Tenggelam dalam Mindset Finansial

Mahasiswa Universitas Negeri Malang
·waktu baca 2 menit
Tulisan dari Rifal Fadhilah Suryansyah tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Istilah "uang adalah segalanya" seringkali didengar di tengah-tengah masyarakat yang hidup di era modern yang penuh dengan kemajuan teknologi dan perubahan sosial. Pernyataan tersebut memperlihatkan betapa pentingnya uang dalam kehidupan kita sehari-hari.
Dalam banyak kasus, uang memang dapat membeli banyak hal. Mulai dari kebutuhan dasar seperti makanan dan tempat tinggal, hingga kemewahan dan kebebasan finansial.
Namun, kita harus berhati-hati dan mempertimbangkan kembali anggapan itu. Bahwa pernyataan "uang adalah segalanya" justru dapat berdampak negatif pada pandangan hidup dan perilaku seseorang.
Menempatkan uang sebagai hal yang paling penting dalam hidup dapat memicu keserakahan, ketidakpuasan, dan kecanduan uang. Kekayaan yang berlebihan juga dapat memicu perubahan sikap dan perilaku yang merugikan diri sendiri dan orang lain.
Ketika seseorang terobsesi dengan uang dan kekayaan, mereka bisa saja cenderung mengabaikan nilai-nilai inti seperti kejujuran, kepedulian, dan empati dalam hubungan sosial.
Mereka dapat meremehkan atau bahkan mengorbankan hubungan dengan keluarga, teman, dan pasangan demi mendapatkan keuntungan finansial. Semua itu dapat menimbulkan kerusakan pada hubungan sosial dan bahkan berdampak pada kesehatan mental.
Selain itu, kekayaan yang berlebihan juga dapat membuat seseorang menjadi terasing dari masyarakat sekitar. Mereka mungkin merasa bahwa mereka tidak memerlukan bantuan atau dukungan orang lain karena sudah memiliki segalanya.
Hal ini dapat membuat mereka kehilangan rasa perspektif dan empati terhadap kondisi orang lain yang mungkin kurang beruntung dalam kehidupan.
Oleh karena itu, penting untuk memperlakukan uang sebagai alat untuk mencapai tujuan, bukan sebagai tujuan akhir dalam hidup kita. Uang dapat membuka pintu ke kesempatan dan kebebasan finansial, tetapi tidak dapat membeli kebahagiaan, cinta, atau kesehatan.
Sebaliknya, nilai-nilai inti seperti kesetiaan, kejujuran, dan kebahagiaan jauh lebih penting daripada sekadar mengejar kekayaan.
Sebagai masyarakat, kita harus berusaha untuk menyeimbangkan pemikiran kita tentang uang dengan nilai-nilai inti yang benar. Ini berarti mengembangkan kemampuan untuk mengenali nilai-nilai inti yang penting dalam hidup dan mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari.
Kita juga harus belajar untuk memperlakukan uang sebagai alat untuk mencapai tujuan, bukan sebagai tujuan akhir dalam hidup kita.
