shopee, Tokopedia, Lazada, OLX, Bukalapak, dsb. Selain itu marketplace juga memiliki banyak keunggulan. Misalnya shopee, ia selalu menawarkan voucher gratis ongkos kirim kepada pelanggan dengan minimal pembelanjaan tertentu. Setiap tanggal kembar seperti 10.10/11.11/12.12 selalu diadakan promo dan flashsale besar-besaran. Tak menjadi masalah walau harus berebutan karena barang sangat cepat habis. Tawaran tersebut sangat menarik bagi pelanggan yang sedang berbelanja. Kemudian harga barang juga lebih murah dibandingkan di toko dengan kualitas barang yang sama dengan yang ada di toko. Apalagi barang langsung dikirim ke rumah masing-masing. Jasa ekspedisi dan juga lama pengiriman juga dapat ditentukan sendiri oleh pelanggan. Ketika tidak ada di rumah pun jadi tetap dapat berbelanja karena alamat pengiriman dapat diubah sesuai keinginan. Kita juga dapat berbelanja dari luar negeri. Biasanya harganya pun jauh lebih murah. Marketplace yang digunakan saat berbelanja dari luar negeri biasanya yaitu adalah Amazon.
Disaat pandemi seperti sekarang budaya berbelanja online maupun di marketplace sangat digemari oleh khalayak masyarakat. Apalagi sekarang masyarakat dituntut untuk tetap di rumah saja dan tidak dapat ke pusat perbelanjaan. Lagipula beberapa pusat perbelanjaan juga harus tutup sementara bahkan banyak yang gulung tikar karena kerugian yang tinggi akibat pandemi virus Covid-19. Sehingga alternatif berbelanja kebutuhan sehari-hari adalah dengan menggunakan marketplace. Bahkan, sekarang sudah ada marketplace khusus menjual sayuran dan bahan dapur lainnya. Yakni Sayurbox, Happy Fresh, Tanihub, Tukangsayur.co, dsb. Meskipun belum menjangkau ke seluruh daerah di Indonesia.
Para penjual juga biasanya mempromosikan dagangannya lewat Instagram ataupun Tiktok dengan melakukan endorse kepada selebgram atau artis. Seperti contoh #racunshopee di Tiktok. Hal ini semakin membuat masyarakat teracuni dengan barang-barang yang menurut mereka sekadar lucu atau bagus tanpa memikirkan kegunaannya. Sehingga menimbulkan budaya konsumtif yang sulit dihilangkan dari benak masyarakat. Bisa juga karena hanya mengikuti tren atau gengsi untuk memiliki barang tertentu. Hal tersebut dapat disebut juga pemborosan. Karena berbelanja juga dapat menimbulkan kecanduan. Tetapi ada juga masyarakat yang tetap pikir panjang dalam berbelanja di marketplace. Tentunya harus selalu berhati-hati karena maraknya penipuan yang dengan mudah dapat terjadi kepada siapapun dan kapanpun.
Dalam hal ini penulis dapat mengambil kesimpulan bahwa budaya populer sangat berhubungan dengan khalayak. Yang dimana khalayak tersebut mengikuti budaya yang berubah sesuai zaman yaitu budaya populer masyarakat yang gemar berbelanja melalui marketplace. Kemudahan yang ditawarkan dalam berbelanja di marketplace sangat membuat kehidupan masyarakat menjadi lebih praktis dan efektif. Terlebih lagi dengan perkembangan teknologi yang meningkat secara drastis. Keunggulannya dapat menghemat waktu dan tenaga. Asalkan tetap berbelanja secara bijak, memikirkan kebutuhan di atas keinginan, dan yang terpenting tidak konsumtif. Karena berbelanja juga harus cerdas.
Ria Rahma Sukmawardani
Universitas Muhammadiyah Yogyakarta
