Magang UMY di MNC Digital: Memahami Audiens melalui Monitoring Idolyfe

Mahasiswa Aktif Program Studi Manajemen Universitas Muhammadiyah Yogyakarta.
·waktu baca 6 menit
Tulisan dari Rida Ratni Nurazizah tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Memasuki dunia perkuliahan, saya terbiasa mempelajari berbagai teori mengenai manajemen, termasuk bagaimana perusahaan memahami kebutuhan dan preferensi konsumen. Namun, menerapkan pembelajaran tersebut dalam lingkungan kerja memberikan pengalaman yang berbeda. Melalui program magang yang diselenggarakan oleh Program Studi Manajemen Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, saya mendapatkan kesempatan untuk mengenal dunia kerja secara langsung melalui kegiatan magang di MNC Digital.
Sebagai mahasiswa Manajemen dengan konsentrasi Manajemen Pemasaran, saya mulai memahami bahwa pengetahuan mengenai audiens tidak hanya dapat dipelajari melalui teori di ruang kelas. Pengalaman tersebut juga dapat diperoleh melalui pengamatan terhadap aktivitas dan respons audiens dalam industri hiburan.
Salah satu kegiatan yang saya jalankan selama magang adalah monitoring program Idolyfe melalui platform RCTI+. Dari kegiatan ini, saya mendapatkan sudut pandang baru mengenai bagaimana sebuah program hiburan dapat diamati, dicatat, dan dipahami melalui berbagai hal yang muncul selama siaran berlangsung.
Pengalaman Magang dan Monitoring Idolyfe
Monitoring Idolyfe saya lakukan setiap hari Selasa dan Kamis melalui siaran langsung di RCTI+. Program ini menghadirkan host yang bergantian antara alumni Indonesian Idol Season 13 dan Season 14. Pergantian host tersebut membuat setiap episode memiliki suasana yang berbeda, baik dari segi interaksi, topik pembahasan, maupun segmen yang disajikan.
Pada awalnya, saya mengira kegiatan monitoring hanya sebatas menonton dan memperhatikan jalannya acara. Namun, setelah menjalankannya secara rutin, saya menyadari bahwa ada banyak hal yang perlu diamati dengan lebih teliti.
Saya tidak hanya mengikuti percakapan para host, tetapi juga memperhatikan topik yang dibahas, permainan atau games yang dilakukan, serta respons penonton melalui kolom komentar. Hal-hal yang mungkin terlewat ketika menonton untuk hiburan justru menjadi bagian penting dalam tugas monitoring.
Hasil pengamatan tersebut kemudian saya catat ke dalam spreadsheet. Beberapa informasi yang perlu saya kumpulkan meliputi judul program, host, content atau topic, segment atau games, viewer comment, highlight, dan guest star.
Dari tugas ini, saya mulai merasakan perbedaan antara menonton untuk hiburan dan menonton sebagai bagian dari pekerjaan. Jika biasanya saya bisa menikmati tayangan tanpa memperhatikan setiap detail, monitoring mengharuskan saya untuk lebih fokus dan memastikan informasi yang dicatat sesuai dengan jalannya program.
Tugas tersebut terlihat sederhana, tetapi tetap membutuhkan ketelitian dan konsistensi. Saya perlu memperhatikan setiap episode agar informasi yang dikumpulkan tersusun dengan baik dan tidak ada hal penting yang terlewat.
Melihat Respons Penonton melalui Kolom Komentar
Salah satu bagian yang menarik perhatian saya selama monitoring adalah kolom komentar penonton. Ketika Idolyfe berlangsung, penonton tidak hanya menyaksikan program, tetapi juga ikut berinteraksi melalui berbagai tanggapan.
Ada penonton yang memberikan request lagu, merespons candaan para host, membicarakan chemistry antarpengisi acara, atau memberikan dukungan kepada host tertentu. Komentar-komentar tersebut membuat suasana siaran terasa lebih interaktif.
Dalam beberapa episode, saya melihat bagaimana respons penonton muncul karena momen tertentu yang terjadi selama program. Misalnya, ketika para host saling bercanda, menjalankan games, atau menyanyikan lagu yang diminta oleh penonton.
Sebelum menjalani magang, saya mungkin hanya melihat komentar tersebut sebagai bagian dari keseruan menonton. Namun, ketika komentar itu menjadi salah satu bagian yang perlu dicatat, saya mulai memperhatikannya dengan lebih saksama.
Saya menyadari bahwa respons audiens dapat memberikan gambaran mengenai hal-hal yang menarik perhatian mereka. Meskipun monitoring yang saya lakukan bukan penelitian perilaku konsumen secara langsung, kegiatan ini membantu saya melihat bahwa interaksi penonton juga dapat menjadi bahan pengamatan terhadap suatu program.
