Pendidikan dalam Dua Wajah Fungsi Manifes dan Laten Menurut Robert K. Merton

Mahasiswi Prodi Pendidikan Sosiologi Universitas Negeri Jakarta
·waktu baca 3 menit
Tulisan dari Ridho Syafiq tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Pendidikan merupakan salah satu institusi sosial yang memiliki peran penting dalam membentuk tatanan kehidupan masyarakat. Lebih dari sekadar proses transfer ilmu, pendidikan memuat berbagai fungsi yang memengaruhi perkembangan individu dan stabilitas sosial. Pendidikan sejatinya adalah proses sosial yang sarat makna, tempat nilai-nilai, relasi kekuasaan, dan peluang hidup saling berinteraksi, tentunya di balik rutinitas belajar-mengajar, tersimpan dinamika yang membentuk cara berpikir, pola hubungan, dan arah kehidupan masyarakat. Karena itu, kebijakan pendidikan, metode pengajaran, dan pengalaman belajar tidak bisa dipandang hanya dari sisi hasil akademik semata, melainkan juga dari dampak sosial yang lebih luas dan mendalam. Dalam sosiologi, Robert K. Merton memperkenalkan konsep fungsi manifes dan laten untuk memahami bagaimana suatu lembaga sosial, termasuk pendidikan, bekerja tidak hanya melalui tujuan yang direncanakan, tetapi juga melalui dampak-dampak tak terduga yang muncul di luar maksud awalnya.
Artikel ini bertujuan untuk mengulas peran ganda pendidikan dalam perspektif fungsionalisme Merton yang menyoroti bagaimana fungsi yang tampak jelas dan yang tersembunyi saling berkaitan dalam membentuk dinamika masyarakat. Memahami peran ganda pendidikan membantu kita melihat bahwa sekolah bukan sekadar jalur akademik menuju kesuksesan. Melalui analisis ini, diharapkan pembaca dapat melihat pendidikan tidak hanya sebagai sarana formal pencapaian tujuan, tetapi juga sebagai ruang lahirnya konsekuensi sosial yang lebih luas dan kompleks.
Sudut Pandang Dalam Teori Robert King Merton
Teori Robert King Merton tentang manifest dan laten ini merupakan sebuah teori yang menggunakan paradigma atau
Sudut pandang struktural fungsionalis. Sudut pandang struktural fungsional ini memandang sebuah realitas sosial merupakan interaksi antarsistem, yaitu sistem masyarakat yang beroperasi dalam keseimbangan dinamis. Sistem ini adalah kesatuan yang terdiri dari bagian bagian yang saling tergantung, sehingga perubahan pada satu bagian akan dianggap mempengaruhi perubahan di bagian lain dalam sistem. Dalam sudut pandang Robert King Merton tidak secara spesifik membahas tentang pendidikan namun, pemikiran Robert tentang manifest dan laten ini bisa menjelaskan tentang pendidikan dalam dua wajah.
Fungsi Manifest Dalam Pendidikan
Merton sendiri membedakan atas fungsi manifest dan laten, funsi manifes adalah fungsi yang diharapkan sedangkan fungsi laten sendiri itu sebaliknya yaitu fungsi yang tidak diharapkan. Fenomena dalam pendidikan saat ini tentang manifest yaitu meliputi tentang mengembangkan nilai nilai yang melalui kurikulum formal dan setiap sekolah juga menanamkan nilai nilai seperti disiplin kerja keras dan tanggun jawab, selanjutnya ada mempersiapkan karier yang dimana fungsi manifest dalam pendidikan bertujuan untuk memberikan keterampilan profesional dan pengetahuan yang akan digunakan siswa dalam pekerjaan mereka pada masa yang akan mendatang nanti, yang terakhir ada mencerdaskan siswa yang merupakan salah satu manifes dalam pendidikan yang dimana sekolah mengajarkan mata pelajaran seperti matematika, bahasa, sains agar siswa dapat memperoleh pengetahuan dan keterampilan yang dibutuhkan pada masa yang akan mendatang.
Fungsi Laten Dalam Pendidikan
Fenomena dalam pendidikan saat ini tentang laten yaitu meliputi tentang jaringan sosial, yang dimana sekolah ini menjadi suatu tempat untuk menuntuk ilmu dengan luas yang secara tidak sengaja ini juga menjalin sebuah ikatan pertemanan, membangun koneksi sosial, dan mengembangkan keterampilan komunikasi serta intekasi antar individu. Membangun ekonomi local, misalnya saat anak anak ingin berangkat ke sekolah terdapat sebagian besar anak yang tidak bisa diantar jemput kesekolah tentunya hal ini yang semakin membuka peluang untuk para pencari nafkah yang berada di bidang transportasi umum seperti angkot dan ojek online, bahkan tidak seditkit tugas yang diberikan oleh guru ini diharuskan untuk membeli beberapa peralatan seperti karton dan lainya. Selanjutnya ada stratifikasi sosial yang dimana perbedaan prestasi atau latar belakang ekonomi ini bisa membuat sebuah hierarki dalam lingkungan sekolah.
