Sukses P4, Mahasiswi Diksasindo UB Kembangkan Inovasi MONOKARYA di SMKN 2 Malang

Mahasiswi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Fakultas Ilmu Budaya Universitas Brawijaya
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Richa Abrillia Almaliki tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Mahasiswi Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Brawijaya (UB), Fannia Dwi Septiana Putri Utomo, Feri Agustin Fidya Pratiwi, Richa Abrillia Almaliki, Raihana Fadhila Nurimani, Putri Dewi Intan Purnama, dan Estri Sri Utami sukses menjalankan Program Pengenalan dan Pengelolaan Pembelajaran (P4) Asistensi Mengajar yang diselenggarakan oleh Fakultas Ilmu Budaya (FIB), Universitas Brawijaya (UB) pada Rabu (12/08/2026) hingga Senin (05/10/2026). Program P4 menjadi wadah bagi mereka untuk menghadirkan inovasi pembelajaran Bahasa Indonesia melalui permainan edukatif bernama MONOKARYA atau Monopoli Bahasa Indonesia Dunia Kejuruan. MONOKARYA dirancang sebagai alternatif media pembelajaran berbasis permainan yang mengadaptasi konsep permainan monopoli dengan menghadirkan pertanyaan-pertanyaan seputar materi Bahasa Indonesia kelas 11. Melalui kegiatan tersebut, siswa berkesempatan untuk bermain sekaligus menguji pemahaman materi bersama kelompok.
Pengembangan MONOKARYA dilatarbelakangi oleh kebutuhan penguatan materi yang lebih interaktif dan bervariatif. Penguatan materi Bahasa Indonesia tidak akan cukup apabila pembelajaran hanya berpusat pada guru melalui metode ceramah dan latihan soal tertulis, melainkan perlu adanya ruang bagi siswa untuk terlibat aktif dalam memahami materi. Dalam pembelajaran Bahasa Indonesia, siswa perlu memahami berbagai konsep, mulai dari definisi, struktur dan unsur-unsur teks, hingga kaidah kebahasaan yang mana memerlukan media pembelajaran interaktif untuk membantu siswa dalam memahami materi.
Mekanisme MONOKARYA mengadaptasi permainan monopoli dengan menggunakan papan permainan, dadu untuk menentukan langkah, dan pion sebagai penanda posisi. Siswa akan menemukan beragam pertanyaan dan tantangan yang berkaitan dengan materi Bahasa Indonesia kelas XI, meliputi teks argumentasi, teks berita, dan teks persuasi (poster) di setiap petak dalam jalur papan permainan MONOKARYA. Selain itu, dalam setiap jalurnya, terdapat beberapa petak keberuntungan yang memberikan bantuan tertentu pada kelompok selama permainan berlangsung dan petak tantangan yang memberikan sejumlah teka-teki yang berkaitan dengan materi.
Permainan dilakukan secara berkelompok di mana setiap kelompok wajib menunjuk satu orang dalam kelompoknya untuk menjadi perwakilan yang bertugas melempar dadu dan menggerakkan pion sesuai dadu yang diperoleh. Kelompok yang berhenti pada kotak selain kotak tantangan dan keberuntungan akan mendapatkan pertanyaan secara acak mengenai teks argumentasi, teks berita, dan teks persuasi dan wajib untuk dijawab. Petak yang ditempati menentukan aktivitas yang dilakukan, seperti petak pertanyaan berisi soal yang dipilih secara acak, lalu petak tantangan memuat pertanyaan menjebak, dan petak keberuntungan menyediakan bantuan bagi kelompok. Dalam menjawab soal, kelompok diperbolehkan melakukan diskusi dengan batas waktu yang ditentukan, Kelompok yang menjawab benar, akan memperoleh poin, sedangkan yang menjawab salah atau tidak bisa menjawab maka akan mundur 1 atau beberapa langkah dari posisinya.
Pengembangan MONOKARYA diharapkan dapat menjadi alternatif media pembelajaran yang menarik melalui perpaduan permainan monopoli dan kegiatan penguatan materi. Penerapan media MONOKARYA dalam pembelajaran dapat memberikan peluang siswa untuk berpikir secara kritis dan bekerja sama dengan kelompok. Tidak hanya itu, MONOKARYA juga dapat menjadi inspirasi bagi pendidik untuk menciptakan media pembelajaran yang kreatif, kontekstual, dan sesuai dengan tujuan pembelajaran.