Sebagai mahasiswa Manajemen Pemasaran, pengalaman tersebut terasa berkaitan dengan pembelajaran mengenai kebutuhan dan preferensi konsumen. Saya mulai memahami bahwa mengenali audiens tidak selalu harus dilakukan melalui sesuatu yang rumit. Pengamatan terhadap komentar dan interaksi mereka juga dapat menjadi salah satu langkah awal untuk memahami respons terhadap sebuah konten.
Pengalaman Pertama Mengunjungi Studio 5 Idolyfe
Selain melakukan monitoring melalui RCTI+, saya juga mendapatkan kesempatan untuk mengunjungi Studio 5 pada hari Kamis di minggu awal magang. Sebelumnya, pada hari Selasa, saya telah melakukan monitoring Idolyfe melalui siaran langsung.
Kunjungan tersebut menjadi pengalaman yang cukup berkesan bagi saya karena selama ini saya lebih sering melihat program melalui layar. Kali ini, saya dapat menyaksikan secara langsung tempat program tersebut berlangsung dan mengenal suasana studio yang sebelumnya hanya saya lihat dari tayangan.
Melihat studio secara langsung membuat saya menyadari bahwa sebuah tayangan yang terlihat sederhana ketika ditonton ternyata memiliki banyak hal yang dapat diamati dari sisi berbeda. Saya tidak hanya melihat program sebagai penonton, tetapi juga mulai memperhatikan lingkungan tempat program tersebut berlangsung.
Meskipun kunjungan ke Studio 5 hanya dilakukan pada kesempatan tersebut, pengalaman ini menjadi pelengkap dari monitoring yang saya jalankan secara rutin melalui RCTI+. Keduanya memberikan pengalaman yang berbeda dalam mengenal program Idolyfe, baik melalui pengamatan secara daring maupun kunjungan langsung.
Menghubungkan Pengalaman Magang dengan Perkuliahan
Selama menjalankan monitoring, saya mulai menemukan hubungan antara tugas yang dikerjakan dengan pembelajaran di bangku kuliah. Dalam Manajemen Pemasaran, saya mempelajari pentingnya memahami konsumen, termasuk kebutuhan, preferensi, dan respons mereka terhadap suatu produk atau layanan.
Dalam konteks program hiburan, audiens dapat dilihat sebagai pihak yang memberikan respons terhadap konten yang mereka saksikan. Melalui komentar, permintaan lagu, dan interaksi selama siaran, saya mendapatkan gambaran sederhana mengenai bagaimana penonton terlibat dalam sebuah program.
Namun, pengalaman magang ini tidak hanya berkaitan dengan pemahaman audiens. Saya juga belajar mengenai tanggung jawab terhadap pekerjaan yang dilakukan secara rutin. Setiap episode perlu diamati dan dicatat sesuai dengan kategori yang telah ditentukan.
Sebagai mahasiswa yang baru pertama kali memasuki dunia kerja, saya masih perlu beradaptasi dengan alur kerja, memahami instruksi, dan bertanya ketika menemukan kesulitan. Dari proses tersebut, saya memahami bahwa belajar di lingkungan kerja membutuhkan kemauan untuk bertanya, memperbaiki kesalahan, dan menyesuaikan diri dengan tugas yang dijalankan.
Saya juga menyadari bahwa penerapan ilmu manajemen tidak selalu terlihat dalam pekerjaan yang secara langsung berkaitan dengan pemasaran. Cara mengamati informasi, memahami audiens, menjaga ketelitian, dan menjalankan tugas secara konsisten juga menjadi bagian dari proses belajar yang saya dapatkan selama magang.
Bukan Lagi Sekadar Menonton
Monitoring Idolyfe menjadi salah satu pengalaman yang membuat saya melihat kegiatan menonton dengan cara berbeda. Saya belajar bahwa di balik sebuah tayangan terdapat berbagai informasi yang dapat diamati, mulai dari isi program, interaksi host, segmen yang disajikan, hingga respons penonton.
Bagi saya, pengalaman ini bukan hanya tentang menyelesaikan tugas monitoring, tetapi juga tentang mengenal dunia kerja untuk pertama kalinya. Saya belajar menjalankan tanggung jawab, memperhatikan detail, dan menghubungkan pengalaman yang ditemui dengan pengetahuan selama perkuliahan.
Dari kegiatan yang awalnya saya kira hanya berupa menonton, saya justru mendapatkan pemahaman baru mengenai pentingnya pengamatan dan keterlibatan audiens dalam sebuah program. Saya juga menyadari bahwa proses belajar dapat berlangsung melalui berbagai pekerjaan, termasuk pekerjaan yang berkaitan dengan industri hiburan dan konten digital.
Pengalaman monitoring Idolyfe menjadi salah satu langkah awal bagi saya untuk terus berkembang selama menjalani magang. Saya tidak hanya melihat tayangan sebagai hiburan, tetapi juga belajar memahami apa yang terjadi di baliknya dan bagaimana audiens memberikan respons terhadap konten yang mereka saksikan.
