KKN UNDIP Kenalkan Pestisida Hayati untuk Dukung SDGs 2 dan 12
Tulisan dari Rifka Maitsa tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

Desa Polan memiliki potensi pertanian yang cukup besar, namun keberadaan hama dan penyakit tanaman masih menjadi salah satu permasalahan yang dihadapi petani. Penggunaan pestisida kimia secara terus-menerus juga dapat menimbulkan risiko bagi kesehatan maupun lingkungan apabila tidak disertai dengan prosedur penggunaan yang tepat. Melihat kondisi tersebut, mahasiswa KKN Tim II Universitas Diponegoro Desa Polan melaksanakan program kerja multidisiplin bertajuk "Proteksi Tanaman terhadap Hama dan Penyakit Berbasis Metode Ramah Lingkungan" bersama kelompok tani Desa Polan.
Program yang dilaksanakan sebagai bagian dari upaya mewujudkan SDGs Poin 2 Tanpa Kelaparan dan Poin 12 Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab ini membahas berbagai alternatif pengendalian hama dan penyakit tanaman yang lebih ramah lingkungan. Dalam program multidisiplin tersebut, salah satu materi yang diberikan adalah pengendalian hama secara biologis melalui pemanfaatan agen hayati sebagai pestisida hayati.
Pada sesi pengendalian secara biologis, peserta diperkenalkan dengan pestisida hayati yang berasal dari organisme hidup atau hasil metabolitnya dan dapat dimanfaatkan untuk mengendalikan organisme pengganggu tanaman (OPT). Materi mencakup pengenalan beberapa agen hayati, seperti Bacillus thuringiensis, Serratia marcescens, dan Beauveria bassiana, serta cara kerja agen hayati dalam menginfeksi atau menghasilkan senyawa aktif yang dapat mengganggu pertumbuhan dan kehidupan serangga hama.
Selain pemaparan materi, peserta juga mendapatkan penjelasan mengenai pengembangan dan pengaplikasian pestisida hayati. Bakteri dapat dikembangkan menggunakan media cair, sedangkan jamur dapat dikembangkan menggunakan media padat. Materi tersebut diharapkan dapat memberikan gambaran kepada petani mengenai pemanfaatan agen hayati sebagai salah satu alternatif untuk mengurangi ketergantungan terhadap pestisida kimia sekaligus menjaga keberadaan musuh alami hama di lahan pertanian.
Pestisida hayati yang telah dibuat kemudian dibagikan kepada petani dan diaplikasikan secara langsung pada tanaman padi di lahan pertanian Desa Polan. Dalam proses tersebut, mahasiswa KKN turut mendampingi petani dalam melakukan penyemprotan pestisida hayati. Praktik langsung ini menjadi bagian dari penerapan materi yang telah disampaikan, sekaligus memberikan pengalaman kepada petani mengenai penggunaan agen hayati sebagai salah satu alternatif pengendalian hama pada tanaman padi.
Rangkaian kegiatan kemudian dievaluasi melalui pre-test dan post-test untuk mengetahui tingkat pemahaman peserta sebelum dan setelah mengikuti sosialisasi. Hasil pre-test menunjukkan bahwa 60% peserta menjawab soal dengan benar. Setelah mengikuti pemaparan materi dan praktik pengaplikasian pestisida hayati, hasil post-test meningkat menjadi 95% peserta menjawab soal dengan benar. Peningkatan tersebut menunjukkan adanya peningkatan pemahaman peserta mengenai pengendalian hama secara biologis dan pemanfaatan pestisida hayati.
Melalui kegiatan ini, diharapkan pengetahuan yang diperoleh dapat menjadi salah satu langkah awal bagi kelompok tani Desa Polan dalam menerapkan pengendalian hama yang lebih aman dan ramah lingkungan. Pemanfaatan agen hayati juga diharapkan dapat mendukung praktik pertanian yang lebih berkelanjutan, sehingga produktivitas pertanian tetap terjaga tanpa mengabaikan aspek kesehatan manusia dan kelestarian lingkungan.

