Beli Barang Bekas Online Bikin Kecewa, Begini Tipsnya

Mahasiswa Institut Teknologi Telkom Purwokerto Jurusan S1 Teknik Telekomunikasi
Konten dari Pengguna
1 Agustus 2022 15:06
sosmed-whatsapp-whitecopy-link-circlemore-vertical
Tulisan dari Rido Putra Pasaribu tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Gambar seseorang negosiasi beli barang Sumber : Daniel Borker dari Pixabay
zoom-in-whitePerbesar
Gambar seseorang negosiasi beli barang Sumber : Daniel Borker dari Pixabay
ADVERTISEMENT
Sebelumnya, saya akan menceritakan tentang pengalaman saya sebagai pembeli barang online pada tahun 2018. Pada saat itu, saya mencoba untuk membeli barang bekas secara online lewat aplikasi Facebook. Barang yang saya beli adalah sebuah motor.
ADVERTISEMENT
Saat saya sedang iseng menggulir beranda Facebook, muncullah sebuah unggahan yang menampilkan gambar motor yang bentuknya cocok untuk anak muda. Dalam unggahan tersebut, terpampang gambarnya yang menarik dengan segala kelengkapannya. Ditambah dengan harganya yang tidak terlalu mahal, membuat saya ingin terus mengulik informasi di dalamnya.
Setelah mengomentari unggahan tersebut, saya langsung menghubungi orang yang menjualnya secara pribadi. Tanpa basa-basi saya mulai menawar harga dan menanyakan alamat si penjual. Untungnya alamat si penjual masih dalam satu kabupaten dengan saya, sehingga setelah terjadi kata sepakat dalam obrolan virtual tersebut, akhirnya saya memutuskan untuk menyambangi rumahnya.
Sampai di rumahnya, terpajang motor yang sama persis dalam unggahan sebelumnya, mulai dari bentuk, warna, hingga kelengkapannya. Setelah berbincang-bincang sebentar, saya pun diperbolehkan untuk melakukan test ride dengan motor tersebut. Saat menjajal motor tersebut, saya merasa nyaman dengan motor tersebut dari mulai beratnya, ketinggian, hingga fitur yang ada di dalamnya.
ADVERTISEMENT
Setelah itu, saya pun melakukan negosiasi akhir hingga mencapai kata sepakat. Namun, motor tersebut belum bisa dibawa pulang, dikarenakan sesuai dengan isi kesepakatannya, saya baru bisa membawa pulang setelah saya dapat melunasi pembayarannya. Dan isi kesepakatan lainnya adalah saya diberi waktu garansi sebanyak tiga minggu.
Besoknya, setelah saya melakukan pelunasan secara cash, saya dapat membawa pulang motor tersebut. Namun, seperti peribahasa “Sepandai-pandainya bangkai ditutupi, baunya tetap tercium juga”. Sebulan setelah berpindah kepemilikan kepada saya, motor tersebut mulai menunjukkan gejala seperti bunyi tidak enak pada mesin, hingga kelistrikan yang lemah.
Pada akhirnya, saya memutuskan untuk mengecek secara keseluruhan di bengkel resmi merek motor tersebut. Namun setelah mendengarkan sedikit penjelasan dari montirnya, diprediksi motor saya itu dulunya pernah mengalami kecelakaan hingga ada beberapa komponen yang ada mengalami retak, dan hilang. Mesin dan komponen kelistrikannya pun harus segera diperbaiki agar kerusakannya tidak merambat ke komponen lainnya.
ADVERTISEMENT
Dengan pengalaman tersebut, saya akan memberikan tips tentang membeli barang bekas melalui media sosial. Tips tersebut di antaranya:
1. Cari merek barang yang ingin dibeli
Apabila kamu ingin membeli barang bekas, cari merek yang kamu inginkan, dan fokus dengan merek tersebut. Apabila tidak mendapati unggahan tentang merek tersebut, kamu bisa mencari dengan kata kunci merek yang diinginkan pada kolom pencarian. Kamu juga bisa masuk ke dalam suatu grup atau channel yang khusus menjual barang tersebut (misal: Grup Jual Beli Motor Bekas).
2. Ketahui harga pasaran
Harga pasaran sangat perlu kamu ketahui. Mulai dari harga baru hingga harga bekasnya. Hal ini akan sangat membantu sangat membantu saat proses tawar-menawar. Dengan mengetahui harga pasar, kamu juga bisa memilih dengan lebih berhati-hati tentang suatu unggahan yang menawarkan dengan harga yang tidak logis. Kamu patut curiga dengan orang yang menawarkan dengan harga dibawah standarnya.
ADVERTISEMENT
3. Cek secara virtual
Ketika kamu telah mendapati unggahan yang sesuai dengan keinginan kamu, cek unggahan tersebut. Kamu bisa mengecek apakah barang tersebut masih tersedia atau tidak, alamat penjual, nama penjual, hingga kelengkapan seperti surat-suratnya. Pada tahap ini, kamu juga bisa melakukan negosiasi awal dengan penjual.
4. Datangi rumah penjual
Hal ini perlu dilakukan untuk mengantisipasi jika terjadi sesuatu yang tidak diinginkan. Kita tidak tahu dari mana penjual mendapatkan barang tersebut. Dan apabila terjadi kerusakan dalam masa garansi, kamu juga tidak akan kesulitan untuk mendatangi rumahnya dan meminta pertanggungjawaban sesuai kesepakatan awal. Di sini kamu juga bisa mengecek barangnya secara langsung dan melakukan negosiasi akhir. Tips tambahan dari saya adalah kunjungi saat pagi atau siang hari.
ADVERTISEMENT
5. Ajaklah pakar
Pakar ini bisa dari teman, keluarga atau kenalan kamu. Tidak perlu banyak, cukup satu orang saja, tetapi harus yang mengerti tentang barang tersebut hingga bagian dalam (mesinnya). Orang ini dapat juga dapat memberi pertimbangan terhadap barang tersebut.
6. Bayar di tempat
Setelah mengunjungi rumahnya, apabila kamu sudah yakin ingin membeli barang tersebut langsung bayar dan bawa pulang barangnya. Jangan seperti kasus saya, kita tidak pernah tahu apakah penjual akan melakukan kecurangan atau tidak.
7. Langsung service
Khusus barang elektronik dan bermesin, setelah transaksi selesai, kamu bisa langsung membawa barang tersebut ke tempat service resmi. Hal ini perlu kamu lakukan agar dapat membongkar barang tersebut dan mengecek secara menyeluruh. Sehingga apabila terjadi kerusakan dalam masa garansi, kamu bisa langsung mengurusnya.
ADVERTISEMENT
Begitulah tips dari saya. Artikel ini hanya untuk memberi edukasi terhadap kamu yang hendak membeli barang bekas lewat media sosial. Artikel ini sama sekali tidak bertujuan untuk membuat kamu curiga pada setiap penjual di media sosial. Pada dasarnya, semua penjual ingin barangnya laku dan mendapatkan untung, sehingga tinggal kita yang harus cerdas dalam membeli.