Konten dari Pengguna

Sosial Media Aggregator: Dinamika Konsumsi Berita dalam Era Digital

Riffa Amalia Putri

Riffa Amalia Putri

Lulusan Ilmu Komunikasi Universitas Andalas, Content Writer, SEO Writer Enthusiast

·waktu baca 6 menit

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Tulisan dari Riffa Amalia Putri tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Ilustrasi media sosial Facebook dan Instagram. Foto: Koshiro K/Shutterstock
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi media sosial Facebook dan Instagram. Foto: Koshiro K/Shutterstock

Melalui keberagaman kontennya, media sosial menjadi sumber informasi utama yang terpadu. Banyak akun aggregator membantu pengguna mengakses berita yang spesifik dan sesuai minat.

Apa alasannya?

Era Digital dan Akses Informasi yang Praktis

Di tengah era revolusi industri 4.0, teknologi telah menjadikan akses media massa semakin mudah melalui berbagai platform digital. Internet memungkinkan masyarakat untuk mengakses media online kapan saja dan di mana saja. Transformasi media massa pun terus berkembang dari media cetak, elektronik, hingga ke media batu atau new media yang sepenuhnya digital dan interaktif.

New Media dan Perubahan Media Sosial di Indonesia

New media menghadirkan cara baru dalam mengirim dan menerima pesan. Semua kini berbasis digital, interaktif, dan sering disertai tautan menuju informasi lainnya. Platform media sosial pun lahir dari perkembangan ini dengan pengguna yang terus bertambah dan pengaruh yang semakin besar di Indonesia.

Pertumbuhan Pengguna Media Sosial di Indonesia

Menurut databoks.katadata.co.id, aplikasi media sosial paling banyak digunakan di Indonesia (Januari 2024), Whatsapp menempati posisi teratas sebagai aplikasi media sosial paling populer di Indonesia dengan 90,9% pengguna internet, diikuti oleh Instagram (85,3%), Facebook (81,6%), TikTok (73,5%), Telegram (61,3%), dan X (57,5%). Data dari We Are Social mencatat bahwa ada sekitar 139 juta pengguna media sosial di Indonesia, setara dengan 49,9% populasi nasional.

Transformasi Fungsi Media Sosial

Awalnya berfungsi sebagai alat komunikasi, media sosial kini digunakan untuk hiburan, belanja online, promosi bisnis, hingga menyebarkan informasi publik. Platform ini menjadi jalur penyebaran informasi yang efektif berkat jangkauan yang luas dan cepat.

Pergeseran Pola Konsumsi Berita di Kalangan Masyarakat

Laporan Digital News Report 2023 dari Reuters Institute dan Universitas Oxford mencatat bahwa minat terhadap konsumsi berita lewat media sosial terus meningkat. Visualisasi yang menarik dan format konten yang beragam menjadi alasan utama, terutama di kalangan generasi muda. Riset menunjukkan bahwa pada 2023, 30% audiens mendapatkan berita dari media sosial, meningkat dari 23% pada 2018.

Dominasi Gen Z dan Preferensi Informasi Cepat

Pergeseran pola konsumsi berita ini juga dipengaruhi oleh faktor demografis, terutama dominasi Generasi Z. Gen Z tumbuh bersama perkembangan teknologi digital dan lebih memilih mendapatkan berita dari media sosial dibandingkan portal berita konvensional, media cetak, TV, atau radio. Hal juga menjadi keresahan bagi pengusaha media.

Kemudahan akses, kenyamanan, dan elemen hiburan membuat mereka enggan mencari informasi lebih lanjut. Akibatnya, banyak yang hanya mengandalkan satu sumber tanpa melakukan verifikasi lebih jauh ke media berita resmi.

Peran Media Sosial dalam Menyediakan Informasi Visual dan Variatif

Media sosial menawarkan beragam jenis konten dan fitur menarik, mendorong banyak perusahaan media untuk beradaptasi. Media-media besar seperti Kompas, Tempo, Media Indonesia, dan CNN aktif memanfaatkan akun media sosial untuk membagikan cuplikan berita terbaru dan menambahkan tautan yang terhubung langsung menuju portal utama mereka. Kepraktisan yang ditawarkan oleh media sosial turut melahirkan banyak media alternatif dan media aggregator.

Media Sosial sebagai Platform News Aggregator

Ilustrasi ragam Sosial Media. Foto: Shutterstock

Berkat jangkauan luas, media sosial kini juga dapat berfungsi sebagai platform news aggregator. Banyak akun media sosial yang aktif membagikan informasi, foto, dan video terkait sebuah peristiwa atau fenomena yang bisa disebut juga dengan media sosial aggregator. Hal ini memungkinkan masyarakat untuk terlibat secara langsung dalam diskusi dan berbagi pengalaman.

