Konten dari Pengguna

Wordpoly: Inovasi Media Pembelajaran Interaktif Berbasis Permainan Monopoli

Riesantya Agretta Alvianti
Mahasiswa Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Brawijaya 2023
10 Juni 2024 10:27 WIB
·
waktu baca 4 menit
comment
3
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Tulisan dari Riesantya Agretta Alvianti tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan
Ilustrasi anak SD bermain di dalam kelas Foto: Freepik.com
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi anak SD bermain di dalam kelas Foto: Freepik.com
ADVERTISEMENT
sosmed-whatsapp-green
kumparan Hadir di WhatsApp Channel
Follow
Transisi dari pendidikan prasekolah ke sekolah dasar membutuhkan waktu yang cukup panjang karena di prasekolah, siswa cenderung fokus pada bermain sambil belajar secara perlahan. Wajar jika karakteristik anak sekolah dasar tidak jauh berbeda dengan anak pada masa prasekolah, karena kebiasaan bermainnya masih melekat pada mereka hingga di sekolah dasar. Jadi, guru sekolah dasar harus membimbing secara perlahan dan mengenali karakteristik siswa di kelas, termasuk gaya belajar mereka.
ADVERTISEMENT
Pada masa prasekolah, siswa diajarkan membaca, menulis, dan menghitung. Proses membaca pada tahap ini dikenal sebagai membaca permulaan. Pada masasekarang, guru sudah menerapkan media pembelajaran yang menyenangkan dan menarik sehingga siswa tidak merasa bosan dan terbebani. Siswa diperkenalkan dengan huruf-huruf dari A sampai Z dan mempelajari pelafalannya hingga kalimat sederhana, melalui flashcard huruf serta lagu alphabet sebagai media pembelajaran yang digunakan guru agar siswa dapat membaca.
Media pembelajaran adalah alat dan bahan penunjang yang digunakan oleh guru untuk mengajarkan pengetahuan kepada siswa, dengan tujuan menyampaikan pesan atau pengetahuan dari guru agar siswa memperoleh pengetahuan. Media pembelajaran dapat berupa video, gambar, dan poster yang telah dirancang sedemikian rupa agar siswa paham.
ADVERTISEMENT
Namun, fakta di lapangan menunjukkan bahwa banyak anak yang kemampuan membaca permulaannya belum berkembang dengan optimal, dan metode pengajaran yang diterapkan kurang efektif. Pengajaran membaca yang digunakan sering kali memaksa anak-anak untuk membaca tanpa mempertimbangkan tahap perkembangan mereka. Selain itu, penggunaan media pembelajaran masih terbatas, dengan guru yang lebih sering mengandalkan media buku teks. Kekurangan-kekurangan ini mengindikasikan kebutuhan mendesak untuk inovasi dalam metode pengajaran, terutama dalam penggunaan media pembelajaran yang lebih beragam.
Penulis merancang media pembelajaran yang efektif untuk meningkatkan dan mengetahui kemampuan membaca siswa adalah dengan menggunakan kalimat rumpang. Siswa diminta untuk melengkapi bagian yang kosong dalam sebuah kalimat yang tidak lengkap, baik itu di depan, di tengah, atau di belakang kalimat.
Ilustrasi contoh soal kalimat rumpang yang di baca oleh siswa SD Foto: Gambar Pribadi
Penulis merancang permainan Wordpoly, yang terinspirasi dari Monopoli. Permainan ini menggunakan papan kertas dengan petak-petak seperti negara, tanya, penjara, dan harta karun, di mana setiap petak memiliki tantangan dan resiko tersendiri. Penggunaan media pembelajaran ini dengan cara bermain dalam kelompok.
Ilustrasi media pembelajaran Wordpoly Foto: Gambar Pribadi
Bagaimana Cara Bermain Wordpoly?
