Konten dari Pengguna

Victoria’s Secret dan Strategi Ekspansi sebagai Perusahaan Multinasional

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ribi Septiyanti tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Victoria’s Secret sebagai brand fashion asal Amerika Serikat yang berekspansi ke pasar global. Sumber FotoFoto: Nihar Bhagat/Unsplash
zoom-in-whitePerbesar
Victoria’s Secret sebagai brand fashion asal Amerika Serikat yang berekspansi ke pasar global. Sumber FotoFoto: Nihar Bhagat/Unsplash

Ketika mendengar nama Victoria’s Secret, yang terlintas mungkin adalah lingerie, fashion show dengan sayap ikonik, serta citra feminin yang selama bertahun-tahun menjadi identitas merek tersebut. Namun, di balik popularitasnya sebagai salah satu nama besar dalam industri fashion, Victoria’s Secret merupakan bagian dari fenomena yang lebih luas: bagaimana sebuah perusahaan asal Amerika Serikat berkembang menjadi bisnis dengan jangkauan pasar internasional.

Victoria’s Secret tidak hanya menjual produk fashion dan kecantikan. Perusahaan ini juga menjual sebuah identitas dan gaya hidup yang kemudian dipasarkan kepada konsumen di berbagai negara. Hal tersebut membuat Victoria’s Secret menarik untuk dikaji sebagai perusahaan multinasional atau multinational corporation (MNC).

Lantas, bagaimana sebuah brand fashion Amerika dapat membangun bisnis dengan jangkauan global?

Dari Amerika Serikat ke Pasar Global

Victoria’s Secret didirikan pada tahun 1977 di San Francisco, California, oleh Roy dan Gaye Raymond. Pada awalnya, perusahaan ini dibentuk sebagai toko lingerie yang menawarkan pengalaman berbelanja berbeda bagi konsumen.

Perkembangannya semakin pesat setelah perusahaan tersebut diakuisisi oleh The Limited pada tahun 1982. Di bawah kepemilikan tersebut, Victoria’s Secret berkembang menjadi salah satu merek terbesar dalam industri lingerie dan kemudian memperluas lini produknya ke berbagai kategori, termasuk pakaian, parfum, dan produk kecantikan.

Salah satu faktor yang membuat Victoria’s Secret berkembang menjadi brand global adalah kemampuannya membangun identitas merek yang kuat. Produk Victoria’s Secret tidak hanya dipasarkan berdasarkan fungsi, tetapi juga melalui citra tertentu yang membuat konsumennya dapat mengasosiasikan produk dengan gaya hidup, kecantikan, dan kemewahan.

Identitas tersebut kemudian dibawa ke berbagai pasar internasional melalui strategi ekspansi perusahaan.

Strategi Global Victoria’s Secret

Sebagai perusahaan multinasional, ekspansi ke pasar internasional tidak cukup hanya dengan menjual produk di negara lain. Perusahaan perlu mempertimbangkan bagaimana produknya dapat diterima oleh konsumen dengan latar belakang budaya dan preferensi yang berbeda.

Victoria’s Secret menggunakan berbagai saluran untuk memperluas jangkauannya. Selain melalui toko fisik dan mitra distribusi, perkembangan teknologi digital juga memungkinkan perusahaan menjangkau konsumen melalui e-commerce dan media sosial.

Media sosial menjadi semakin penting karena industri fashion sangat bergantung pada visual dan tren. Melalui platform digital, Victoria’s Secret dapat mempertahankan hubungan dengan konsumennya sekaligus memperkenalkan koleksi dan kampanye baru kepada audiens internasional.

Strategi lain yang juga menjadi bagian penting dari identitas Victoria’s Secret adalah penggunaan figur publik, model, selebritas, serta influencer dalam aktivitas pemasaran. Hal tersebut memungkinkan perusahaan menghubungkan produk dengan figur yang sudah memiliki pengaruh dan pengikut di masyarakat.

Maka, pemasaran Victoria’s Secret tidak hanya berfokus pada produk, tetapi juga pada bagaimana konsumen memandang dan berinteraksi dengan brand tersebut.

Ketika Brand Menjual Lifestyle

Salah satu hal menarik dari Victoria’s Secret adalah bagaimana perusahaan membangun brand image yang melampaui produknya.