Apa itu Media Aggregator? Pengertian dan Platform Populer

Istilah "media aggregator" terdengar asing bagi sebagian orang, namun dalam realitasnya hampir setiap pengguna media sosial berinteraksi dengan konsep ini. Media aggregator merujuk kepada platform atau layanan yang mengumpulkan berbagai konten dari berbagai sumber dan menampilkannya dalam satu lokasi yang mudah diakses.

Dengan kata lain, media aggregator berperan sebagai penyedia informasi yang menyatukan berita, artikel, dan konten lainnya dari berbagai sumber menjadi satu tampilan yang terpadu.

Dengan begitu, pengguna internet dapat dengan mudah mengakses informasi yang relevan tanpa harus mencari dari berbagai sumber secara terpisah. Media sosial seperti Facebook, Youtube, Instagram, TikTok, dan X (twitter) menjadi platform media sosial paling populer yang menjadi langganan media sosial aggregator.

Platform Agregator Berita yang Banyak Digunakan di Indonesia

Menurut publikasi dari We Are Social yang dikutip dari Kompas.id, beberapa platform media sosial menjadi rujukan utama bagi masyarakat. Facebook, yang memiliki jumlah pengguna aktif terbanyak di dunia, juga merupakan salah satu sumber utama informasi, khususnya untuk berita digital. Mayoritas audiensnya berasal dari generasi milenial muda (usia 25-34 tahun) dan Gen Z, yang menyumbang total 52,2%.

Peringkat kedua yaitu Youtube yang dipilih oleh 30% audiens berita digital dengan mayoritas audiens berasal dari generasi milenial muda, milenial tua (35-44 tahun), dan Gen Z. Instagram memperoleh 18% suara, X (twitter) memperoleh total 12% responden dalam akses sumber berita. TikTok sebagai platform pendatang memperoleh 11% responden.

Contoh Praktik Sosial Media Aggregator: Bolalob di Instagram

Instagram menjadi salah satu platform media sosial yang populer di Indonesia dan banyak akun media sosial aggregator yang berfokus pada berbagai topik informasi atau berita. Salah satu akun media sosial yang melakukan news aggregator yaitu Bolalob, salah satu website yang memiliki beberapa akun Instagram dengan nama yang mencerminkan fokus pemberitaan mereka terhadap cabang olahraga tertentu.

Akun @bolalobbadminton adalah akun untuk berbagai berita seputar bulu tangkis, akun @bolalobfootball untuk informasi seputar sepak bola, dan empat akun dengan cabang olahraga lainnya yaitu @bolalobgaming, @bolalobfutsal, @bolalobbasket, dan @bolalobotomotif.

Para pengguna Instagram yang tertarik dengan olahraga tertentu dapat mengikuti akun-akun tersebut untuk mendapatkan pembaruan terkini dan berita terkait dengan minat mereka. Ini merupakan contoh bagaimana media sosial dapat menjadi tempat untuk mengakses informasi yang spesifik dan relevan sesuai dengan kepentingan individu.

Aktivitas Pengikut dalam Interaksi dan Penyebaran Konten

Akun-akun aggregator seperti Bolalob rutin mengunggah berita terbaru, analisis pertandingan, cuplikan video, hingga wawancara. Pengikut bisa berinteraksi melalui komentar, like, atau berbagai konten. Alur ini menciptakan ekosistem distribusi berita yang instan dan interaktif. Mengikuti akun tertentu, followers akan mendapatkan pembaruan informasi langsung melalui beranda, tanpa perlu mencari informasi dari berbagai sumber.

Media Sosial: Sumber Informasi Terpadu dan Personalisasi

Melalui keberagaman konten dan fitur yang ditawarkan, media sosial telah menjadi tempat utama bagi perusahaan media untuk menyesuaikan diri dengan perubahan pola konsumsi berita masyarakat.

Platform-platform besar seperti Facebook, Youtube, Instagram, TikTok, dan Twitter menjadi rumah bagi banyak media aggregator, termasuk akun-akun seperti Bolalob yang fokus pada topik olahraga tertentu.

Dengan demikian, media sosial bukan hanya tempat untuk berinteraksi, tetapi juga sebagai sumber informasi yang relevan dan terpadu bagi pengguna. Dalam konteks ini, konsep media aggregator memainkan peran kunci dalam menyajikan berita, artikel, dan konten lainnya dari berbagai sumber menjadi satu tampilan yang mudah diakses.

Hal ini mencerminkan bagaimana media sosial telah menjadi tempat untuk mengakses informasi yang spesifik dan relevan sesuai dengan kepentingan individu, serta memungkinkan terlibatnya masyarakat secara langsung dalam diskusi dan berbagi pengalaman.

Dengan demikian, peran media sosial sebagai platform aggregator semakin menegaskan peran strategisnya dalam era informasi digital.