Kenapa Penjualan Mobil Bekas Meningkat? Ini Jawabannya

Memberitakan informasi yang menarik dan patut diketahui publik
Tulisan dari MataRakyatNews tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Beberapa bulan terakhir ini, pasar jual beli mobil bekas dinilai mengalami peningkatan. General Manager Berkah Jaya Mobilindo Dwi Kurniawan di salah satu showroom penjualan mobil bekas di ITC Permata Hijau menyatakan, rating penjualan mobil bekas meningkat sejak pertengahan bulan Oktober 2017. Menurutnya, peningkatan tersebut akibat konsumen yang saat ini sudah pintar untuk membeli sebuah mobil. Ditambah, alat transportasi mobil untuk saat ini sudah masuk dalam kebutuhan primer.
"Jadi, market jual beli mobil bekas itu gak akan hilang. Apalagi, mobil sekarang sudah menjadi kebutuhan wajib, bukan untuk gaya hidup semata," katanya kepada Kumparan.com di Jakarta, Jumat (3/11).
Tapi, menurut Dwi, pasar jual beli mobil bekas akan tetap laku di pasaran. Karena, lanjutnya, masyarakat saat ini sudah tidak lagi berpandangan bahwa mobil bekas itu buruk. Sebaliknya, mobil baru belum tentu maksimal. Dwi menjelaskan, ketika orang membeli mobil baru dan sesampainya dirumah, maka mobil itu otomatis akan mengalami depresi harga sebesar Rp 40 juta dari harga awal. Sedangkan, harga-harga mobil bekas saat ini mayoritas lebih murah sekitar Rp 30 juta dari harga baru mobil tersebut.
"Jika seperti itu pasti orang mending beli lebih murah. Walaupun kondisinya second tapi fisiknya masih perform maksimal. Selsihnya sampe Rp 30 juta ya, tetap aja orang sepinter apapun pasti cari yang lebih murah tapi bagus barangnya. Gak jauh beda sama yang baru," tambahnya.
Selain itu, menurut Dwi, kondisi ekonomi politik juga memperngaruhi daya beli masyarakat terhadap mobil bekas. Dia mengaku, ketika jakarta dalam masa kepemimpinan Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), beberapa PNS yang membeli mobil second hanya dua sampai tiga orang dalam satu bulan.
"Setelah Ahok kasus, sekarang ini PNS yang beli mobil cash. Bawa tas yang isinya duit semua itu bisa sampe empat lima orang," ujar Dwi.