ADVERTISEMENT
1. Bentuk kelas menjadi beberapa kelompok.
2. Kelompok bermain secara bergiliran.
3. Anggota kelompok melanjutkan permainan dari anggota sebelumnya.
4. Saat giliran tiba, kocok dadu dan jalankan pion sesuai angka dadu.
5. Jika pion berhenti di kotak tanya, siswa diberi kartu untuk melengkapi kalimat rumpang.
6. Jika jawaban benar, siswa mendapatkan poin.
7. Pemenang ditentukan oleh kelompok dengan poin terbanyak.
Apa saja aturan bermain dalam Wordpoly?
1. Jika pion berhenti di kotak negara, tidak mendapatkan apa pun.
2. Jika pion berhenti di kotak tanya, dapatkan kartu soal, baca kalimat dengan lantang, dan isi bagian kosong dengan kata yang tepat.
ADVERTISEMENT
3. Jika jawaban benar, dapatkan 1 poin; jika salah, tidak dapat poin.
4. Jika pion berhenti di kotak penjara, kelompok tidak bermain selama 1 putaran.
5. Jika pion berhenti di kotak harta karun, dapatkan hadiah.
Apa Manfaat Wordpoly Sebagai Media Pembelajaran?
Ilustrasi search ikon Foto: Freepik.com
Wordpoly sebagai inovasi media pembelajaran memberikan berbagai manfaat dalam meningkatkan kemampuan membaca permulaan siswa sekolah dasar. Berikut adalah beberapa manfaat utama dari Wordpoly:
1. Meningkatkan Motivasi Belajar: Siswa akan lebih termotivasi untuk belajar membaca karena mereka merasa sedang bermain, bukan belajar secara formal
2. Mengembangkan Kemampuan Membaca: Melalui tantangan melengkapi kalimat rumpang, siswa belajar mengenali kata-kata dan memahami struktur kalimat. Sehingga ini membantu mereka meningkatkan kemampuan membaca dan memahami teks secara lebih efektif
ADVERTISEMENT
3. Mendorong Pembelajaran Kolaboratif: Pembelajaran kolaboratif ini membantu siswa dalam berbagi pengetahuan dan strategi untuk menyelesaikan tantangan yang diberikan dan mendorong siswa untuk bekerja sama dan berkomunikasi dengan teman-temannya
4. Memperkuat Keterampilan Berpikir Kritis: Tantangan melengkapi kalimat rumpang memerlukan siswa untuk berpikir kritis, sehingga ini membantu mereka mengembangkan kemampuan berpikir kritis yang penting dalam memahami teks bacaan.
5. Memperkuat Pemahaman Kosakata: Melalui permainan ini, siswa dihadapkan pada berbagai kata dan kalimat. Pengulangan dan penggunaan kata-kata ini membantu mereka memperluas dan memperkuat pemahaman kosakata mereka.
6. Memberikan Pengalaman Belajar yang Berbeda: Wordpoly menawarkan pengalaman belajar yang berbeda dari metode konvensional. Inovasi ini memberikan variasi dalam pembelajaran dan membuat proses belajar menjadi lebih menarik dan berkesan bagi siswa.
Ilustrasi uji coba permainan Wordpoly di SD Negeri 1 Pandanlandung Malang Foto: Gambar Pribadi
Melalui uji coba yang dilakukan penulis di sekolah dasar, Wordpoly terbukti mampu meningkatkan motivasi belajar dan memberikan pengalaman belajar yang berbeda dari metode konvensional. Guru dapat dengan mudah mengevaluasi kemampuan membaca siswa, menentukan siapa yang memerlukan pembinaan lebih lanjut, dan siapa yang sudah lancar membaca.
ADVERTISEMENT
Dengan demikian, Wordpoly bukan hanya sebuah permainan, tetapi sebuah alat pembelajaran inovatif yang memberikan manfaat besar dalam proses pendidikan. Penggunaan Wordpoly di kelas diharapkan dapat menjadi langkah awal dalam menghadirkan metode pembelajaran yang lebih menyenangkan dan efektif, sehingga proses belajar mengajar menjadi lebih bermakna bagi siswa dan guru.