Tentang KamiPedoman Media SiberKetentuan & Kebijakan PrivasiPanduan KomunitasPeringkat PenulisCara Menulis di kumparanInformasi Kerja SamaBantuanIklanKarir
2025 © PT Dynamo Media Network
Version 1.98.2
Konten dari Pengguna
Permasalahan Perkembangan Teknologi Pertanian Modern Yang Sangat Relavan
26 Februari 2025 11:34 WIB
·
waktu baca 2 menitTulisan dari Rifki Ramadani tidak mewakili pandangan dari redaksi kumparan

ADVERTISEMENT
Permasalahan global yang akan dihadapi di masa depan sangat berkaitan dengan sektor pertanian, lingkungan, masyarakat, dan sumber daya, seiring dengan peningkatan populasi manusia dan perubahan iklim yang terjadi.
ADVERTISEMENT
Isu-isu terkait pertanian dan pangan semakin kompleks, seperti menurunnya jumlah petani akibat penuaan, pergeseran ke populasi perkotaan, serta hilangnya lahan pertanian akibat urbanisasi, penggurunan, akumulasi garam di permukaan tanah, dan pencemaran tanah oleh zat beracun. Oleh karena itu, teknologi pertanian di masa depan harus mampu secara simultan meningkatkan ketahanan pangan.
Beberapa solusi yang diprediksi dapat muncul antara lain pertanian perkotaan, pertanian vertikal (vertikultur), dan pabrik tanaman (plant factory), serta penggunaan alat dan mesin yang dilengkapi dengan teknologi canggih seperti kecerdasan buatan (artificial intelligence), internet of things (IoT), dan pertanian presisi. Inovasi ini diharapkan dapat mengurangi ketergantungan terhadap sumber daya manusia, terutama di tengah menurunnya minat generasi muda terhadap sektor pertanian.
ADVERTISEMENT
Informasi ini bertujuan untuk memberikan wawasan mengenai peran teknologi pertanian di masa depan, berdasarkan perkembangan teknologi saat ini, serta menggambarkan aplikasinya dalam konteks ketahanan pangan.
Diharapkan, teknologi ini dapat mendukung pekerjaan-pekerjaan di bidang pertanian yang kian kompleks, dengan memanfaatkan sumber daya secara efisien dan menghasilkan produksi yang optimal, sehingga stabilitas ketahanan pangan dapat terjaga di masa depan.
Rifki Ramadani Mahasiswa Jurusan Sistem Informasi, Universitas ITB Ahmad Dahlan Jakarta.