Ini Strategi Jual Mobil Bekas Agar Cepat Laku Terjual

Memberitakan informasi yang menarik dan patut diketahui publik
Tulisan dari MataRakyatNews tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Menjual mobil bekas tidak semudah membalikan telapak tangan. Dibutuhkan strategi tertentu agar mobil bekas itu cepat laku terjual. General Manager Showroom jual beli mobil bekas, Berkah Jaya Mobilindo Dwi Kurniawan menyatakan, poin utama agar mobil bekas laku terjual yaitu memprioritaskan keinginan dan kebutuhan konsumen. Dia menuturkan, memprioritas konsumen adalah cara untuk meningkatkan kepercayaan atas transaksi jual beli mobil bekas antara pembeli dan penjual.
"Jadi, kita jaga nama baik kita dong. Kita memberikan ruang luas untuk konsumen mengecek kondisi mobil baik fisik dan kelengkapan dokumennya," katanya kepada Kumparan.com di Jakarta, Jumat (3/10).
Dia mengatakan, tak sedikit konsumen yang ingin membeli mobil bekas itu sangat kritis dan detail. Tapi, terkadang ada juga konsumen yang mengutamakan soal pengajuan kredit agar disetujui semata oleh lising.
"Biasanya gitu, kita persilakan untuk sama-sama ke bengkel resmi cek fisik mesin dan lain-lain. Gak masalah kalau mau bawa mekanik sendiri," ujar Dwi.
Dia mengaku, ketika konsumen tidak cocok atas pilihannya maka Dwi bersedia mengembalikan 100 persen down payment (DP) yang sudah diberikan sebelumnya.
"Misalnya, setelah dicek kebengkel ada indikasi tabrakan atau banjir, kita balikin DP nya 100 persen. Gak masalah kita batalin," katanya.
Dwi mengaku, saat ini dia memiliki delapan showroom mobil bekas. Omset penjualan mobil bekas dari delapan showroom tersebut mencapai Rp 2 miliar dalam satu bulan. Dia menargerkan untuk satu showroom harus menjual 10 unit dalam satu bulan.
"Untuk biaya perawatannya itu berkisar Rp 3 juta hingga Rp 15 juta. Tapi itu tergantung kondisi mobil bekas yang kita ambil," katanya.
Untuk bulan Oktober kemarin, dia berhasil menjual 90 unit mobil bekas dari total delapan showroom yang ada. Untuk setiap showroomnya, Dwi memiliki 30 hingga 35 unit mobil bekas yang siap jual dengan kondisi fisik yang maksimal.
"Sebenarnya fluktuatif sih, ga selalu lolos target. Karena, kadang kita jual rugi. Nah, jual rugi ini gak kita masukin ke daftat penjualan," katanya.
