Konten dari Pengguna

TEP 18 Animha IPB Gelar Nobar Bersama siswa SMPN Wayau Distrik Animha Merauke

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Tim 18 Ekspedisi Patriot IPB University tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Suasana sebelum pemutaran film Jembatan Pensil. Foto: Arum Setyo Wati
zoom-in-whitePerbesar
Suasana sebelum pemutaran film Jembatan Pensil. Foto: Arum Setyo Wati

Merauke – Tim Ekspedisi Patriot (TEP) 18 Animha IPB University menggelar kegiatan nonton bareng film Jembatan Pensil bersama anak-anak asrama SMP Negeri Wayau di Distrik Animha, Kabupaten Merauke. Kegiatan ini bertujuan untuk membakar semangat belajar serta menanamkan pentingnya pendidikan bagi generasi muda di wilayah terpencil.

Kegiatan ini untuk mendorong Semangat Belajar Siswa SMPN Wayau Lewat Film Jembatan Pensil untuk menanamkan pemahaman tentang pentingnya pendidikan kepada anak-anak SMP Negeri Wayau, sekaligus memberikan dorongan semangat agar mereka lebih giat belajar demi mencapai pendidikan tinggi.

Sekretaris TEP 18 Animha IPB University, Greyuni Grace Tambunan, berharap kegiatan ini membawa dampak positif yang nyata. Terlebih lagi, SMP Negeri Wayau merupakan satu-satunya sekolah menengah pertama di Distrik Animha.

SMP Negeri Wayau harus menjadi batu loncatan bagi anak-anak di Distrik Animha untuk meraih cita-cita mereka. Karena itu, motivasi berkelanjutan sangat diperlukan agar semangat belajar mereka terus meningkat," Ujar Greyuni.

Pemutaran film Jembatan Pensil dipilih karena ceritanya sangat relevan dengan kehidupan siswa SMP Negeri Wayau. Film ini menyampaikan pesan mendalam bahwa pendidikan harus diperjuangkan dengan semangat, ketulusan persahabatan, dan keteguhan hati di tengah berbagai keterbatasan.

Suasana Anak-anak sedang menonton film. Foto: Arum Setyo Wati

Film Jembatan Pensil memiliki keterikatan cerita yang kuat dengan realitas siswa SMP Negeri Wayau. Meski harus menempuh perjalanan jauh antarkampung dengan fasilitas terbatas, motivasi dan dorongan semangat membuat mereka tetap gigih menuntut ilmu.

Koordinator Lapangan TEP 18 Animha IPB University, Ricky Astawan, menyebutkan bahwa pemutaran film Jembatan Pensil menjadi langkah nyata dalam membangkitkan semangat juang para siswa SMP Negeri Wayau untuk menuntut ilmu.

Pendidikan adalah fondasi utama kehidupan. Tanpa fasilitas yang layak, cita-cita anak-anak di pelosok akan sangat sulit terwujud. Kami sangat berharap pemerintah daerah dan pusat memberikan perhatian khusus pada pendidikan di daerah terpencil seperti Distrik Animha. Perjuangan dalam film Jembatan Pensil nyata terjadi di sini; anak-anak dari Kampung Koa, Kaiza, Sinegi, dan Baad rela berjalan jauh ke Kampung Wayau demi menuntut ilmu," tegas Ricky.

Sebagai satu-satunya sekolah menengah pertama di Distrik Animha, SMP Negeri Wayau menjadi jembatan utama bagi para siswa dari Kampung Koa, Kaiza, Sinegi, dan Baad untuk meraih cita-cita meski harus menempuh perjalanan jauh. Lewat aksi ini, TEP 18 IPB University mendorong pemerintah daerah maupun pusat untuk memberikan perhatian khusus terhadap pemenuhan fasilitas pendidikan di kawasan pelosok Papua, terutama di Distrik Animha.