Selama bertahun-tahun, Victoria’s Secret Fashion Show menjadi salah satu contoh paling terkenal. Acara tersebut bukan sekadar kegiatan untuk memperkenalkan produk, tetapi juga menjadi media untuk membangun eksposur dan menciptakan pengalaman terhadap brand.

Model dengan sayap, panggung yang spektakuler, musik, serta kehadiran figur terkenal membuat fashion show tersebut menjadi bagian dari budaya populer. Dengan kata lain, Victoria’s Secret berhasil menjadikan aktivitas pemasaran sebagai sebuah spectacle yang dapat menarik perhatian masyarakat luas.

Hal ini menunjukkan bagaimana perusahaan multinasional dapat menggunakan strategi komunikasi untuk membangun brand recognition di berbagai negara.

Namun, strategi global tidak selalu berarti menggunakan pendekatan yang sama di setiap pasar. Perusahaan multinasional juga perlu memahami karakteristik konsumennya.

Preferensi konsumen terhadap fashion, standar kecantikan, budaya, hingga perkembangan isu sosial dapat berbeda antara satu negara dengan negara lainnya. Karena itu, kemampuan beradaptasi menjadi salah satu faktor penting dalam mempertahankan bisnis global.

Tantangan di Tengah Perubahan Konsumen

Perjalanan Victoria’s Secret juga menunjukkan bahwa menjadi perusahaan multinasional bukan berarti terbebas dari tantangan.

Dalam beberapa tahun terakhir, industri fashion mengalami perubahan besar. Konsumen semakin memperhatikan keberagaman, representasi tubuh, keberlanjutan, dan nilai yang dibawa oleh sebuah brand.

Victoria’s Secret yang sebelumnya sangat identik dengan penggunaan model-model tertentu dan standar kecantikan yang relatif seragam kemudian menghadapi perubahan ekspektasi konsumen.

Perubahan tersebut turut mendorong perusahaan untuk melakukan transformasi terhadap strategi branding dan komunikasinya. Victoria’s Secret mulai menampilkan representasi yang lebih beragam dalam kampanye dan komunikasinya.

Perubahan ini dapat dilihat sebagai bagian dari proses adaptasi perusahaan terhadap lingkungan bisnis global yang terus berubah.

Di sisi lain, Victoria’s Secret juga harus menghadapi persaingan dari berbagai brand baru yang menawarkan pendekatan berbeda kepada konsumen. Persaingan tersebut menunjukkan bahwa popularitas sebuah brand tidak dapat menjadi jaminan untuk mempertahankan posisi di pasar internasional.

Pelajaran dari Victoria’s Secret sebagai MNC

Jika dilihat dari perspektif kajian perusahaan multinasional, perjalanan Victoria’s Secret menunjukkan bahwa ekspansi global bukan hanya tentang membawa produk dari satu negara ke negara lain.

Perusahaan perlu membangun strategi yang memungkinkan identitas global tetap dipertahankan, sekaligus menyesuaikannya dengan perubahan pasar dan konsumen.

Victoria’s Secret menjadi salah satu contoh bagaimana perusahaan dari Amerika Serikat dapat memanfaatkan kekuatan brand, pemasaran, teknologi digital, serta jaringan bisnis untuk membangun kehadiran internasional.

Namun, globalisasi juga membuat perusahaan menghadapi lingkungan yang semakin kompleks. Perubahan tren, perkembangan teknologi, kompetisi, serta nilai-nilai sosial yang berkembang di masyarakat dapat memengaruhi cara sebuah perusahaan menjalankan bisnisnya.

Pada akhirnya, kisah Victoria’s Secret memperlihatkan bahwa industri fashion tidak hanya berbicara mengenai pakaian dan penampilan. Di balik sebuah brand yang dikenal konsumen, terdapat strategi bisnis yang memungkinkan perusahaan beroperasi melampaui batas negara.

Victoria’s Secret menunjukkan bagaimana fashion dapat menjadi bagian dari bisnis global, sekaligus menjadi contoh bahwa perusahaan multinasional harus terus beradaptasi agar tetap relevan di tengah perubahan pasar internasional.