Konten dari Pengguna

KKN 192 UNS Gandeng KKN IPB dan Saka Wanabakti, Rawat Pesona Pantai Wonocaki

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Ridhwan Alwie Azzaky tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

PACITAN - Keindahan bumi alam Pacitan yang berlimpah menyediakan seribu ketenangan dan keindahan alam yang patut untuk dinikmati oleh semua orang. Keindahan alam yang masih tersembunyi di balik rerimbunan pohon dan gundukan tanah, layak untuk diperkenalkan kepada khalayak untuk menarik daya tarik wisatawan. Dewasa ini banyak wisata alam yang masih tersembunyi dan terjaga oleh alam, salah satunya adalah Pantai Wonocaki yang ada di Desa Sidomulyo, Kecamatan Ngadirojo, Kabupaten Pacitan. Pantai Wonocaki merupakan salah satu destinasi wisata yang menawarkan keindahan pantai yang memiliki ornamen pasir berwarna putih yang luas dan diapit oleh tebing karang yang menjulang tinggi menembus dataran awan yang menghiasi langit biru Pacitan.

Sebagai mahasiswa yang datang membawa tugas mulia untuk memajukan dan memberikan dampak positif lewat program Kuliah Kerja Nyata Universitas Sebelas Maret (KKN-UNS). Dengan melihat lukisan Tuhan ini, rasanya begitu besar tanggung jawab kami untuk menjaga keindahan yang telah ditinggalkan Tuhan di Pantai Wonocaki. Bersama-sama dengan teman-teman KKN-192 UNS yang mendasari pikiran untuk mewujudkan keindahan melalui kebersihan yang terjaga, tercetuslah program kerja “Clean Up Pantai: Aksi Nyata Kebersihan Lingkungan dan Kemitraan Multi-Stakeholder di Kawasan Pantai Wonocaki” sebagai langkah kesadaran untuk mengajak lapisan masyarakat peduli dan menjaga kebersihan alam.

Clean Up Pantai Wonocaki dilakukan pada hari Sabtu (25/7/2026) yang diselenggarkan di bibir pantai Wonocaki pada pukul tiga sore. Dalam kegiatan ini KKN-192 UNS menggandeng stakeholder yang ada sebagai langkah kolaborasi, bersama dengan KKN Institut Pertanian Bogor (KKN-IPB) dan Saka Wanabakti (SWB) yang merupakan Satuan Karya Pramuka di bawah naungan Gerakan Pramuka yang bergerak di bidang kehutanan dan lingkungan. Dalam kegiatan ini KKN-192 UNS menjadi salah satu penggerak untuk menyatukan kolaborasi untuk mencapai aksi nyata kebersihan lingkungan, dengan total peserta kegiatan ini berjumlah lima puluh tujuh (57) peserta, diikuti oleh sepuluh (10) anggota KKN-192 UNS, tujuh (7) anggota KKN-IPB, dan empat puluh (40) peserta SWB yang berpartisipasi dalam gerakan kebersihan ini.

Kegiatan ini dimulai dengan pembukaan yang diawali oleh kakak pembina SWB bersama dengan peserta yang turut hadir, dalam pembukaan ini disampaikan bahwa kegiatan ini merupakan salah satu langkah kesadaran yang patut untuk dilanjutkan, sebagai salah satu upaya membangun kesadaran generasi muda akan pentingnya menjaga kebersihan alam terlebih di kawasan pantai. “Saya sangat mengapresiasi kakak-kakak KKN UNS dan IPB yang telah mengajak kami ikut serta dalam program bersih-bersih pantai, mari kita jaga lingkungan kita bersama, setelah ini adik-adik dipersilakan untuk mengikuti arahan kakak-kakak,” ujar pembina SWB dalam pembukaan, Sabtu 25 Juli 2026.

Setelah pembukaan dilaksanakan, dilanjutkan sambutan dan juga penyampaian arahan oleh Ketua KKN-192 UNS. “Terima kasih semuanya yang sudah berpartisipasi dalam kegiatan ini, semoga kegiatan Clean Up pantai menjadi terobosan baru dan membangun kesadaran kita semua akan kebersihan Pantai terutama di Pantai Wonocaki” ujar Zaky ketua KKN-192 UNS, Sabtu 25/7/2026.

Setelah pembukaan dan sambutan dilaksanakan, semua peserta dibagi menjadi beberapa kelompok kecil sesuai dengan kategori sampah, terdapat dua kategori yaitu sampah plastik serta kaca dan sampah kayu. Setiap kelompok akan diberikan dua plastik sampah yang bertuliskan setiap kategori sampah, sehingga sampah yang dikumpulkan dapat dikelompokkan dan diolah kembali.

Clean Up Pantai dimulai dari sisi selatan dan barat yang nantinya akan bertemu di titik tengah untuk mengumpulkan plastik sampah, antusias peserta dalam membersihkan dan mengumpulkan sampah terlihat dari hasil kegiatan yang dilaksanakan, bibir pantai terlihat bersih tanpa sampah setelah kegiatan ini dilaksanakan. Kegiatan ini ditutup dengan penanaman bersama bibit pandan laut di sepanjang garis pantai dengan harapan untuk mengurangi risiko abrasi pantai, terdapat sepuluh bibit pandan laut yang ditanam bersama-sama. Kegiatan ini selesai pada pukul lima sore bersama dengan pamitnya matahari di ufuk barat menghiasi langit Pacitan dengan hembusan angin sore dan cipratan air laut yang menyapa kami.